MANAGED BY:
SELASA
22 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Senin, 23 September 2019 09:01
Bandar Narkoba Tewas
Satu Proyektil Bersarang di Kepala Bandar Narkoba

Bandar Narkoba yang Sempat Kejar-kejaran dengan Petugas BNN

SEMPAT KRITIS: Ike Sirengge mencium kening jenazah Irwan saat di RSUD AW Sjahranie Samarinda . DADANG/KP

PROKAL.CO, SAMARINDA–Irwan (35), pengedar narkoba yang ditangkap di kawasan simpang empat Sempaja, Samarinda, dua hari lalu, akhirnya meninggal kemarin (21/9). Badan Narkotika Nasional (BNN) Kaltim juga memastikan, pelaku ditembak petugas di kepalanya. Setelah sebelumnya Irwan disebut sempat melawan saat hendak ditangkap.

Tertembaknya kepala pelaku sekaligus menjawab kabar yang beredar belakangan. Terlebih dua hari lalu, Humas RSUD AW Sjahranie Samarinda dr Arysia Andhina membantah Irwan ditembak di bagian kepala. “Di kepala (Irwan) hanya luka sobek,” tegasnya.

Irwan adalah pengemudi mobil Ayla dengan nomor polisi KT 1971 RJ yang terpaksa dilumpuhkan karena melawan. Dia disebut-sebut sebagai gembong narkoba karena kedapatan membawa sabu-sabu seberat 1.009,43 gram dan 200 pil ekstasi.

Dari pantauan Kaltim Post, Jumat (20/9) sekitar pukul 18.00 Wita, dalam masa kritis, Irwan yang mengenakan kaus hitam bertuliskan porprov dengan gambar pesut membawa obor hanya bisa terbaring tidak berdaya di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD AW Sjahranie.

Kepalanya dibalut perban cokelat. Sementara kaki kanannya ditutup selimut. Dua tangannya juga turut diperban. Pria dengan tato di tangan kiri itu hingga malam masih mendapat perawatan tim medis.

Kabid Pemberantasan BNN Kaltim AKBP Halomoan Tampubolon kala itu menyebut, kondisinya masih kritis. Jelang tengah malam, kondisi Irwan sempat membaik. Sebelum benar-benar drop pukul 00.00 Wita.

Tim dokter rumah sakit pelat merah itu terus berupaya menolong nyawa Irwan. Namun pada pukul 01.29 Wita Sabtu (21/9), Irwan akhirnya mengembuskan napas terakhirnya. “Benar, yang bersangkutan meninggal,” ungkap Humas BNN Kaltim Haryoto saat ditemui di ruang mortuary RSUD AW Sjahranie.

Dokter hanya bisa membantu Irwan bertahan selama hampir 10 jam sejak masuk rumah sakit, Jumat sore. Dengan nada pelan, mantan wartawan itu menyebut, ada proyektil bersarang di kepala Irwan bagian belakang sebelah kanan.

Dibeberkan Haryoto, ada pendarahan di otak. Dia menyebut, tembakan itu sejatinya diarahkan ke bagian kaki. “Anggota kami sudah memegang yang bersangkutan, tapi karena dengar tembakan peringatan, panik. Senjata petugas mau dirampas,” sambung Haryoto.

Saat ujung senjata api diarahkan ke kaki Irwan, dia menghindar. Berusaha menutupi dengan kepala. Atas perlawanan pelaku di dalam mobil, petugas terpaksa melumpuhkan. Timah panas mendarat tepat di kepala Irwan. Haryoto menjelaskan, ada luka tembak selain di kepala. “Ada di tangan,” jelasnya.

Harian ini mendapat informasi, Irwan tinggal di Jalan Margo Santoso, Sangatta, Kutai Timur (Kutim). Salah satu dari dua perempuan yang bersama Irwan saat penangkapan, berstatus istri siri. Kini dua perempuan itu ditahan di markas BNN Kaltim, Jalan Rapak Indah, Sungai Kunjang, Samarinda.

BNN, kata Haryoto, belum memerinci terkait barang haram yang dibawa Irwan bersama temannya tersebut. Namun, sebelum jenazah Irwan dibawa keluarga, istri siri Irwan, Ike Sirengge (23), hadir di ruang jenazah. Mengenakan baju khusus tahanan bernomor 21, dengan tangan diborgol dan dikawal ketat petugas BNN, Ike berlinang air mata melepas kepergian suaminya.

Dia berusaha ditenangkan. Namun, tangisnya pecah begitu jasad Irwan selesai diperiksa dokter forensik RSUD AW Sjahranie. “Ya Allah,” ucapnya dengan mendaratkan kepalanya di tubuh Irwan.

