MANAGED BY:
SENIN
25 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

BALIKPAPAN

Senin, 30 September 2019 09:12
Lokarya dan Diskusi Bersama Seniman Lokal, Retjeh, Tempat Para Pecinta Seni
DUNIA SENI: Para peserta kelas workshop Eco Print Hapazome saat event Retjeh di Lamin Pohon, Balikpapan. FUAD MUHAMMAD/KP

PROKAL.CO, Para seniman lokal Kota Minyak punya wadah untuk memamerkan karya mereka. Namanya, Remeh tapi Kerjeh (Retjeh).

 

PAMERAN dan lokarya ini digelar, Sabtu (28/9) di Lamin Pohon, Komplek PU Prapatan, Balikpapan Kota. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan minat dan geliat industri kreatif di Balikpapan, terutama dari kalangan muda.  

Kegiatan tersebut diprakasai Sophie Razak, Founder Rumah Seni Nirmana. Dia mengungkapkan, Retjeh merupakan bagian dari program off air dan akan menjadi sepenggal jejak cerita bagi para seniman yang ikut serta di dalamnya.

Diikuti seniman dari berbagai kalangan dan usia, mulai aksesoris, pakaian, hingga lukisan. Mengembalikan budaya lama, pengunjung diajak menikmati pameran dalam suasana santai. 

Pengunjung juga bisa mengikuti workshop yang diadakan panitia seperti merajut, membuat aksesoris dari kain perca, membuat decoupage dan eco print. Tampak berbagai hasil kerajinan mulai sepatu bayi dan dewasa, tas serta dompet rajut.

Termasuk boneka rajut yang dijual mulai Rp 70 ribu sampai ratusan ribu. “Passion selama ini kita pahami, tidak lain adalah upaya diri untuk sekadar menjaga kewarasan,” jelasnya.

Padahal, kata dia, passion merupakan pencerahan, di mana seniman menemukan kembali kebahagiaan dalam hidup, serta mengetahui potensi diri dan tantangan serta peluang karier di masa depan.

Menjadi one solution, Retjeh merupakan tempat yang tepat bagi mereka yang menyukai seni, berbelanja, berdiskusi dengan duduk bersama. Melupakan sejenak permasalahan dan meluangkan waktu bersama keluarga.

Bahkan, tampak para keluarga datang bersama anak-anak mereka. Mendukung kegiatan ini terus berlanjut, ia berharap tahun depan Retjeh bisa kembali digelar. Lewat hal-hal sederhana, seperti duduk dan mengobrol ini, mereka ingin mengajarkan bahwa sumber kegembiraan bisa tercipta tanpa perantara gadget.

“Inilah salah satu tujuan kami, mengurangi penggunaan gadget,” imbuhnya. Bak candu, ia juga menuturkan, ketika seseorang telah menemukan passion terhadap suatu hal maka sulit baginya untuk berhenti. Sama halnya ketika belajar merajut, awal mula tentu mereka kesulitan.

Tapi lambat laun, merajut menjadi sesuatu hal yang sulit ditinggalkan. Lebih banyak waktu tanpa gadget, sembari merajut mereka bisa berkomunikasi dengan sanak-keluarga ataupun teman.

Menekuni dunia rajut, dikatakan Sophie tidaklah rugi. Kendati setiap orang memiliki proses yang berbeda agar bisa menguasainya dibutuhkan effort dan kesabaran. Bila sudah ditekuni, tentu bisa menambah nilai ekonomis. Hasil rajutan cukup bernilai tinggi.

Sophie menambahkan, bahwa hasil kerajinan rajut di Balikpapan tidak kalah dengan Pulau Jawa. Kadang, merajut butuh waktu latihan yang tidak sedikit. Harus punya niat kuat dan punya rasa penasaran.

“Bukan hanya merajut, seniman lain juga harus terus membuat dan menghasilkan produk baru terus-menerus. Jangan berhenti berpuas diri,” ucapnya.

Bukan hanya pameran biasa, pengunjung bisa mendaftarkan diri mengikuti workshop, membeli hasil kerajinan, dan mengikuti diskusi publik.  Menghadirkan tiga narasumber yakni Founder Muda Cuma Sekali Aldio Pramudia G, Digital Marketer di Bisnis.com Arnis Wigati  dan pendiri rumah produksi Santai Seharian Wahyu Triono. 

Kegiatan ini berlangsung dari pukul 10.00-22.00 Wita. “Tidak semua seniman memiliki market, mereka butuh diberi perhatian dan kesempatan. Agar kesejahteraan seniman lokal dapat naik,” tutupnya.(lil/kri)

 

 


BACA JUGA

Minggu, 24 Mei 2020 12:22

Awal Juni, Kepastian Ibadah Haji Tahun Ini

BALIKPAPAN- Kementerian Agama Republik Indonesia masih menunggu keputusan Arab Saudi…

Minggu, 24 Mei 2020 12:16

Rapid Test Sambung Menyambung, Rizal Sebut Kurang Jarum Suntik

Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan…

Minggu, 24 Mei 2020 12:12

"Kangen Penjara", 5 Napi Asimilasi Masuk Bui Lagi

BALIKPAPAN- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Balikpapan beberapa waktu lalu…

Minggu, 24 Mei 2020 11:57

Setelah 3 Bulan Setop, Layanan Pengurusan SIM Dibuka Lagi, Catat Tanggalnya Nih..!!

BALIKPAPAN- Setelah kurang lebih tiga bulan dihentikan, layanan pengurusan Surat…

Jumat, 22 Mei 2020 14:44

Ada 2 Klaster Baru Penyebaran Corona di Samarinda

BALIKPAPAN–Empat anggota DPRD Balikpapan termasuk dua PNS dan tiga tenaga…

Jumat, 22 Mei 2020 14:13

Di Balikpapan, Takbir Keliling dan Open House Dilarang

Masyarakat diminta menghindari atau pun menggelar kerumunan massa. Untuk memeriahkan…

Jumat, 22 Mei 2020 13:41

Bantah Tarif Naik, PLN Bilang Tagihan Bengkak karena Social Distancing dan WFH

Tagihan listrik meningkat tidak terlepas dari kebijakan pemerintah untuk social…

Jumat, 22 Mei 2020 13:11

Pencairan BST, Imbau Warga agar Lebih Tertib

BALIKPAPAN – Keramaian warga di Kantor Pos Balikpapan masih berlanjut…

Kamis, 21 Mei 2020 13:22

Stok Darah di PMI Makin Menipis

BALIKPAPAN—Selama pandemi Covid-19 kegiatan donor darah keliling tidak bisa dilakukan.…

Kamis, 21 Mei 2020 13:21

Izin Salat Id di Masjid Ditarik, Ibadah Cukup di Rumah

Pelaksanaan ibadah dengan mengumpulkan orang banyak sangat memungkinkan kembali terjadinya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers