MANAGED BY:
SENIN
25 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Rabu, 25 September 2019 15:55
Irwan, Produsen Kostum Superhero Kelas Dunia dari Samarinda

Ditandatangani Tom Holland, Diekspor ke Amerika dan Jepang

PROKAL.CO, Kostum yang dibuat tak hanya Spider-Man. Ada Black Panther, Deadpool, dan Power Rangers. Jelang 31 Oktober alias Hari Halloween, penjualan ke Benua Amerika meningkat.

 

Nuraini - Samarinda

 

MEI 2019 di Bali. Waktu itu takkan dilupakan Irwan Wiryadinata. Dia tak menyangka, di usianya yang ke-38, topeng Spider-Man hasil karyanya ditandatangani pemeran Spider-Man langsung. Yaitu Tom Holland. Irwan menyukai Spider-Man sejak SMP. Dia aktif di komunitas cosplayer. Dengan kostum buatannya sendiri.

Yang sangat membanggakan, karyanya dipasarkan hingga ke luar negeri. Sehingga, dia pun diundang menghadiri acara yang mendatangkan bintang Hollywood tersebut di Pulau Dewata. Usahanya ini bermula pada 2016. Saat itu, dia menatap deretan koleksi pernak-pernik Spider-Man. “Ada yang kurang,” batin lelaki yang akrab disapa Iwan ini.

Dia sudah punya action figure, kaus, dan barang-barang lain yang bergambar si manusia laba-laba yang dia kumpulkan sejak SMP. Tetapi, Irwan belum punya kostum Spider-Man. “Saya merasa belum lengkap, akhirnya saya mencari referensi dan browsing. Akhirnya ketemu, saya coba bikin kostumnya. Ternyata, saya sadar ada peluang di sini,” kenangnya.

Beragam kostum yang Iwan buat saat itu tak hanya Spider-Man. Ada Black Panther, Deadpool, dan Power Rangers. Namun, Spider-Man tetap yang nomor satu bagi Iwan. Awalnya, kostum yang dia buat, hanya untuk dirinya sendiri. Namun, lelaki 38 tahun ini paham, bahwa yang dia geluti, ada peluang ekonominya. Iwan pun mulai menawarkan produk-produknya di Instagram dan Facebook.

Para cosplayer dunia melirik hasil karya tangan Iwan. Tak berhenti di situ, Iwan kemudian menawarkan ke cosplayer lain. Lalu, mencoba mempromosikan ke level internasional dengan bantuan para cosplayer kondang. “Usaha saya mulai naik ketika saya bermain Instagram, kemudian salah satu cosplayer luar negeri yang saya kenal saya tawarkan, dan ternyata dia suka. Terus ada juga salah satu pembuat pola Spider-Man yang juga suka. Kemudian, saya endorse,” kisah Iwan.

Ayah dua anak ini juga aktif dengan event-event yang berbau Superhero. Seperti premier film Spider-Man di berbagai kota di Indonesia. Ini jadi ajangnya memamerkan kostum buatannya sendiri. Saat kini, tiap bulan Iwan mampu menjual 30-40 pasang kostum ke pasar internasional. Hanya 5 persen, pasarnya di Indonesia.

Iwan memanfaatkan digital marketplace internasional untuk memasarkan barangnya. Sehingga, pelanggan pun lebih banyak dari luar negeri, khususnya Amerika Serikat, Jepang, dan Kanada. Biasanya, jelang 31 Oktober alias jelang Hari Halloween, penjualannya meningkat. “Kalau di luar negeri mereka berlomba-lomba mengenakan kostum aneh-aneh. Mereka yang hobi Spider-Man, pasti memesan kostum yang terbaru, biasanya topengnya pesan dengan saya,” sambung Iwan.

Harga topengnya di kisaran Rp 1 juta. Sedangkan, untuk full costume dihargai Rp 3 juta. Lalu, jika full costume di-upgrade dengan tambahan karet dan sebagainya, maka harga naik menjadi Rp 5 juta. Sehingga, harga ini tak masuk di kantong masyarakat Indonesia. Maka dari itu, Iwan mengandalkan toko daring-nya dengan pembeli luar negeri.

Untuk pengiriman, Iwan banyak mengandalkan jasa pengiriman pelat merah dan jasa pengiriman swasta taraf internasional. “Pembeli biasanya orang-orang yang hobi. Tetapi di beberapa kalangan, hobi seperti ini dianggap kekanakan. Namun, kan kesenangan orang berbeda-beda, ketika kita merasa happy, dijalani saja” tutur Iwan.

Tak hanya pembeli luar negeri, beberapa kali selebritas Indonesia tertarik dengan produknya. Seperti salah seorang pemain di serial BIMA X, Adhitya Alkatiri. Adhitya pun kerap menggunakan kostumnya di berbagai event dan jadi ajang mengenalkan produk buatan Iwan.

