MANAGED BY:
SELASA
12 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

BALIKPAPAN

Rabu, 02 Oktober 2019 11:06
Menengok ITF di Balikpapan, Salah Satu Pilot Project dari Kementerian PUPR

Ubah Sampah Jadi Pupuk, Produksi 3 Ton Per Hari

PROKAL.CO, Tidak banyak kota yang telah memiliki pengelolaan sampah berbasis intermediate treatment facility (ITF). Kehadiran ITF membuktikan Balikpapan telah sangat maju. Sebab fasilitas ITF dianggap efektif dan efisien mengelola sampah. Banyak negara maju menerapkannya.

 

JIKA Jakarta masih sibuk dengan pembangunan ITF, ternyata Balikpapan sudah lebih dahulu punya fasilitas ini. Berdiri sejak 2017, ITF Balikpapan berlokasi di Kota Hijau Daksa, Balikpapan Selatan. ITF merupakan fasilitas pengelolaan sampah organik dengan hasil akhir pupuk kompos. ITF Balikpapan termasuk satu dari tiga lokasi pilot project Kementerian PUPR.

Selain Balikpapan, pembangunan ITF juga dilakukan di Malang dan Lombok Timur. Dalam satu hari, ITF Balikpapan menerima sekitar 5-8 ton sampah organik per hari. Contohnya dari 5 ton sampah yang masuk bisa menghasilkan 3 ton pupuk kompos. Sementara 2 ton sisanya merupakan sampah residu yang dibuang lagi ke TPA Manggar.

Sementara ini ‘bahan baku’ pupuk adalah sampah yang berasal dari Pasar Sepinggan dan Kelurahan Gunung Bahagia. Dua lokasi yang dianggap sebagai percobaan awal. Alasannya karena dua lokasi ini lebih mudah dalam sisi pengangkutan sampah. Misal di Kelurahan Gunung Bahagia, sampah di sana sudah dipilah langsung dari sumber. Warga sudah memilah antara sampah organik dan non-organik sejak dari rumah masing-masing.

Namun untuk mengubah sampah menjadi pupuk kompos, tentu ada tahapan dan prosesnya. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Suryanto bersama Kabid Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Nursyamsiarni menjelaskan, awalnya sampah datang menggunakan truk sampah khusus. Pemkot Balikpapan mendapat mobil ini dari bantuan Kementerian PUPR. Hasil dari keberhasilan Balikpapan meraih penghargaan Sanipura Award 2016.

Mobil ini yang menjadi pengantar sampah sebagai bahan baku pupuk. Setiap hari, mobil tiba di ITF sekitar pukul 09.00 Wita. Dalam tahap pertama, sampah melalui proses pemilahan yang dilakukan enam orang sekaligus. Sehingga pemilahan sampah sangat detail, seminimal mungkin sampah non-organik yang terbawa.

Kedua, tahap pencacahan seperti menghancurkan sampah melalui mesin penggiling. Sampah jadi lebih terurai dan hancur. Ketiga, proses pengendapan agar sampah lebih hancur terdegradasi. “Pengendapan perlu dilakukan untuk membuat terciptanya proses kimiawi, bakteri bekerja menghancurkan sampah,” ucapnya.

Dalam proses pengendapan ini, sampah ditaruh dalam keranjang atau bucket. Kemudian disimpan di dalam ruangan penyimpanan selama 20 hari. Setiap hari, sampah akan disemprot dengan air lindi selama 15 menit. Suatu cairan yang dihasilkan dari timbunan sampah sendiri.

“Air ini membantu proses kimiawi. Sebenarnya air biasa bisa, tapi lama untuk pengomposan. Lebih bagus dengan air lindi,” sebutnya. ITF Balikpapan memiliki 20 ruangan untuk proses pengendapan tersebut. Setelah 20 hari pengendapan, sampah yang mulai terlihat perubahannya menjadi kompos ini masuk tahap penjemuran.

