MANAGED BY:
SELASA
19 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

PRO BISNIS

Selasa, 24 September 2019 14:38
PHE Incar Potensi Migas di Perbatasan
PENEMUAN BESAR: Pertamina berusaha mendorong produksi migas Tanah Air dengan memaksimalkan potensi di Cekungan Tarakan.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN- Pertamina Hulu Energi (PHE) berupaya maksimal memburu cadangan migas baru untuk memenuhi kebutuhan minyak dan gas bumi (migas) di Tanah Air yang terus meningkat. Daerah perbatasan pun dibidik, termasuk di Kaltara.

Direktur Eksplorasi PHE Abdul Mutalib Masdar menyebut sejauh ini Indonesia masih memiliki potensi migas, salah satunya di Tarakan Basin. Ia mengungkapkan, potensi di Cekungan Tarakan, Kalimantan Utara bisa dioptimalkan dengan kerja keras dan teknologi baru.

“Potensi yang ada di Tarakan Basin lebih dari 2 BBOE atau milyar oil ekuivalen. Di mana sebagian dari potensi ini dimiliki oleh PHE dengan empat wilayah kerja (WK) operator, yaitu PHE Nunukan, JOB Simenggaris, PHE Maratua dan East Ambalat,” terangnya.

Penemuan Sumur Migas Parang-1 di Blok Nunukan, yang memiliki potensi cadangan sebesar 221 MMBOE menjadikan Blok Nunukan sebagai salah satu dari 10 penemuan migas terbesar di dunia.

Abdul Mutalib menambahkan, selain potensi cadangan yang cukup besar, ada hal yang menarik dan challenging terkait Cekungan Tarakan. “Lokasinya berada di area perbatasan Indonesia dan Malaysia, sehingga bila Pertamina berhasil mengeksplorasi area ini tentu memperkuat otoritas politik Indonesia,” tegasnya.

Di sisi lain, pengembangan wilayah dengan luas 68.000 km persegi ini akan memberikan multiplier effect positif bagi perekonomian serta sosial masyarakat. "Singkat kata Cekungan Tarakan adalah sebuah harapan besar Indonesia dan harapan besar eksplorasi,” ucapnya.

Dosen Geologi dan Perminyakan STT Migas, Kukuh Jalu Waskita menuturkan, potensi migas saat ini ada di Kaltara. “Di sana potensinya gas. Dan masih banyak yang belum dijajaki. Bahkan Pertamina EP V saat ini juga sedang fokus meningkatkan dan mencari sumur di wilayah kerjanya area Kaltara,” terangnya.

Menurutnya, meski memiliki potensi gas besar namun pemanfaatannya belum maksimal. Serapan lokal saja masih minim. Jadi wajar, banyak KKKS yang masih wait and see, dari pada mereka rugi. (aji/ndu)


BACA JUGA

Senin, 18 November 2019 13:31

Kejar Ekspor, Paser Kembangkan Pisang

TANA PASER - Semakin tingginya permintaan buah pisang di pasar…

Senin, 18 November 2019 12:40

Ekonomi Kaltim Tumbuh 6,89%, Ini Penyebabnya

SAMARINDA - Ekonomi Kalimantan Timur triwulan III tahun 2019 tumbuh…

Minggu, 17 November 2019 13:47

Buka Cabang Samarinda dan Banjarmasin, Warung Wakaka Merambah Bisnis di Pulau Kalimantan

SAMARINDA - Sudah berjalan dua bulan membuka bisnisnya, Warung Wakaka…

Sabtu, 16 November 2019 11:36

Akhir Tahun, Inflasi Dipastikan Terkendali

SAMARINDA- Inflasi Kaltim selalu terkendali dan masih berada dalam target…

Jumat, 15 November 2019 10:12

Imbau UKM Manfaatkan Warehouse

SIDOARJO– Perusahaan e-commerce Lazada agresif menggaet usaha kecil dan menengah…

Kamis, 14 November 2019 10:41

Penyaluran KUR Harus ke Sektor Produktif

Pemangkasan bunga kredit usaha rakyat (KUR) dari 7 persen menjadi…

Kamis, 14 November 2019 10:38

Genjot Pendapatan lewat Layanan Digital

Asuransi Astra Kenalkan Garda Mall === Sub BALIKPAPAN – Kinerja…

Rabu, 13 November 2019 11:06

Pertamina Lubricants Lirik Pasar Ekspor

BALIKPAPAN – PT Pertamina Lubricants, anak usaha PT Pertamina (persero)…

Rabu, 13 November 2019 11:03

Rangsang Masyarakat Lebih Produktif, Pemerintah Pangkas Bunga KUR Jadi 6 Persen

Tahun depan, pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) bakal…

Selasa, 12 November 2019 11:25

Batu Bara Masih Jadi Penyumbang PDRB Tertinggi di Kaltim

Ketergantungan Kaltim terhadap sektor pertambangan dan penggalian masih sulit dilepaskan.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*