MANAGED BY:
RABU
20 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

LIFESTYLE

Senin, 30 September 2019 16:49
Compulsive Buying Disorder, Candu Membeli, Lampiaskan Emosi
TEMAN: Cara lain untuk mengurangi aksi curhat di media sosial adalah mencari teman yang sekiranya bisa Anda percaya untuk diajak bercerita. Tak harus memberi solusi, yang penting Anda sudh bisa meluapkan emosi yang terpendam.

PROKAL.CO, EMOSI merupakan suatu hal wajar yang diungkapkan. Setiap manusia memiliki emosi berbeda-beda. Bergantung bagaimana setiap individu itu mengontrolnya. Tidak semua emosi dapat terlihat melalui bahasa tubuh, ekspresi wajah, tingkah laku, hingga perubahan diri.

Hal itu dijelaskan dr Yenny Abdullah SpKJ, semua bergantung kepada setiap individu itu mau memperlihatkan emosinya kepada orang lain atau hanya menyimpannya sendiri.

Tak terpaut usia, semua manusia memiliki emosi bahkan bayi. Namun, emosi yang dimiliki bayi atau anak-anak berbeda dengan emosi orang dewasa. Emosi orang dewasa biasa diutarakan melalui ekspresi dan tindakan.

Sementara emosi bayi atau anak-anak lebih diutarakan melalui tangisan, rengekan, teriakan, bahkan tindakan jika anak mengalami temper tantrum atau emosi meledak-ledak.

“Rasa marah tak hanya menunjukkan kelemahan, juga mengacaukan pikiran dan kerap berujung pada pengambilan keputusan yang salah. Kemarahan terbukti dapat merusak kesehatan mental dan fisik,” ucapnya saat disambangi di Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Atma Husada Mahakam Samarinda.

Dijelaskan bahwa setiap individu memiliki emosi dan punya cara tersendiri mengungkapkan. Setelah membahas lampiaskan emosi melalui media sosial, ada pula melampiaskan emosi dengan membeli barang.

Terdengar aneh, tapi dr Yenny menjelaskan, penyakit mental yang gemar membeli barang itu benar adanya. Disebut compulsive buying disorder (CBD). Spesialis kejiwaan itu mendefinisikan CBD sebagai kondisi psikologi kronik. Hasrat berulang-ulang hingga kecanduan membeli barang atau jasa yang umum, maupun spesifik, misalnya perhiasan dan pakaian.

“Tidak ada penyebab pasti seseorang mengidap CBD. Faktor begitu beragam, salah satunya bipolar. Gangguan mental  menyerang kondisi psikis seseorang,” ujarnya.

Ditandai dengan perubahan suasana hati yang sangat ekstrem, berupa maniak dan depresi. Istilah medis disebut manic depressive. Suasana hati penderitanya dapat berganti secara tiba-tiba antara dua kutub bipolar berlawanan yaitu kebahagiaan atau maniak dan kesedihan atau depresi yang berlebihan, tanpa pola juga waktu pasti.

“Nah, CBD ini berada di sisi maniak. Tanpa berpikir panjang, penderita akan melakukan sesuatu hal yang sesungguhnya merugikan. Selain membeli barang, bisa saja tanpa sadar dia membagikan uang,” jelasnya.

Selain bipolar, CBD bisa disebabkan jika seseorang memiliki self control lemah atau kurang. Jadi, ketika emosi terlalu besar dan tak bisa ditahan lagi, akhirnya dilampiaskan dengan membeli barang.

“Konsep emosi itu sama seperti air mengalir, selalu ingin mencari jalan keluar. Jika mengalirkan air lewat selang, lalu di tengah selang kita lilit sampai air tidak bisa mengalir dan tersendat, akhirnya sisi selang yang terhubung dengan keran akan copot dan memuntahkan air yang tersendat,” bebernya.

Konsep air mengalir itu dikaitkan dengan CBD. Jika penderita sudah tak bisa membendung emosi, dia akan berbelanja apapun demi mengurangi rasa beban, sedih, kecewa, marah yang berlebihan dan tertumpuk.