Tujuannya agar bisa kontak dengan udara yang membuatnya kering. Dengan begitu, bau tak enak dari sampah akan hilang. Dia menuturkan, perlu waktu selama 20 hari juga untuk penjemuran. Jika sudah rampung, baru kompos siap untuk pengarungan alias package. “Rata-rata produksi kompos sekitar 2-3 ton per hari. Jadi bergantung dengan jumlah bahan baku yang disetor,” katanya.

Dia mengungkapkan, sementara ini produksi belum maksimal karena baru satu mesin yang bekerja. Sebenarnya ITF Balikpapan memiliki dua mesin pencacah dengan kapasitas produksi 5 ton per hari. Jika dua mesin bekerja, maka membutuhkan bahan baku sampah sekitar 10 ton per hari. Di mana, nantinya bisa menghasilkan 6 ton pupuk kompos.

Pihaknya juga akan menambah satu tahapan lagi untuk membuat kualitas pupuk lebih halus. Sudah tersedia satu unit untuk penghalusan pupuk. Tahapan ini akan digunakan setelah pengeringan atau penjemuran.

"Total petugas ada 20 orang. Sebenarnya masih kurang karena dua alat belum bekerja maksimal atau kapasitas penuh," bebernya. Saat ini produksi kompos digunakan sesuai permintaan.

Terutama kegiatan masyarakat instansi, sampai organisasi perangkat daerah yang berhubungan dengan penanaman untuk penghijauan kota.

Sehingga belum sampai dijual komersil ke pasar. Ada target untuk produksi massal. Sehingga pupuk bisa menghasilkan nilai ekonomis. "Kami sedang ada kajian dengan PT Pupuk Indonesia, jika bisa produksi masal," ujarnya.

Sebagai informasi, fasilitas fisik bangunan ITF Balikpapan dari bantuan Kementerian PUPR. Sedangkan saat ini pemeliharaan aset dan upah karyawan sudah menggunakan APBD kota. (gel/ms/k18)

loading...

BACA JUGA

Senin, 11 November 2019 12:59
Operasi Zebra, Pelanggar Dominan Roda 2

Selama Operasi Zebra, Lebih 14 Ribu Surat Tilang

Angka pelanggaran lalu lintas setiap tahun cenderung bertambah. Roda dua…

Senin, 11 November 2019 12:58

Adu Kreatif Lomba Mading Rupiah 3 Dimensi, Cintai, Jaga dan Rawat Uangmu…

Kreativitas tuntutan bagi para generasi muda. Dengan kreativitas, mereka dapat…

Senin, 11 November 2019 12:56

Kodrat Tewas di Tangan Kakak Selingkuhan

BALIKPAPAN – Penganiayaan berujung pembunuhan terjadi di sebuah indekos di…

Minggu, 10 November 2019 23:57
CKB Gagas Aksi Bersih-Bersih Pantai Smacly Lamaru

Kebijakan Berhasil Kurangi 56 Ton Sampah Plastik

Wajah sebagian pantai Balikpapan mulai indah dan bebas dari sampah.…

Minggu, 10 November 2019 23:40

INGAT..!! Tilang Elektronik Berlaku Januari

Kepolisian di wilayah hukum Polda Kaltim berencana menerapkan tilang elektronik…

Minggu, 10 November 2019 23:38

APBD 2020 Diprediksi Rp 2,24 Triliun

BALIKPAPAN – Pekan ini, Badan Anggaran (Banggar) DPRD Balikpapan bersama…

Minggu, 10 November 2019 23:37

Instagrammer Luar Daerah Kumpul Eksplorasi Kota Minyak

BALIKPAPAN – Kali pertama di Kota Minyak, sejumlah pegiat media…

Jumat, 08 November 2019 10:30

Begini Modus Pelaku Penipuan Identitas Registrasi SIM Card

BALIKPAPAN – Pengembangan terus dilakukan Subdit V Siber Direktorat Reserse…

Kamis, 07 November 2019 11:56

Mural, Ubah Kampung Damai Lebih Berwarna

Sepanjang mata memandang, dinding-dinding dipenuhi beragam gambar. Beberapa flora dan…

Kamis, 07 November 2019 11:55

Dilindas Truk, Pengendara Tewas

BALIKPAPAN – Haris (58), warga Kelurahan Pantai Lango RT 3,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*