MANAGED BY:
SELASA
22 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

PRO BISNIS

Sabtu, 05 Oktober 2019 10:27
Mengembalikan Eksistensi Citra Niaga, Ini Usaha yang Dilakukan...
Aktivitas jual beli di kawasan Citra Niaga.

PROKAL.CO, SAMARINDA – Pemkot Samarinda berusaha mempercantik kawasan Citra Niaga. Tak hanya digadang-gadang menjadi pusat oleh-oleh khas Kota Tepian, kawasan ini nantinya juga bakal dijadikan salah satu destinasi wisata. Berdiri sejak 1985, kawasan ini emang memiliki sejarah yang cukup panjang dan bisa menggugah keinginan wisatawan untuk berkunjung.

Selain meningkatkan kualitas infrastruktur, pemerintah juga berencana bekerja sama dengan perguruan tinggi dan memanfaatkan sumber daya manusia (SDM) dari universitas tersebut. Terutama para sarjana lulusan Bahasa Inggris agar membantu pedagang dan turis saat berkomunikasi. Juga menggandeng pelaku usaha di bidang lain seperti travel dan perhotelan.

Kepala Dinas Perdagangan Samarinda Marnabas mengatakan, Citra Niaga merupakan salah satu pasar tradisional yang masih bertahan di Samarinda dan menjadi penyumbang pendapatan asli daerah (PAD) dari pajak retribusi kios-kios sebesar Rp 3 ribu per hari.

“Turis yang datang ke daerah kita bukan hanya menguntungkan satu sektor. Kalau tempat wisatanya baik, nanti banyak yang menginap di hotel. Otomatis 10 persen pajaknya akan masuk ke pendapatan daerah kita, begitu juga dengan promosi dari agen travel dalam menarik minat wisatawan datang ke daerah. Makanya kami sedang mempercantik Citra Niaga," katanya.

Pihaknya juga berencana menggodok regulasi yang mengatur antara pasar tradisional dan modern. Supaya tidak saling sikut memperebutkan pasar. "Khusus untuk pasar modern harus menjual produk-produk sesuai pangsa mereka. Kita sedang usahakan untuk membuat aturannya supaya tidak mematikan geliat ekonomi yang ada," sambungnya.

Salah satu pedagang oleh-oleh di Citra Niaga, Wati mengungkapkan, saat ini di kawasan ini terdapat 250 pelaku usaha, mulai kuliner, pusat perbelanjaan, toko buku, hingga peralatan elektronik. Dia sendiri sejak 30 tahun lalu berjualan aksesori seperti kalung, gelang, cincin, tas, dompet berbahan dasar manik-manik, rotan dan sarung tenun. “Peminatnya ada aja, buktinya sampai sekarang masih eksis,” ungkapnya.

Untuk pembelian, sambungnya akan meningkat ketika ada event-event. DI mana banyak wisatawan dari daerah lain atau mancanegara datang. Salah satunya Erau di Kutai Kartanegara. ”Mereka (turis) biasanya berbelanja oleh-olehnya di sini,” tambahnya. Kisaran harga barang-barang yang di jual di Citra Niaga pun relatif murah. Berkisar Rp 5–250 ribu, menyesuaikan besar kecil dan bahan, tenun, rotan.

Di sini Anda juga bisa menemukan barang antik. Seperti toko Antik Lima Saudara milik Herlina dan Syarwani. Selain menjual pernak-pernik khas Kaltim, toko ini juga menjual barang-barang antik seperti guci, keris, badik, samurai, piring, mata uang lama, dan lain-lain.

Toko yang sudah berdiri mulai tahun 2011 ini pun dikenal hingga berbagai daerah baik Kalimantan dan daerah lain. “Barang antik ini saya dapatkan dari orang-orang tua yang memang menyimpan barang-barang lama. Harganya bervariasi tergantung tingkat kesulitan mencarinya, tahun, dan jenis barangnya. Jadi harganya tidak bisa ditentukan,” ucap Syarwani. Adapun kendala yang dihadapi biasanya terkait bahasa. Terutama saat berhadapan dengan turis asing. (*/ain/ndu/k18)


BACA JUGA

Senin, 21 Oktober 2019 13:40

Investasi Terhambat, Konsumsi Tersendat

JAKARTA– Kondisi ekonomi global belum juga menunjukkan sinyal yang membaik.…

Sabtu, 19 Oktober 2019 11:14

Nikmati Diskon Natal dari Sekarang

SAMARINDA – Tak perlu menunggu akhir tahun untuk menikmati diskon…

Sabtu, 19 Oktober 2019 11:03

April 2020, Ponsel BM Tak Lagi Bisa Beredar

JAKARTA– Rencana penegakan peraturan validasi International Mobile Equipment Identity (IMEI)…

Jumat, 18 Oktober 2019 11:26

Ekspor CPO ke India Bisa Membesar

SAMARINDA – Pengusaha kelapa sawit tampaknya bisa memperbesar ekspor crude…

Jumat, 18 Oktober 2019 11:18

Perusahaan Kaltim Minat IPO, Sudah Ada 12 Perusahaan yang Serius

BALIKPAPAN – Bursa Efek Indonesia (BEI) Balikpapan terus mendorong minat…

Kamis, 17 Oktober 2019 10:33

10 BUMN Bantu Merpati Terbang Lagi

JAKARTA– Sepuluh badan usaha milik negara (BUMN) bersinergi untuk membangkitkan…

Kamis, 17 Oktober 2019 10:18

Tanpa IKN, Investasi Hilirisasi Harus Masuk

SAMARINDA – Tumbuhnya sektor lain selain pertambangan batu bara diharapkan…

Kamis, 17 Oktober 2019 10:17

Apindo Berencana Bangun Kawasan Ekonomi, Lirik Lahan 10 Hektare di Kawasan IKN

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kaltim bertekad untuk berkontribusi dalam pembangunan…

Kamis, 17 Oktober 2019 10:14

Ikuti Tren untuk Menangkan Persaingan Pasar

DI mana ada kemauan di situ ada jalan. Pernyataan ini…

Kamis, 17 Oktober 2019 10:13

Realisasi Baru Capai 67,97 Persen , DJP Kaltimra Kejar Target Pajak

BALIKPAPAN – Target Direktorat Jenderal Pajak (DJP) wilayah Kalimantan Timur…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*