MANAGED BY:
SENIN
21 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

KALTIM

Jumat, 04 Oktober 2019 13:57
Menjajal Jalur Darat Kecamatan di Hulu Kukar (1)

BBM dari Rp 23 Juta Menjadi Rp 300 Ribu

INFRASTRUKTUR: Peningkatan jalan di Desa Bila Talang, Kecamatan Tabang, sedang dikerjakan. Rifqi/KP

PROKAL.CO, Pembukaan MTQ ke-41 tingkat Kabupaten Kukar di Tabang menjadi ajang pamer infrastruktur di hulu. Kaltim Post menjajal infrastruktur jalan yang baru beberapa tahun terakhir dinikmati masyarakat.

 

Rifqi, Tenggarong

 

PEMBUKAAN Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-41 di Kecamatan Tabang dibuka Selasa (1/10), bertepatan dengan Hari Kesaktian Pancasila. Sejumlah kafilah dari berbagai kecamatan diajak menikmati infrastruktur menuju Kecamatan Tabang.

Sejumlah tamu undangan menyebut lokasi Kecamatan Tabang begitu jauh untuk ditempuh. Sebab, lokasinya di ujung Kukar atau berjarak lebih dari 200 kilometer jika dihitung dari Kecamatan Tenggarong.

Namun, tak banyak yang tahu dan merasakan bahwa kondisi tersebut jauh lebih baik dibanding kondisi lima atau enam tahun lalu. Perlu waktu berhari-hari menuju Tabang melalui transportasi sungai.

"Ada yang bilang lokasinya sangat jauh karena harus memakan waktu tempuh hingga tujuh jam lebih. Padahal, dulu harus mencapai lebih dari satu hari satu malam melalui sungai untuk ke Tabang," ujar Daleq, tokoh masyarakat Tabang.

Kecamatan Tabang berbatasan langsung dengan Provinsi Kalimantan Utara. Bahkan, sejumlah warga Suku Dayak ada yang kerap menembus batas dua wilayah tersebut hanya dengan berjalan kaki. Keindahan serta keasrian Tabang sangat terjaga.

Untuk menuju Kecamatan Tabang, harus melalui sejumlah kecamatan. Di antaranya, Kota Bangun, Sebulu, Kenohan, dan Kembang Janggut. Pada 2013, para pejabat daerah atau masyarakat yang hendak menuju Kecamatan Tabang wajib menggunakan jalur darat. Biasanya menggunakan speedboat berukuran besar.

Di sinilah persoalannya. Sebab, biaya perjalanan yang digunakan sangat besar karena harus membeli banyak solar industri. Biaya solar speedboat tersebut bisa mencapai Rp 23 juta, kebutuhan pergi-pulang. Belum lagi risiko di perjalanan.

Sementara saat ini, untuk mobil minibus hanya memerlukan Rp 300 ribu untuk membeli bahan bakar berupa premium jika menggunakan jalur darat. "Bahkan dulu, waktu harga solar hanya Rp 3 ribu, di sini sudah Rp 12 ribu. Saking besarnya kesenjangan antara Kecamatan Tabang dan daerah lainnya di Kutai Tengah dan Pesisir," ujar Guntur, tokoh masyarakat Desa Gunung Sari, Kecamatan Tabang.

Pembangunan akses jalan dari Desa Sebelimbingan, Kecamatan Kota Bangun pun mulai dibangun bertahap. Sebagian besar berada di atas rawa, lantaran tak ada pilihan lain. Itu sebabnya, ada belasan kilometer yang dibangun menggunakan tiang pancang semacam jembatan atau biasa disebut pileslab.

Jalan berbentuk pengerasan tanah masih sekitar 32 kilometer hingga Desa Tuana Tuha, Kecamatan Kenohan. Sementara dari Kecamatan Kenohan, Kembang Janggut, hingga kecamatan sudah mulus dengan badan jalan yang disemen sepanjang lebih dari 100 kilometer. Akses jalan ini yang membuat masyarakat terkejut lantaran jalan mulus sudah ada di kecamatan pelosok Kukar.

"Karena itulah, kami mengadakan MTQ di Tabang untuk memperlihatkan pembangunan yang sudah dilakukan. Jadi masyarakat dari seluruh kecamatan di Kukar bisa melihat langsung pemerataan pembangunan. Kasihan kalau untuk menuju hulu saja harus lewat sungai dan bertaruh nyawa," ujar Edi Damansyah, bupati Kukar.

Upacara Hari Kesaktian Pancasila pada 1 Oktober 2019, menurut Edi, sengaja diselenggarakan di Kecamatan Tabang sebagai bentuk implementasi dari rasa keadilan bagi masyarakat di penjuru Kukar. (bersambung/qi/kri/k16)

 


BACA JUGA

Senin, 21 Oktober 2019 13:14

Bidukbiduk Mau Dijadikan Kawasan Industri, Pariwisatanya Bagaimana?

TANJUNG REDEB – Tak mau hanya menjadi penyedia bahan baku,…

Senin, 21 Oktober 2019 13:12

Sampah dan Eceng Gondok Jadi Momok

Sampah berhamburan di Sungai Sangatta sangat menyulitkan operator ponton yang…

Senin, 21 Oktober 2019 13:07

Razia Odol Sering Kucing-Kucingan, Truk Pengangkut Batu Bara Masih Marak di Samboja

TENGGARONG- Aktivitas truk milik perusahaan pengangkut batu bara dan sawit…

Senin, 21 Oktober 2019 13:06

Disperindagkop Target Pasar Senaken Dibangun 2020

TANA PASER - Pasca kebakaran besar melanda Pasar Induk Penyembolum…

Senin, 21 Oktober 2019 13:04

Polair Paser Tangkap Pelaku Ilegal Fishing Kepiting Bertelur

TANA PASER - Kendati sejak  7 Januari 2015, Kementerian Kelautan…

Minggu, 20 Oktober 2019 20:45

Kebakaran Lahan, Siapa yang Bertanggung Jawab?

SANGATTA - Fenomena kebakaran lahan di Indonesia seolah-olah telah menjadi…

Sabtu, 19 Oktober 2019 15:27

TNI Polri Bersihkan Sisa Kebakaran

PROKAL.CO, SAMARINDA - Personel TNI dan Polri dibantu masyarakat membersihkan…

Sabtu, 19 Oktober 2019 12:06

Penajam Kondusif, Masyarakat Jangan Terprovokasi

Penajam sudah kondusif. Warga diharap tak mudah percaya informasi yang…

Sabtu, 19 Oktober 2019 12:05

Korslet, Satu Rumah Ludes

PENAJAM – Musibah kebakaran terjadi di Kelurahan Sotek, Penajam Paser…

Sabtu, 19 Oktober 2019 12:05

KSOP Samarinda Beri Garansi

Beredar informasi aktivitas bongkar muat batu bara yang selama ini…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*