MANAGED BY:
KAMIS
14 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Rabu, 25 September 2019 15:55
Irwan, Produsen Kostum Superhero Kelas Dunia dari Samarinda

Ditandatangani Tom Holland, Diekspor ke Amerika dan Jepang

PROKAL.CO, Kostum yang dibuat tak hanya Spider-Man. Ada Black Panther, Deadpool, dan Power Rangers. Jelang 31 Oktober alias Hari Halloween, penjualan ke Benua Amerika meningkat.

 

Nuraini - Samarinda

 

MEI 2019 di Bali. Waktu itu takkan dilupakan Irwan Wiryadinata. Dia tak menyangka, di usianya yang ke-38, topeng Spider-Man hasil karyanya ditandatangani pemeran Spider-Man langsung. Yaitu Tom Holland. Irwan menyukai Spider-Man sejak SMP. Dia aktif di komunitas cosplayer. Dengan kostum buatannya sendiri.

Yang sangat membanggakan, karyanya dipasarkan hingga ke luar negeri. Sehingga, dia pun diundang menghadiri acara yang mendatangkan bintang Hollywood tersebut di Pulau Dewata. Usahanya ini bermula pada 2016. Saat itu, dia menatap deretan koleksi pernak-pernik Spider-Man. “Ada yang kurang,” batin lelaki yang akrab disapa Iwan ini.

Dia sudah punya action figure, kaus, dan barang-barang lain yang bergambar si manusia laba-laba yang dia kumpulkan sejak SMP. Tetapi, Irwan belum punya kostum Spider-Man. “Saya merasa belum lengkap, akhirnya saya mencari referensi dan browsing. Akhirnya ketemu, saya coba bikin kostumnya. Ternyata, saya sadar ada peluang di sini,” kenangnya.

Beragam kostum yang Iwan buat saat itu tak hanya Spider-Man. Ada Black Panther, Deadpool, dan Power Rangers. Namun, Spider-Man tetap yang nomor satu bagi Iwan. Awalnya, kostum yang dia buat, hanya untuk dirinya sendiri. Namun, lelaki 38 tahun ini paham, bahwa yang dia geluti, ada peluang ekonominya. Iwan pun mulai menawarkan produk-produknya di Instagram dan Facebook.

Para cosplayer dunia melirik hasil karya tangan Iwan. Tak berhenti di situ, Iwan kemudian menawarkan ke cosplayer lain. Lalu, mencoba mempromosikan ke level internasional dengan bantuan para cosplayer kondang. “Usaha saya mulai naik ketika saya bermain Instagram, kemudian salah satu cosplayer luar negeri yang saya kenal saya tawarkan, dan ternyata dia suka. Terus ada juga salah satu pembuat pola Spider-Man yang juga suka. Kemudian, saya endorse,” kisah Iwan.

Ayah dua anak ini juga aktif dengan event-event yang berbau Superhero. Seperti premier film Spider-Man di berbagai kota di Indonesia. Ini jadi ajangnya memamerkan kostum buatannya sendiri. Saat kini, tiap bulan Iwan mampu menjual 30-40 pasang kostum ke pasar internasional. Hanya 5 persen, pasarnya di Indonesia.

Iwan memanfaatkan digital marketplace internasional untuk memasarkan barangnya. Sehingga, pelanggan pun lebih banyak dari luar negeri, khususnya Amerika Serikat, Jepang, dan Kanada. Biasanya, jelang 31 Oktober alias jelang Hari Halloween, penjualannya meningkat. “Kalau di luar negeri mereka berlomba-lomba mengenakan kostum aneh-aneh. Mereka yang hobi Spider-Man, pasti memesan kostum yang terbaru, biasanya topengnya pesan dengan saya,” sambung Iwan.

Harga topengnya di kisaran Rp 1 juta. Sedangkan, untuk full costume dihargai Rp 3 juta. Lalu, jika full costume di-upgrade dengan tambahan karet dan sebagainya, maka harga naik menjadi Rp 5 juta. Sehingga, harga ini tak masuk di kantong masyarakat Indonesia. Maka dari itu, Iwan mengandalkan toko daring-nya dengan pembeli luar negeri.

Untuk pengiriman, Iwan banyak mengandalkan jasa pengiriman pelat merah dan jasa pengiriman swasta taraf internasional. “Pembeli biasanya orang-orang yang hobi. Tetapi di beberapa kalangan, hobi seperti ini dianggap kekanakan. Namun, kan kesenangan orang berbeda-beda, ketika kita merasa happy, dijalani saja” tutur Iwan.

Tak hanya pembeli luar negeri, beberapa kali selebritas Indonesia tertarik dengan produknya. Seperti salah seorang pemain di serial BIMA X, Adhitya Alkatiri. Adhitya pun kerap menggunakan kostumnya di berbagai event dan jadi ajang mengenalkan produk buatan Iwan.