“YouTuber yang sering memuji itu Edho Zhel. Bilang bagus nih kostumnya, interaktif di Facebook,” tambahnya

Memang banyak pembuat kostum, apalagi di luar negeri. Namun, pencinta Spider-Man lebih menyukai produk-produk Iwan karena dia menggunakan bahan berkualitas. Sehingga, menggunakan topeng pun lebih nyaman.

Mengedepankan kualitas, pembuatan produk Iwan cukup rumit. Untuk pengerjaan costume-print, dan spandeknya dilakukan di luar negeri karena hasil cetak dan bahannya berbeda dengan yang di Indonesia.

“Bahan didapatkan dari Jakarta kemudian kami olah di workshop. Nah, kalau di toko sini, tinggal yang finishing saja. Pembuatan facial (topeng) sekitar satu atau dua minggu. Kalau antrean banyak, dan belum ada yang ready stock atau sedang pembuatan, biasanya saya kasih waktu hingga 6 minggu,” papar lelaki berkulit cerah tersebut.

Apa yang sudah dibuat, tidak membuat Iwan berpuas diri. Uji coba selalu dia lakukan. Meskipun kostum telah rampung dibuat, namun ternyata hasil pekerjaan tidak memuaskan, maka bisa dikesampingkan. Bikin lagi. Lalu selalu berinovasi mengikuti apa yang sedang booming. Kemudian dia membuatnya.

“Alat yang digunakan seperti 3D print yang membuat karakter patung kita juga punya. Berusaha mengikuti apa yang sedang ramai,” tutur suami Yetty ini. Saat ini, untuk produksi Iwan dibantu empat orang karyawan. Mereka sudah mengetahui tugasnya, sehingga Iwan tinggal mengawasi dan kebagian urusan promosi.

Mulai dari mengikuti perkembangan tren, memperkenalkan lewat hashtag dan mencari hal-hal baru dengan membuat foto-foto untuk promosi di media sosial.

“Kalau orang melihatnya sekarang, banyak banget nih pesanannya, banyak banget pendapatannya. Padahal, awal merintis, saya banyak menembak ke Jakarta. Sebab, barometernya Indonesia kan Jakarta yang cosplayer-nya bagus-bagus. Saya juga coba buktikan orang daerah juga mampu,” pungkasnya. (nyc/riz/k15)


BACA JUGA

Minggu, 24 Mei 2020 20:35

15 Ribu Jiwa Terdampak Banjir di Hari Lebaran, Banjir Bakal Lama

SAMARINDA - Luapan banjir Daerah Aliran Sungai (DAS) Sungai Karang…

Minggu, 24 Mei 2020 13:30

Lebih Ganas, Banjir Lumpuhkan Perumahan Bengkuring di Hari Raya

SAMARINDA - Banjir melumpuhkan perumahan Bengkuring Sempaja di hari raya…

Minggu, 24 Mei 2020 10:56

Pemerintah Usulkan Pilkada Tetap 9 Desember, KPU Beri Banyak Prasyarat

JAKARTA - Pemerintah akhirnya menyampaikan sikapnya terkait nasib pelaksanaan Pilkada…

Minggu, 24 Mei 2020 10:40

Jangan Ada “Klaster Lebaran” Corona di Kaltim

BALIKPAPAN–Tidak ada lagi perdebatan soal awal 1 Syawal 1441 Hijriah.…

Minggu, 24 Mei 2020 10:32

Waspada Orang Tanpa Gejala dan Transmisi Lokal

HINGGA Jumat (22/5), 271 orang di Kaltim dinyatakan positif terjangkit…

Minggu, 24 Mei 2020 10:27

Robot Pengingat Penggunaan Masker

BANGKOK–Di berbagai belahan dunia, mal memang menjadi daya tarik sendiri.…

Minggu, 24 Mei 2020 10:23

JANGAN MAIN-MAIN..!! Pegawai Mudik, Kadis Terancam Dicopot

SANKSI pencopotan mengintaiaparatur sipil negara (ASN) yang nekat mudik Lebaran…

Minggu, 24 Mei 2020 10:21

Waspadai Siklon Mangga saat Lebaran

SAMARINDA – Jelang Lebaran, sebagian wilayah di Kaltim diguyur hujan.…

Sabtu, 23 Mei 2020 18:05

Ruang Isolasi RSUD AW Sjahranie Kosong, Tak Ada Pasien Covid-19, Ini Kunci Keberhasilannya

SAMARINDA - Rumah Sakit AW Sjahranie ruang isolasi kini kosong…

Sabtu, 23 Mei 2020 11:28

Pesawat Pakistan Bawa 91 Orang Jatuh di Permukiman

Kabar duka datang dari Pakistan jelang akhir Ramadan. Sebuah pesawat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers