MANAGED BY:
JUMAT
22 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

KALTIM

Senin, 30 September 2019 17:52
Kemasukan Air Laut, Dua Boiler Rusak Berat, Warga Pasrah Gelap-gelapan
ilustrasi

PROKAL.CO, Persoalan suplai listrik di Kabupaten Berau tidak kunjung tuntas. Akhir 2017 lalu masyarakat dibuat geram dengan pemadaman bergilir yang cukup panjang, kisah itu kini kembali menghantui warga.

 

TANJUNG REDEBSejak Sabtu (28/9), listrik di beberapa wilayah, khususnya di Kecamatan Tanjung Redeb, sudah padam. Hal itu tentu berdampak ke aktivitas masyarakat.

Manajer Unit Layanan Pelanggan (ULP) Tanjung Redeb Hendra menyebut, pemadaman terjadi karena kurangnya suplai listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Lati. PLTU tersebut satu-satunya penyuplai listrik ke PLN Berau. Kurangnya daya dari PLTU Lati, sebut dia, karena boiler di PLTU yang dikelola PT Indo Pusaka Berau (IPB) rusak. Bersama PT IPB, saat ini diupayakan membenahi gangguan yang ada. Namun, dia tidak menampik ada kesulitan yang membuat perbaikan tidak dapat diprediksi waktu rampungnya. Terlebih, tidak menjamin bisa beroperasi secepatnya.

“Kami berusaha semaksimal mungkin agar sistem kelistrikan Berau segera pulih,” katanya saat diwawancarai, kemarin (29/9).

Ditemui terpisah, Direktur PT IPB Najemuddin membenarkan bahwa saat ini dua boiler di PLTU Lati rusak. Kerusakan terjadi karena pipa pada boiler mereka rusak karena kadar garam yang tinggi dari air laut.

Masuknya air laut ke boiler sudah berlangsung sepekan. “Air sungai yang dipakai untuk menghasilkan uap itu tercampur air laut. Jadi kalau dipaksakan terus, kemungkinan bisa tiga boiler yang rusak. Kalau sudah begitu tentu membuat pemadaman berlangsung semakin lama,” katanya.

Najemuddin juga tidak bisa memperkirakan waktu perbaikan pada boiler. “Tim sudah mengupayakan agar hal tersebut bisa segera diatasi. Terkait estimasi waktu perbaikan, kami belum bisa memastikan karena kondisi kemarau juga masih berlangsung. Sudah dua bulan ini, belum ada turun hujan di kawasan sana,” singkatnya. (*/hmd/sam/dra2/k8)

 


BACA JUGA

Jumat, 22 November 2019 09:47

Perusahaan di Berau Masih Suka Pakai Vendor Luar Daerah, Padahal Lokal Sudah Oke

TANJUNG REDEB–Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Berau Al Hamid menyesalkan masih…

Jumat, 22 November 2019 09:46

2020, Paser Terima DAK Infrastruktur Rp 68 Miliar

TANA PASER - Pada 2020 mendatang, Kabupaten Paser kembali mendapat…

Jumat, 22 November 2019 09:45

2020 Jatah Dana BPNT Ditambah, Dari Rp 110.000 naik Rp 150.000

TANA PASER - Peralihan program Kementerian Sosial (Kemensos) untuk warga…

Jumat, 22 November 2019 09:38

Perusahaan Diminta Peduli Jalan Rusak

  ENDAWAR - Sejumlah ruas jalan umum di ibu kota…

Rabu, 20 November 2019 22:55

Pencuri Onderdil Alat Berat Dibekuk

TENGGARONG- Kasus pencurian alat berat yang meresahkan di Kecamatan Tenggarong Seberang,…

Rabu, 20 November 2019 22:52

Disegel Ahli Waris, Minta Pembayaran Pinjam Pakai, Pengurus PMI Mengungsi

SANGATTA–Pengurus PMI Kutim terpaksa angkat kaki mencari hunian baru sebagai…

Rabu, 20 November 2019 22:50

Jembatan Penopang Timpang, Badan Jalan Turun, Lima Kecamatan Terancam Terisolasi

Jembatan Sungai Lembang di Kecamatan Bengalon, tepat di bibir jembatan…

Rabu, 20 November 2019 13:03

Pembangunan Jembatan Sebulu dan Loa Kulu Mencuat Lagi

Wacana pembangunan dua jembatan yang sempat menguap kini kembali dilirik.…

Rabu, 20 November 2019 13:01

Ada Potensi PAD dari Kapal Pandu

  Keberadaan sejumlah jembatan di Kukar berpotensi menambah pendapatan asli…

Rabu, 20 November 2019 13:01

Ombau Asa Belum Nikmati Listrik dan Air Bersih

SENDAWAR–Pemerataan pembangunan di Kutai Barat (Kubar) dianggap belum maksimal. Tidak…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*