MANAGED BY:
SELASA
22 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

SAMARINDA

Senin, 23 September 2019 08:47
Tantangan Jadi Daya Tarik

Dari Pameran Besar Seni Rupa di BIGmall

SENI RUPA: Ruji Rahayu dan lukisannya. (SELA)

PROKAL.CO,  Mengayuh Harapan menggantung di tembok Pameran Besar Seni Rupa di BIGmall, Samarinda. Karya tersebut mengantar pelukisnya, Ruji Rahayu bertemu teman lama.

 

PERBINCANGAN melepas rindu tidak terasa panjang. Senyuman merekah dan pelukan hangat pun terjadi. Walaupun lahir dari keluarga seniman, sempat ada keraguan dalam hati Ruji Rahayu akan kemampuannya.

Dulu, masa kecilnya penuh dengan kesulitan. Menjual karya lukisnya pada teman sebaya adalah hal yang biasa. Berawal dari pujian. “Wah gambarmu bagus, katanya,” cerita perempuan itu.

Karena kendala sekolah yang berat, hasil jualannya buat bayar SPP sekolah. Ruji bertekad untuk melanjutkan sekolah. Hingga akhirnya menjadi sarjana seni lulusan Institut Seni Indonesia di Jogjakarta.

Sejak lulus, dia langsung bekerja di Galeri Seni Rupa Jogjakarta. Walaupun jarang mengikuti kompetisi, dia aktif menenggerkan karya-karyanya di pameran. Baik di Bali, Pulau Jawa, maupun Kalimantan.

“Tahun 2009, semenjak pindah ke Pontianak. Jujur memang sedikit kesulitan untuk mengembangkan pribadi saya sebagai perupa,” ungkapnya.

Karena hal tersebut, akhirnya dia memutuskan istirahat selama dua tahun. Tak lama setelah itu, dia mendapatkan kabar akan ada pameran besar koleksi museum. Ruji ditunjuk untuk mengoordinasikan para perupa Kalbar. Dari sanalah, Ruji kembali aktif di dunia seni.

“Di Pontianak memang banyak para seniman pertunjukan, baik itu tari dan teater. Galeri seni rupanya tidak ada,” lanjutnya.

Ruji Rahayu merupakan kelahiran Tulungagung, 27 Agustus 1977. Dia adalah ibu dua anak. Saat proses pembuatan karya Mengayuh Harapan perihal waktu adalah kesulitannya. Sebab, si Sulung dan Bungsu masih membutuhkan perhatiannya.

Sedangkan dalam pembuatan karya hanya diberi batas satu bulan. “Kebanyakan para perupa di sini seumuran saya, yang berasal dari Pontianak ada sekitar 16 orang termasuk saya,” kata Ruji.

Menurut dia, pemilihan karya juga melalui proses seleksi. Kayuh Berimbai adalah temanya. Karena itu, dia memutuskan untuk membuat Mengayuh Harapan dengan objek berupa perahu dari atas.

Ruji menggunakan cat acrylic di atas kanvas. Juga, kulit kayu kapuak sebagai perahu. “Memang dari dulu, saya suka melukis yang ada teksturnya,” jelas dia. Penuh kesabaran dan ketelitian. “Saya gunting perlahan hingga jadi perahu, lalu kayuhnya juga satu demi satu dibuat dari bahan yang sama,” lanjutnya.

Lukisan tersebut secara simbolis menggambarkan perjuangan manusia dalam mengarungi bahtera hidup. Perahu-perahu tersebut mengarah pada satu titik temu para individu dan kelompok. Karena dalam mengarungi kehidupan gelombang rintangan akan terus datang. (*/yui/kri/k8)


BACA JUGA

Senin, 21 Oktober 2019 21:16

BLK Samarinda Gelar KKIN ke VII 2019 Tingkat Nasional

PROKAL.CO, SAMARINDA - Balai Latihan Kerja (BLK) Samarinda tahun ini…

Senin, 21 Oktober 2019 11:56

Nidya Gaungkan Pelestarian Lingkungan

Upaya pelestarian lingkungan dan restorasi daerah aliran sungai (DAS), khususnya…

Senin, 21 Oktober 2019 11:55

PPU Tetap Aman dan Kondusif, Sigit: Masyarakat Jangan Terprovokasi

SAMARINDA-Penajam Paser Utara (PPU) beberapa hari jadi perhatian se-nasional. Wakil…

Senin, 21 Oktober 2019 11:54

Perguruan Tinggi Harus Siap

  KALTIM resmi ditunjuk Presiden RI Joko Widodo sebagai ibu…

Senin, 21 Oktober 2019 11:12

Jadi Kota Penyangga IKN, Samarinda Belum Punya Landmark

PROKAL.CO, SAMARINDA - Kepala Dinas Pariwisata Samarinda, I Gusti Ayu…

Minggu, 20 Oktober 2019 22:29
Ngobrol Bareng Juara-Juara Olimpiade di Level Internasional (2-habis)

Si Anak Penjual Mi Ayam yang Penasaran dengan Angka

Prestasi Albert Marvel Jong berasal dari rasa penasarannya. Rumus dan…

Minggu, 20 Oktober 2019 22:25

Istri Nusyirwan Ikut Mendaftar

SAMARINDA - Istri almarhum Wakil Wali Kota Samarinda Nusyirwan Ismail…

Minggu, 20 Oktober 2019 22:23

Pencuri HP Dihakimi Warga, Barang Bukti Disembunyikan di Keranda Mayat

SAMARINDA – Satu dari dua orang komplotan pencuri ponsel di…

Minggu, 20 Oktober 2019 22:20

Plafon SD 011 Belum Ditangani, Disdikbud Sebut Belum Terima Laporan

SAMARINDA - Runtuhnya plafon SD 011 Samarinda Kota belum ditindaklanjuti…

Minggu, 20 Oktober 2019 22:17

Gas Rumah Kaca Tinggi di Lampu Lalu Lintas

SAMARINDA – Transportasi menjadi penyumbang emisi terbesar di Kota Tepian.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*