MANAGED BY:
KAMIS
14 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

KALTIM

Senin, 30 September 2019 17:43
Pokdarwis Kampung Warna - Warni Raih Peringkat ke Empat Nasional
Tim Penilai dari Kementerian Pariwisata saat meninjau lokasi Kampung Warna Warni di Desa Janju, Kecamatan Tanah Grogot pada Agustus lalu. NAJIB/KP

PROKAL.CO, TANA PASER - Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporpar) Kabupaten Paser Yusuf Sumako mengungkapkan, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), yang berada di Desa Janju, berupa Kampung Warna - Warni, dipilih Kementerian Pariwisata sebagai 2 Pokdarwis terbaik di Bumi Etam (Kaltim) berlaga di ajang Indonesia Suistanable Tourism Award (ISTA) 2019. Akhirnya meraih penghargaan berupa peringatan 4 terbaik untuk kategori Desa Wisata yang sedang berkembang. Ini menjadi suatu prestasi karena berhasil bersaing dengan 30 pokdarwis lainnya dari kabupaten kota lain di Indonesia. 

" Indikator dipilihnya Kampung Warna Warni karena pemberdayaannya ke masyarakat lokal, kebersihan dan dampak ekonomi kreatifnya bisa membantu warga sekitar. Dengan prestasi ini, pariwisata Paser kini lebih dikenal secara nasional dan multi player efek lainnya ialah kita bisa mendapatkan banyak alokasi dana dari APBN. Ini kali pertama Paser mengikuti ajang Pokdarwis dan bisa meraih prestasi. Banyak daerah lain yang berkali kali ikut namun belum mendapat hasil," ujar Yusuf Sumako, (29/9). 

Pokdarwis dari Kabupaten Paser, bersama Pokdarwis Kuala Abadi Kota Bontang (peringkat kedua) berhasil mengharumkan nama Kaltim diperingatkan empat besar.  

Ketua Pokdarwis Kampung Warna Warni Kabupaten Paser Ahmad Afandi menyebut Kampung Warna Warni merupakan objek wisata berbasis masyarakat. Artinya dari masyarakat, oleh masyarakat dan untuk masyarakat.  "Lokasi wisata ini  dibentuknya sejak akhir 2017. Berjalan 1 tahun setengah lebih, sudah banyak inovasi yang dilakukan," sebutnya.

 Kepala Desa Janju, Edi Karyadi menyebut kendati masih banyak pengembangan. Keterlibatan masyarakat sekitar ialah yang terpenting selama proses kemajuan lokasi wisata ini. Pembangunan objek wisata ini  murni swadaya masyarakat. Fasilitas yang diberikan pemerintah dimanfaatkan dengan baik untuk kemajuan desa. 

" Kita tidak menggunakan APBD atau memanggil investor. Saat ini Peraturan Desa belum terbit. Rencananya 20 persen pendapatan dari lokasi wisata ini untuk Pendapatan Asli Desa, tapi untuk sementara pembagiannya 40 persen buat pengelola dan 60 persen untuk pengembangan," ujar kades. 

Selain tempat wisata yang banyak dijadikan wahana swafoto, wisata yang lokasinya berjarak 10 kilometer dari ibu kota Tana Paser ini memiliki beragam wahana. Seperti wahana memancing, sepeda air, dan berbagi wahana air lainnya. Serta ada Hutan Mangrove yang bisa dikunjungi di sekitar lokasi dengan menggunakan perahu bermesin yang disediakan.  

Wisata ini masuk nominasi karena kepopulerannya, serta penilaian di lapangan yang masuk kriteria Pokdarwis. Ada banyak elemen yang terlibat dalam penilaian ini, mulai dari dukungan pemerintah, media, akademis, hingga masyarakat di wilayah wisata itu sendiri yang terpenting. 

Tujuan dibentuknya Pokdarwis ini salah satunya untuk memperkuat eksistensi wisata tiap daerah. Dan tentunya membantu perekonomian warga sekitar wisata, agar semakin kreatif dan inovatif. Tanpa harus mengandalkan investor untuk pengembangan pariwisatanya.  

Pokdarwis ialah wisata yang pengelola nya tidak mengutamakan profit. Namun lebih memprioritaskan pengembangan untuk kepentingan kemajuan bersama. (/jib)

 


BACA JUGA

Selasa, 12 November 2019 13:42

"Dicueki" Bisa Terancam Sanksi, Tak Umumkan RUP, Bakal Kesulitan Anggaran

Kutim diwajibkan menjelaskan ke publik terkait rencana umum pengadaan (RUP) secara…

Selasa, 12 November 2019 13:41

Faktor Alam Mengkhawatirkan, Riskan Merusak Jaringan Listrik

TANJUNG REDEB–Meminimalkan terjadinya gangguan listrik karena faktor alam, PT PLN…

Selasa, 12 November 2019 13:40

Kekuatan Kodim Pas-pasan

SANGATTA–Kodim 0909/Sangatta kekurangan personel. Untuk diketahui, hingga saat ini, baru…

Selasa, 12 November 2019 13:39

Pebalap Liar di Bawah Umur Tumbuh Subur, Tilang dan Pembinaan Tak Mempan

Aksi kebut-kebutan di jalan, seolah jadi “penyakit masyarakat” yang sulit…

Selasa, 12 November 2019 13:38

8,34 Persen Wilayah Kukar Lubang Tambang

DRD mengadakan diskusi di kantor Bappeda Kukar kemarin (11/11). Bupati…

Selasa, 12 November 2019 13:37

RSUD Fokus Pertahankan Akreditasi Paripurna

TENGGARONG – Menjelang survei akreditasi rumah sakit tahun 2019, RSUD…

Selasa, 12 November 2019 13:36

Kerusakan Gedung SD Beloan Semakin Parah

SENDAWAR - Angin disertai hujan menjadikan fisik bangunan SD 08 Kampung…

Selasa, 12 November 2019 13:36

Formasi CPNS di Paser Diumumkan Hari Ini

TANA PASER – Jika sejumlah daerah lainnya di Kaltim sudah…

Selasa, 12 November 2019 13:35

Minim Anggaran, Tahun Depan Damkar Bentuk OPD Baru

TANA PASER - Sekretariat Daerah (Sekda) Kabupaten Paser Katsul Wijaya…

Senin, 11 November 2019 23:17

Sebagian Sambaliung Rawan Banjir

SAMBALIUNG–Memasuki musim hujan, beberapa ruas jalan di Kecamatan Sambaliung kerap…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*