Sempat diwawancarai, Ike menuturkan, belum genap setahun berada di Sangatta. Mereka dari Makassar. Namun, Irwan sejatinya berasal dari Palu, Sulawesi Tengah. “Kerja di pasar (Teluk Lingga). Apa saja dikerjakan dan yang penting halal,” ucapnya dengan logat khas Makassar.

Jumat, Irwan sempat dihubungi seseorang yang dia juga tak ketahui. Dia sempat menolak ajakan suaminya. Namun dipaksa untuk menemani perjalanan ke Samarinda. Di Kota Tepian, Ike yang menyebut suaminya tidak tahu jalan sempat makan siang di Jalan Gatot Subroto. Setelah makan, handphone sang suami berdering. “Mau ke JNE (perusahaan pengiriman) ambil pesanan. Tapi enggak ke sana, belok ke salah satu kampus,” tambahnya diikuti isak tangis.

Dia juga tidak tahu apa nama kampus yang dimasuki. Dalam kampus, Irwan mengambil plastik hitam. Kembali naik mobil, mereka hendak keluar kampus. “Tapi saya enggak tahu kalau isinya barang itu narkoba,” ungkapnya. Saat di dalam mobil, teman pria yang duduk di kursi belakang sempat menyebut, ada yang ikuti. “Suruh cepat,” katanya.

Saat dikejar personel BNN Kaltim, sabu-sabu seberat 1.009,43 gram dan 200 pil ekstasi yang terbalut plastik hitam itu dibuang oleh rekan mendiang suaminya yang kini masih buron. Namun, Ike tidak melihat saat barang itu dibuang. Dia hanya bisa berteriak selama mobil yang dikemudikan suaminya terus melaju. Sementara petugas terus mengejar. Hingga ujungnya mobil terjun ke parit di simpang empat Sempaja.

Irwan bukan orang pertama yang mati setelah ditindak petugas karena kasus narkoba. Pada Desember 2016, Noviandi, warga Jalan Kakap, Samarinda Ilir, akhirnya meninggal setelah ditembak di kedua kakinya. Selain ditembak, gembong narkoba itu diduga juga mengalami kekerasan oleh petugas hingga meninggal. Hal itu sempat membuat keluarga pelaku tidak terima. (dra/*/dad/rom/k8)


BACA JUGA

Senin, 21 Oktober 2019 13:39

Tahun Depan UMP Naik, Hotel Belum Berani Naikkan Tarif

Meski upah minimum provinsi (UMP) dan upah minimum kabupaten/kota (UMK)…

Senin, 21 Oktober 2019 13:38

Courtesy Call dengan Presiden dengan Negara Sahabat, Tawarkan Kereta Hingga BUMN

JAKARTA - Momen courtesy call yang dilaksanakan Presiden Joko Widodo…

Senin, 21 Oktober 2019 11:10

Ketika Anak Kembar SMP Ikut Desain Ibu Kota Republik

Dua anak kembar asal Kota Solok berhasil membuat desain ibukota…

Senin, 21 Oktober 2019 11:09
Penghuni Rumah Dinas Wakil Presiden Berganti

Mufidah Kalla Bagikan Merpati Peliharaan, Ma'ruf Boyongan Bawa Sarung

Jusuf Kalla (JK) dan Kiai Ma’ruf Amin (KMA) menjalani kehidupan…

Senin, 21 Oktober 2019 11:01

Portofolio Calon Menteri Beredar, Ada Said Aqil, Edhy Prabowo hingga Viktor Laiskodat

JAKARTA– Presiden Joko Widodo ingin langsung tancap gas bekerja usai…

Senin, 21 Oktober 2019 10:41

CATAT JANJI JOKOWI, Akan Revisi Puluhan Undang-Undang Yang Hambat Investasi

JAKARTA– Joko Widodo berkomitmen akan bekerja dengan cepat dan memberikan…

Senin, 21 Oktober 2019 10:10

Akhir Tahun Konstruksi Menggeliat

SAMARINDA – Memasuki akhir 2019, kinerja lapangan usaha konstruksi diperkirakan…

Minggu, 20 Oktober 2019 22:10

Bincang dengan BPJS Kesehatan Wilayah Kaltimtengseltara

Alih-alih meraih break even point, BPJS Kesehatan mengaku terus mengalami…

Minggu, 20 Oktober 2019 22:09

KPK Mulai “Lumpuh”

JAKARTA – Berlakunya UU Nomor 19/2019 tentang KPK mulai melumpuhkan…

Minggu, 20 Oktober 2019 22:08

Susunan Kabinet Belum Klir

SEMENTARA itu, penyusunan kabinet diprediksi belum akan rampung dalam waktu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*