MANAGED BY:
SABTU
16 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Selasa, 01 Oktober 2019 09:53
Teknologi Penyuburan Tanah Berbasis Nuklir
ilustrasi

PROKAL.CO, Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) memperkenalkan teknologi pengolahan lahan tidak subur berbasis nuklir. Melalui teknologi ini, tanah diolah sehingga bisa subur kembali. Diperkirakan di wilayah Indonesia, 75 persen dari luas lahan kualitasnya jelek sehingga tidak bisa ditanami.

Kepala Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR) Batan Totti Tjiptosumirat menuturkan perbaikan kualitas lahan yang mereka lakukan menggunakan teknologi bioremediasi. ’’Kondisi lahan pertanian yang semakin menyempit, perlu peningkatan kualitas lahan agar tetap produktif,’’ katanya di kantor Batan  (30/9).

Totti menjelaskan teknologi bioremediasi diantaranya digunakan untuk menyuburkan kembali lahan yang tercemar logam berat. Umumnya lahan yang tercemar logam berat adalah lahan bekas tambang. Setelah disuburkan dengan menyebar sejumlah mikrorganisme, tanah tersebut diharapkan bisa ditanami kembali.

Peneliti Bidang Industri dan Lingkungan PAIR Nana Mulyana menuturkan lahan yang rusak saat ini tidak hanya bekas tambang saja. Tetapi sejumlah area pertanian juga mengalami kerusakan. Sehingga tidak bisa digunakan kembali untuk pertanian.

’’Tanah tidak subur disebabkan laposan atas atau top soil bisa karena alam atau tangan manusia,’’ tuturnya. Dia menjelaskan teknologi bioremediasi perlu dilakukan mengingat 75 persen lahan di Indonesia tidak subur.

Dia menegaskan mikroorganisme yang digunakan pada teknologi bioremediasi adalah dari lokal. Kemudian sifatnya tidak invasif atau menggerus mikroorganisme lokal. Secara teknis lahan yang akan disuburkan dibersihkan dahulu dari zat-zat yang merusak. Kemudian baru setelah itu menggunakan mikroba untuk menyuburkan tanah.

Nana lantas menjelaskan peran teknologi nuklir untuk penyuburan tanah dilakukan dengan radiasi media atau wadah penyimpan mikroorganisme. Media tadi diradiasi dengan sinar gamma dengan dosis 25 kGrey. ’’Dengan pancaran sinar gamma itu mikroorganisme dapat terjaga kualitasnya hingga masa penyimpanan satu tahun,’’ tuturnya. (wan)


BACA JUGA

Jumat, 15 November 2019 13:12

Tahun Depan, Ngga Lulus Sertifikasi, Ngga Bisa Nikah

JAKARTA– Bagi anda yang berencana menikah tahun depan, bersiaplah untuk…

Jumat, 15 November 2019 09:55

Gempa Membuat Masyarakat Bali Panik

JAKARTA– Warga penghuni pulau Bali sebelah utara dan barat dikagetkan…

Jumat, 15 November 2019 09:48

Kementerian Inilah yang Pindah Pertama Kali ke IKN di Kaltim

 JAKARTA- Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menjanjikan bahwa kementeriannya akan menjadi…

Jumat, 15 November 2019 09:44

Teroris Medan Terpapar Istri yang Intens Temui Napiter

JAKARTA— Densus 88 Anti Teror menemukan fakta baru terkait RMN,…

Kamis, 14 November 2019 12:38

Otak Penyulingan Minyak Ilegal Masih Berkeliaran

Memanfaatkan lahan kosong dan tak jauh dari perusahaan tambang, lokasi…

Kamis, 14 November 2019 12:26
Sidang Kayat, Hakim PN Balikpapan yang di-OTT KPK

Hakim Non Aktif Itu Tolak Sertifikat Tanah, Maunya Uang Tunai

SAMARINDA–Lahan seluas 7,6 hektare di Km 8, Transad, Balikpapan Utara,…

Kamis, 14 November 2019 12:19

Terapkan Nontunai di Tol Balsam, Lima Bank Digandeng

BALIKPAPAN–Gerbang Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam) dipastikan dilayani tanpa petugas. Setiap…

Kamis, 14 November 2019 12:05

Venesia, Kota Terapung yang Makin Tenggelam

Acqua alta kembali menghanyutkan seluruh permukaan Kota Venesia, Italia, Selasa…

Kamis, 14 November 2019 11:19

ALAMAK..!! Hutang BPJS Kesehatan Kian Menumpuk

JAKARTA – Utang BPJS Kesehatan kepada rumah sakit tak tanggung-tanggun.…

Kamis, 14 November 2019 11:12

Draft Perpres Rampung, Semua Kalangan Bisa Terima Kartu Prakerja

JAKARTA– Tak ada syarat khusus untuk menerima kartu prakerja. Hanya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*