MANAGED BY:
RABU
11 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

FEATURE

Rabu, 02 Oktober 2019 13:44
Sepenggal Kemeriahan Menuju Pesta Perayaan HUT Ke-20 Kutim, Dari Tradisional Ingatkan Milenial
DILESTARIKAN: Peserta mengikuti lomba “asin jaga” di halaman kantor bupati pada agenda pembukaan HUT Kutim. LELA RATU SIMI/KP

PROKAL.CO, Bisa dihitung jari, bahkan sudah benar-benar tidak diketahui. Permainan tradisional yang mulai ditinggalkan. Seiring berkembangnya teknologi dan kemajuan zaman yang serba-elektronik, permainan yang biasa memanfaatkan alam tidak lagi digandrungi. Ada yang unik dengan rangkaian HUT Kutim tahun ini.

 

GARIS putih membentuk beberapa persegi. Garis itu menjadi lintasan khusus bagi pemain yang tugasnya berjaga. Jaraknya 4 meter setiap persegi. Setiap regu masing-masing bisa 4–5 orang. Setiap daerah namanya berbeda-beda. Di Kutim, orang-orang dulu lebih mengenal dengan sebutan permainan “asin jaga”.

Sebagai upaya melestarikan permainan tradisional, yang dianggap mulai jarang dijumpai, Pemkab Kutim sengaja melombakan asin jaga dan olahraga kasti, tepat di pembukaan agenda HUT ke-20 Kutim, sekaligus dirangkai dengan upacara Hari Kesaktian Pancasila yang dihelat kemarin (1/10) di halaman kantor bupati.

Sekda Kutim Irawansyah menjelaskan, tepat 12 Oktober nanti, merupakan hari jadi Kutim. Dia merasa permainan tradisional mulai kurang dikenal, khususnya kalangan milenial. Bagi dia, merasa resah dengan kondisi tersebut. Inisiatif muncul. Mengadakan perlombaan yang dapat mendidik masyarakat, khususnya anak muda sebagai generasi penerus bangsa. "Sekarang mulai tidak dilirik, harus dikenalkan ke khalayak, agar generasi muda tahu adanya perlombaan yang memiliki kekompakan," ujarnya dalam sambutan seusai pelaksanaan upacara Hari Kesaktian Pancasila kemarin (1/10).

Sekretaris Dispora Kutim Darmasnsyah menjelaskan, peringatan HUT Ke-20 Kutim merupakan momen tepat untuk melestarikan perlombaan tradisional. Dia tentu sangat mendukung. Perlombaan itu rupanya menarik perhatian. Sorak-sorak penyemangat membuat setiap regu yang bermain terlihat menikmati. Dua lomba itu sampai diikuti 78 regu. "Kami berupaya selalu menampilkan beragam permainan tradisional," katanya. Menurut dia, lomba tradisional harus terus digelar.

Sebelumnya, lomba tradisional lain juga sudah dibuat saat perayaan HUT RI, Agustus lalu. Selanjutnya, dalam pelaksanaan pesta adat juga rencananya dilaksanakan hal serupa, namun berbeda jenis. "Ciri khas Kutim, setiap perayaan selalu dihubungkan dengan hal-hal tradisional. Nanti di pesta adat akan ada gasing dan sumpit," tuturnya. Turut melibatkan pelajar se-Kutim, sebagai upaya pengenalan dan pendidikan melalui sekolah. "Kami selalu ajak pelajar jadi peserta, minimal mereka kenal dan bisa terus dilestarikan," tutupnya. (*/la/dra2/k8)


BACA JUGA

Selasa, 10 Desember 2019 11:09

Cerita Kelompok YPAC Music Percussion, Senyumin Aja kalau Ada Yang Nyinyir

YPAC Music Percussion menunjukkan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk menjadi…

Sabtu, 07 Desember 2019 12:16
Rindu Leluhur, Bocah-Bocah Omah Cangkem Diundang ke Kaledonia Baru

Seperti Bertemu Saudara, Trenyuh Gamelan 30 Tahun Ditabuh Lagi

Bocah-bocah yang tergabung dalam Omah Cangkem belum lama ini menorehkan…

Sabtu, 07 Desember 2019 11:10
SMPN 20 Depok setelah Puluhan Siswanya Terinfeksi Hepatitis A

Diliburkan Tiga Hari, Sediakan Ujian Susulan untuk Yang Masih Dirawat

Pihak sekolah membantah kesimpulan Kementerian Kesehatan bahwa penular virus adalah…

Senin, 02 Desember 2019 12:38

Sijantang Koto dan Abu ”Abadi” Cerobong Pembangkit Listrik

AGUS DWI PRASETYO, Jawa Pos, Sawahlunto   Bocah laki-laki itu…

Kamis, 28 November 2019 13:39
Mengikuti Keseharian Ahmad Tohari, Puluhan Tahun setelah Ronggeng Dukuh Paruk Lahir (2-Habis)

Nyabut Singkong, Dikencingi Dulu, lalu Dimakan Langsung, Itu Pengalaman Nyata

Ahmad Tohari akan terus menulis...selama tak ada ciap-ciap anak ayam…

Rabu, 27 November 2019 12:07
Sehari Bersama Ahmad Tohari, sang Penulis Ronggeng Dukuh Paruk (1)

Dari Gus Dur Belajar tentang Permainan Kata dan Humor

Sampai usia 71 tahun sekarang ini, Ahmad Tohari terus bersetia…

Selasa, 26 November 2019 13:22

Kisah Tutik Suwani, Sarjana Perhotelan yang Pilih Mengajar di SLB

Tugas seorang guru salah satu adalah mengajarkan baca dan tulis…

Selasa, 26 November 2019 11:31

Cerita Penyusunan Buku Saku Penanganan Kasus Kekerasan Seksual di Kampus

Inge dan Yayas pertama menggagas buku ini saat sama-sama menangani…

Rabu, 20 November 2019 10:17
Ahnaf Fauzi Zulkarnain, 10 Besar KJSA Goes Digital 2019

Belajar lewat YouTube, Bikin Robot Pelayan Penderita Stroke

Berawal dari rasa peduli terhadap sesama, siswa MTsN 4 Gunungkidul…

Sabtu, 16 November 2019 12:57

Ananda Badudu yang Ingin Kembali Teruskan Karir Bermusik

Menjadi jurnalis dan musisi sudah dilakoni Ananda Badudu. Namun, begitu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.