Hal itu yang dirasakan Siska Dwi Putri. Meski saat ke psikiater dirinya tidak sampai didiagnosis CBD, beberapa sifatnya mendekati gejala awal CBD. Tidak nyaman atau gelisah apabila tidak berbelanja dalam jangka waktu tertentu.

“Jujur, dalam satu bulan saya ini bisa beli lebih dari tujuh barang. Entah itu tas, baju, atau aksesori lain. Saya juga enggak tahu pasti alasannya kenapa, tapi yang saya rasakan ada ketenangan dan rasa senang kalau belanja,” ucapnya.

Putri merupakan karyawan perusahaan swasta, memiliki gaji yang cukup, tapi tidak akan cukup jika digunakan berfoya-foya. Sang suami, Ilham Aji menuturkan, sudah sering menegur. Dari cara yang halus hingga tegas.

“Demi kebaikan juga, cari uang itu setengah mati, tapi habiskan uang setengah sadar. Jadi bukannya saya pelit, tapi bantu istri biar lebih bisa mengontrol diri,” ujar Ilham.

Yenny menuturkan, alih-alih mendapat ketenangan, yang ada malah masalah semakin bertambah. Misal, pinjam uang menumpuk utang dan keuangan menurun drastis. Jika tak ditangani, berujung pada keretakan rumah tangga jika penderita sudah memiliki pasangan.

“Saya tidak bisa menjanjikan satu solusi untuk penderita CBD. Sebab, harus ditelaah dari penyebabnya dulu. Mudah kalau disebabkan oleh self control yang lemah, karena bisa diselesaikan dengan dukungan lingkungan. Namun, kalau bipolar harus segera ke psikiater,” tambah dr Yenny.

Pada akhirnya, Yenny memberi pesan kepada seluruh generasi muda, khususnya kaum hawa yang kurang mampu mengendalikan emosi. Bijaklah menggunakan internet, gunakan sesuai porsinya agar tak merugi. (*/nul*/rdm2/k16)

 


BACA JUGA

Minggu, 10 November 2019 10:33

Jangan Dibuang, Ini Manfaat Kulit Jeruk

Tak banyak yang tahu kulit jeruk juga mempunyai manfaat besar.…

Senin, 04 November 2019 10:30

Sajian Special Ramen, Paduan Apik Cita Rasa Tiga Negara

Hidangan internasional begitu menggoda. Bercita rasa kaya dan tak biasa…

Senin, 04 November 2019 10:29

Pilih Kuah Sesuai Selera

SALAH SATU penyajian unik terdapat di ramen iga bakar yakni…

Senin, 04 November 2019 10:21

Atasi Ngilu Geraham Bungsu

SEDERHANANYA, perikoronitis adalah kondisi gigi yang meradang hingga menyerang jaringan…

Senin, 04 November 2019 10:20

Gigi Berlebih Bikin Risih

IDEALNYA, seorang dewasa memiliki gigi berjumlah 32 buah. Namun, dalam…

Senin, 28 Oktober 2019 13:43

Nasi Goreng dan Chicken Steak, Hidangan Klasik, Demi-glace Saus Jamur

Siapa yang menolak nasi goreng? Apalagi, ada beragam isian. Ayam…

Senin, 28 Oktober 2019 13:42

Syphon Coffee dan Tahu Cabai Garam

DARI sekian banyak teknik membuat kopi, ada satu teknik bernama…

Senin, 28 Oktober 2019 13:39

Perut Kembung, Sepele tapi Serius

Penyakit satu ini memang sepele. Namun, membawa dampak serius. Apalagi…

Senin, 28 Oktober 2019 13:38

GERD dan IBS, Dua Masalah Pencernaan Anak

ADA dua penyakit pencernaan yang lumayan sering menyerang anak yakni…

Senin, 21 Oktober 2019 11:48

Eka Iskandar Putra, 30 Tahun di Industri Hiburan

Zaman semakin modern. Semua serba digital, berpikir semakin maju, tak…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*