MANAGED BY:
RABU
13 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

KOLOM PEMBACA

Kamis, 03 Oktober 2019 11:33
Sekolah Inklusi untuk Penyandang Disabilitas

PROKAL.CO, Oleh:

Eko Yuniarsih

Guru BK SMA 8 Samarinda

 

 

Penyandang disabilitas saat ini terlihat semakin diterima di masyarakat. Hak-haknya semakin disamakan seperti nondisabilitas khususnya oleh pemerintah.

Sebagai contoh di bidang olahraga di akhir  2018. Pemerintah menyelenggarakan Pesta Olahraga Difabel Asia Tenggara atau Asean Para Games dan pemenangnya pun diberi hadiah serupa dengan pemenang pada Asean Games di Agustus 2018.

Bahkan di bidang seni, salah satu televisi swasta telah memberikan kesempatan yang sama bagi penyandang disabilitas ini untuk turut bersaing bersama peserta nondisabilitas.

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional, memberikan kesempatan pendidikan bagi peserta didik penyandang disabilitas.  

Pada penjelasan Pasal 15 dan Pasal 32 disebutkan bahwa pendidikan khusus merupakan pendidikan untuk peserta didik yang berkelainan atau peserta didik yang memiliki kecerdasan luar biasa. Yang diselenggarakan secara inklusif atau berupa satuan pendidikan khusus pada tingkat pendidikan dasar dan menengah.

Pasal inilah  yang menjadi dasar diselenggarakannya pendidikan inklusi oleh pemerintah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Peserta didik yang memiliki kelainan dan berhak mengikuti pendidikan secara inklusif terdiri atas tuna netra, tunarungu, tunawicara, tunagrahita, tunadaksa, tunalaras, berkesulitan belajar, lamban belajar, autisme, memiliki gangguan motorik, korban penyalahgunaan narkoba, obat-obatan terlarang dan zat adiktif lain, serta tunaganda.

 Permendiknas Nomor 70 Tahun 2009, tentang pendidikan inklusif bagi peserta didik yang memiliki kelainan dan memiliki potensi kecerdasan dan atau bakat istimewa.

Pendidikan inklusif merupakan pengembangan dari pendidikan terpadu dimana semua siswa yg memiliki kelainan dan memiliki potensi kecerdasan dan atau bakat istimewa berbaur dengan siswa reguler dalam satu ruang menjalankan proses belajar mengajar di sekolah umum.

Proses belajar bersama dalam satu ruang ini diupayakan sedemikian rupa dengan memperhatikan keragaman potensi  dan keperluan Peserta Didik Berkebutuhan Khusus (PDBK) yang ada di kelas tersebut.

Untuk itu dilakukan penyesuaian terhadap model kurikulum yang digunakan oleh guru bidang studi. Model kurikulum yang digunakan adalah kurikulum yang dapat mengembangkan potensi PDBK yang disesuaikan dengan tahap perkembangan, potensi dan keperluan PDBK tersebut. Dengan demikian dalam satu kelas dapat saja menggunakan kurikulum lebih dari satu atau dua macam kurikulum.

Guna mencapai kelancaran dan keberhasilan proses belajar-mengajar di sekolah inklusi ini tentulah diperlukan kerja sama yang saling bersinergi antara  pemerintah, sekolah, orang tua dan masyarakat. Sangat diperlukan pengertian dan bantuan orang tua PDBK baik dari segi moril, finansial maupun spiritual.

Pemerintah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Timur guna memperlancar berlangsungnya proses belajar-mengajar khususnya di sekolah inklusi pada Oktober 2018 melatih lebih kurang sebanyak 70 orang guru bidang studi jenjang SMA dan SMK yang berada di  Kalimantan Timur sebagai guru pendamping.

Guru pendamping ini akan bekerja sama dengan wali kelas dan dua orang guru bidang studi membantu memberikan layanan pendidikan bagi penyandang disabilitas di sekolah inklusi.