“YouTuber yang sering memuji itu Edho Zhel. Bilang bagus nih kostumnya, interaktif di Facebook,” tambahnya

Memang banyak pembuat kostum, apalagi di luar negeri. Namun, pencinta Spider-Man lebih menyukai produk-produk Iwan karena dia menggunakan bahan berkualitas. Sehingga, menggunakan topeng pun lebih nyaman.

Mengedepankan kualitas, pembuatan produk Iwan cukup rumit. Untuk pengerjaan costume-print, dan spandeknya dilakukan di luar negeri karena hasil cetak dan bahannya berbeda dengan yang di Indonesia.

“Bahan didapatkan dari Jakarta kemudian kami olah di workshop. Nah, kalau di toko sini, tinggal yang finishing saja. Pembuatan facial (topeng) sekitar satu atau dua minggu. Kalau antrean banyak, dan belum ada yang ready stock atau sedang pembuatan, biasanya saya kasih waktu hingga 6 minggu,” papar lelaki berkulit cerah tersebut.

Apa yang sudah dibuat, tidak membuat Iwan berpuas diri. Uji coba selalu dia lakukan. Meskipun kostum telah rampung dibuat, namun ternyata hasil pekerjaan tidak memuaskan, maka bisa dikesampingkan. Bikin lagi. Lalu selalu berinovasi mengikuti apa yang sedang booming. Kemudian dia membuatnya.

“Alat yang digunakan seperti 3D print yang membuat karakter patung kita juga punya. Berusaha mengikuti apa yang sedang ramai,” tutur suami Yetty ini. Saat ini, untuk produksi Iwan dibantu empat orang karyawan. Mereka sudah mengetahui tugasnya, sehingga Iwan tinggal mengawasi dan kebagian urusan promosi.

Mulai dari mengikuti perkembangan tren, memperkenalkan lewat hashtag dan mencari hal-hal baru dengan membuat foto-foto untuk promosi di media sosial.

“Kalau orang melihatnya sekarang, banyak banget nih pesanannya, banyak banget pendapatannya. Padahal, awal merintis, saya banyak menembak ke Jakarta. Sebab, barometernya Indonesia kan Jakarta yang cosplayer-nya bagus-bagus. Saya juga coba buktikan orang daerah juga mampu,” pungkasnya. (nyc/riz/k15)


BACA JUGA

Rabu, 13 November 2019 22:56

Kasus Pencurian Minyak Mentah, Indikasi Permainan Perusahaan Legal

Satu demi satu perkara pencurian minyak mentah terbongkar. Peristiwa Sangasanga,…

Rabu, 13 November 2019 22:47

Masih Ada Perbaikan, Operasional Tol Balsam Molor Terus

BALIKPAPAN – Setelah beberapa kali molor, Tol Balikpapan–Samarinda (Balsam) bakal…

Rabu, 13 November 2019 21:18

Lokasi ke 6 Penyulingan Minyak Ilegal di Samarinda Ditemukan, tapi Tak Ada Tersangka yang Diamankan

PROKAL.CO, SAMARINDA - Lokasi penyulingan minyak ilegal yang keenam di…

Rabu, 13 November 2019 12:20

Formasi CPNS Bontang dan Paser Belum Diunggah

BALIKPAPAN – Pendaftaran calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2019 resmi…

Rabu, 13 November 2019 12:13
Mengunjungi Kampung Penekan Emisi di Hidung Kalimantan (2-Habis)

Jaga Alam, agar Danau Tetap Memukau

Kejanggalan alam yang indah, membawa nama kampung ini makin kesohor.…

Rabu, 13 November 2019 12:03

Formasi Penjaga Tahanan Paling Banyak Peminat

JAKARTA – Antusias masyarakat mengikut tes calon pegawai negeri sipil…

Rabu, 13 November 2019 12:01

Infrastruktur 5 Tahun Butuh Rp 2000 Triliun

JAKARTA – Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyebut butuh uang Rp.…

Rabu, 13 November 2019 11:58

Hujan-Angin, Waspada Poros Balikpapan-Samarinda

Musim penghujan tiba. Pengendara yang biasa melintasi poros Balikpapan-Samarinda wajib…

Rabu, 13 November 2019 11:25

Markas Polrestabes Medan Diteror Bom Bunuh Diri, 4 Luka-Luka, Tubuh Pelaku Hancur

MEDAN - Markas Polrestabes Medan di Jalan HM Said No.1…

Rabu, 13 November 2019 11:09

Si Kecil Pedas yang Jadi Pemicu Inflasi di Kaltim

SAMARINDA – Dalam sepuluh tahun terakhir, komoditas cabai berkontribusi cukup…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*