MANAGED BY:
SENIN
21 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

FEATURE

Rabu, 02 Oktober 2019 13:44
Sepenggal Kemeriahan Menuju Pesta Perayaan HUT Ke-20 Kutim, Dari Tradisional Ingatkan Milenial
DILESTARIKAN: Peserta mengikuti lomba “asin jaga” di halaman kantor bupati pada agenda pembukaan HUT Kutim. LELA RATU SIMI/KP

PROKAL.CO, Bisa dihitung jari, bahkan sudah benar-benar tidak diketahui. Permainan tradisional yang mulai ditinggalkan. Seiring berkembangnya teknologi dan kemajuan zaman yang serba-elektronik, permainan yang biasa memanfaatkan alam tidak lagi digandrungi. Ada yang unik dengan rangkaian HUT Kutim tahun ini.

 

GARIS putih membentuk beberapa persegi. Garis itu menjadi lintasan khusus bagi pemain yang tugasnya berjaga. Jaraknya 4 meter setiap persegi. Setiap regu masing-masing bisa 4–5 orang. Setiap daerah namanya berbeda-beda. Di Kutim, orang-orang dulu lebih mengenal dengan sebutan permainan “asin jaga”.

Sebagai upaya melestarikan permainan tradisional, yang dianggap mulai jarang dijumpai, Pemkab Kutim sengaja melombakan asin jaga dan olahraga kasti, tepat di pembukaan agenda HUT ke-20 Kutim, sekaligus dirangkai dengan upacara Hari Kesaktian Pancasila yang dihelat kemarin (1/10) di halaman kantor bupati.

Sekda Kutim Irawansyah menjelaskan, tepat 12 Oktober nanti, merupakan hari jadi Kutim. Dia merasa permainan tradisional mulai kurang dikenal, khususnya kalangan milenial. Bagi dia, merasa resah dengan kondisi tersebut. Inisiatif muncul. Mengadakan perlombaan yang dapat mendidik masyarakat, khususnya anak muda sebagai generasi penerus bangsa. "Sekarang mulai tidak dilirik, harus dikenalkan ke khalayak, agar generasi muda tahu adanya perlombaan yang memiliki kekompakan," ujarnya dalam sambutan seusai pelaksanaan upacara Hari Kesaktian Pancasila kemarin (1/10).

Sekretaris Dispora Kutim Darmasnsyah menjelaskan, peringatan HUT Ke-20 Kutim merupakan momen tepat untuk melestarikan perlombaan tradisional. Dia tentu sangat mendukung. Perlombaan itu rupanya menarik perhatian. Sorak-sorak penyemangat membuat setiap regu yang bermain terlihat menikmati. Dua lomba itu sampai diikuti 78 regu. "Kami berupaya selalu menampilkan beragam permainan tradisional," katanya. Menurut dia, lomba tradisional harus terus digelar.

Sebelumnya, lomba tradisional lain juga sudah dibuat saat perayaan HUT RI, Agustus lalu. Selanjutnya, dalam pelaksanaan pesta adat juga rencananya dilaksanakan hal serupa, namun berbeda jenis. "Ciri khas Kutim, setiap perayaan selalu dihubungkan dengan hal-hal tradisional. Nanti di pesta adat akan ada gasing dan sumpit," tuturnya. Turut melibatkan pelajar se-Kutim, sebagai upaya pengenalan dan pendidikan melalui sekolah. "Kami selalu ajak pelajar jadi peserta, minimal mereka kenal dan bisa terus dilestarikan," tutupnya. (*/la/dra2/k8)


BACA JUGA

Jumat, 11 Oktober 2019 11:43

Menghafalkan Alquran Hanya Setahun di Pesantren Asy-Syahadah Surabaya

Menghafalkan Alquran sering terasa berat. Namun, itu tidak berlaku bagi…

Jumat, 04 Oktober 2019 09:33

Fadil Muzakki Syah setelah Foto Bersama Tiga Istri di Gedung DPR Jadi Sorotan

Ketiga istrinya ikut jadi tim sukses yang mengantarkan Achmad Fadil…

Rabu, 02 Oktober 2019 13:44

Sepenggal Kemeriahan Menuju Pesta Perayaan HUT Ke-20 Kutim, Dari Tradisional Ingatkan Milenial

Bisa dihitung jari, bahkan sudah benar-benar tidak diketahui. Permainan tradisional…

Sabtu, 28 September 2019 11:13

Jatuh Cinta dengan Matematika, Bawa Amel Rebut Emas di Hong Kong

Matematika. Kerap punya pamor tak baik di kalangan siswa. Dianggap…

Jumat, 13 September 2019 10:01
Petualangan Warkop DKI Menyelesaikan Misi dari Agen Rahasia

Lucu meski Kurang Nendang

Warkop DKI Reborn menghadirkan cerita dan cast baru. Aliando Syarief…

Kamis, 12 September 2019 14:31

Devano Gabriel, Drummer Cilik yang Juara Kontes Drum Internasional di Singapura

Jangan pandang sebelah mata meski usianya masih belia. Kemampuannya dalam…

Rabu, 11 September 2019 11:20

Setiap Keris Punya Karakter, Salah Pakai Bisa Didenda

Setiap tahapan dalam prosesi Bisoq Keris menyimpan makna. Begitu pula…

Senin, 09 September 2019 09:09

Journalist Boarding School, Bangun Karakter “Siddiq – Amanah – Tabligh Fathanah”

Oleh: Amir Machmud Jurnalisme Kenabian (Prophetic Journalism). Berlebihankah impian ini,…

Sabtu, 07 September 2019 12:54

Cerita Tiga Guru Inisiator Perpustakaan Keliling

Di daerah pelosok, perpustakaan keliling ibarat oase bagi anak-anak. Mereka…

Sabtu, 07 September 2019 12:28

Ketika Warga Buruan Budidaya Ikan Hias di Sungai Depan Rumah

Sebanyak 800-an ikan di aliran Subak Dukuh, Banjar Bangunliman, Desa…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*