Mengingat perbandingan jumlah guru pendamping dengan jumlah siswa serta banyaknya bidang studi yang harus ditempuh siswa serta keberagaman potensi dan keperluan Peserta Didik Berkebutuhan Khusus (PDBK), tentu masih diperlukan lagi tambahan guru pendamping-guru pendamping untuk PDBK. Saat ini dalam satu sekolah inklusi baru terdapat satu orang guru pendamping.

Masih banyak sekolah-sekolah di Kalimantan Timur yang belum memiliki guru pendamping PDBK. Dan untuk tahun-tahun mendatang semua sekolah yang berada di tanah air Indonesia ini diharapkan tidak menolak penyandang disabilitas yang ingin belajar di sekolah umum.

Merujuk pada Permendiknas Nomor 70 Tahun 2009 Pasal 9, menjelaskan tentang evaluasi hasil belajar dan kemampuan peserta didik pada pendidikan inklusif, serta mengingat masih kurangnya tenaga pendidik dengan kompetensi yang sesuai  keperluan, maka PDBK yang mengikuti proses pembelajaran di sekolah inklusi minimal berada dalam  kategori  mampu didik, hal ini dapat diketahui dengan dilakukannya tes intelegensi dari pihak yang berwenang.

Secara bersama juga perlu difikirkan dan diwujudkan penyesuaian sarana, prasarana, dan fasilitas yang ada di sekolah inklusi dengan potensi dan keperluan PDBK. Sehingga PDBK dalam menjalani proses belajar-mengajar menghadapi hambatan seminim mungkin. Dengan demikian program pendidikan inklusif pemerintah di tanah air ini dapat terwujud dan berhasil. (rdh/k18)


BACA JUGA

Jumat, 08 November 2019 22:02

Sujud di Lapangan Bulu Tangkis

Oleh: Bambang Iswanto Dosen IAIN Samarinda Turnamen bulu tangkis level…

Sabtu, 02 November 2019 21:32

Belajar dari Kepemudaan Rasulullah

Oleh: Bambang Iswanto Dosen IAIN Samarinda Bulan Rabiul Awwal, bulan…

Rabu, 30 Oktober 2019 14:51

Mempersiapkan Destinasi Wisata di Ibu Kota Negara

Oleh Erny Silalahi ASN, travel enthusiast erny.silalahi@uqconnect.edu.au   Hingar bingar…

Rabu, 30 Oktober 2019 09:17

Memperbaharui (Kembali) Komitmen Integritas Kita

Oleh : Dewi Sartika SE MM Peneliti Muda Puslatbang KDOD…

Kamis, 17 Oktober 2019 13:28

Gebyar Pilkada Serentak Tahun 2020

Oleh: Galeh Akbar Tanjung* Pelaksanaan Pilkada serentak untuk pemilihan Bupati…

Rabu, 09 Oktober 2019 12:13

Indonesia yang Lebih Baik

Oleh Alias Candra Dosen IAIN Samarinda dan Wakil Sekretaris Bidang…

Rabu, 09 Oktober 2019 12:11

Potret Produksi Buah-buahan di Mahulu Tahun Lalu

Oleh: Didit Puji Hariyanto Staf Integrasi Pengolahan dan Diseminasi Statistik…

Senin, 07 Oktober 2019 01:19

Sajak Cinta

“Kerinduanku memuncak pada rabbaku Kehidupanku menari diroda hatimu Masihkah kau…

Senin, 07 Oktober 2019 01:16

Greta Thunberg, Anak STM, dan Gerakan Sosial Generasi Z

Muhammad Nizar HidayatStaff pengajar di Program Studi Hubungan Internasional Universitas…

Kamis, 03 Oktober 2019 11:33

Sekolah Inklusi untuk Penyandang Disabilitas

Oleh: Eko Yuniarsih Guru BK SMA 8 Samarinda    …
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*