MANAGED BY:
SENIN
24 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

KALTIM

Sabtu, 21 September 2019 11:46
DUH, MIRIS..!! Tiga Kelurahan Masih Membara
KEBAKARAN hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) masih belum padam. Hingga Jumat (20/9) malam, tim gabungan penanganan karhutla masih sibuk memadamkan titik api di tiga lokasi.

PROKAL.CO, KEBAKARAN hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) masih belum padam. Hingga Jumat (20/9) malam, tim gabungan penanganan karhutla masih sibuk memadamkan titik api di tiga lokasi. Seluruhnya di Kecamatan Penajam. Yakni Kelurahan Nenang, Kelurahan Gunung Seteleng, dan terbaru di Kelurahan Sungai Parit.

Tim gabungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP), Polres PPU, Kodim 0913/PPU dibantu instansi terkait seperti Satpol PPU dan perusahaan sekitar, juga warga setempat, terus bergelut dengan kobaran asap guna memadamkan api. Terutama karhutla di RT 02, Kelurahan Nenang dan RT 07, Kelurahan Gunung Seteleng. Wilayah tersebut terbakar sejak Kamis (19/9) sore, sekira pukul 17.05 Wita.

Sementara karhutla di RT 04, Kelurahan Sungai Parit, baru terjadi pada Jumat (20/9) sekira pukul 16.21 Wita. “Karhutla seakan tidak habisnya. Di lahan yang sudah kami padamkan, kembali muncul api,” keluh Kepala Sub Bidang (Kasubid) Logistik dan Peralatan BPBD PPU Nurlaila kepada Kaltim Post, kemarin. Perempuan berkerudung ini masih belum memastikan luasan lahan yang terbakar di tiga lokasi berbeda tersebut.

Areal yang terbakar merupakan semak belukar dengan material gambut tipis. Setelah menerima laporan, pihaknya dengan sigap merespons pemadaman. Mengenai asal dan penyebab sumber api, Nurlaila menyebut masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. “Api sudah dapat dikendalikan. Sampai (Jumat malam) pukul 22.00 Wita, kami masih melakukan pendinginan pada tiga lokasi tersebut,” ucap dia.

Dia pun meminta masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Lantaran saat cuaca terik saat ini dan kecepatan angin yang cukup kencang, dapat membuat api cepat berkobar yang mengakibatkan karhutla. “Makanya kami mohon kepada masyarakat. Sebab dampak kebakaran lahan ini cukup besar. Apalagi hampir setiap hari, kami menerima laporan mengenai karhutla,” pinta Nurlaila.

Mengenai karhutla yang terjadi di RT 11 dan 12, Kelurahan Petung serta RT 03, Desa Giripurwa di Kecamatan Penajam, pihaknya memutuskan untuk menghentikan kegiatan di sana. Kebakaran tersebut terjadi sejak Minggu (8/9), dan tim gabungan penanganan karhutla baru dapat mengendalikan kobaran api pada Minggu (15/9). Upaya pendinginan dilakukan selama enam hari. Hingga Jumat (20/9).

Selama 12 hari penanganan, luasan lahan yang terbakar terdata sekira 110 hektare. Upaya pemadaman dilakukan oleh personel gabungan. Termasuk aparat Desa Giripurwa dan warga setempat. “Kegiatan (pendinginan) kami hentikan karena titik api sudah dapat dikendalikan,” terang dia.

Terpisah, Ex-Officio Kepala BPBD PPU yang juga Sekretaris Kabupaten (Sekkab) PPU Tohar meminta para camat, lurah, dan kepala desa aktif menyosialisasikan kepada masyarakatnya untuk tidak melakukan pembakaran lahan, dalam keperluan pembukaan atau pembersihan lahan. Baik pada kegiatan berkebun atau berladang.

“Kami juga meminta pejabat kewilayahan agar sigap dalam pengawasan wilayah kerjanya masing-masing. Menggunakan pendekatan yang efektif. Dengan berbagai komponen yang ada sesuai kondisi di wilayah kerja masing-masing,” pesan dia. (kip/riz/k16)


BACA JUGA

Sabtu, 01 Februari 2020 11:38

Jual Sarang Burung Curian ke Teman Korban, Ya Ketahuan Lah...

TENGGARONG - Bukannya meraup untung dari hasil pencurian sarang burung…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:37

Menurut Pengamat, Bupati Edi Punya Hak Penuh Menentukan Cabup Disisa Jabatan

Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah sudah menentukan dua figur…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:33

WAHAI PEMUDA..!! Ayok Daftar Jadi Prajurit TNI

TANA PASER - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat ( TNI…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:31

Sudah 436 ABK Tiongkok Tiba di Pelabuhan Pondong, KKP Pastikan Semuanya Bebas Corona

TANA PASER - Vitalnya penyebaran virus corona yang berasa dari…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:06

Kapal Terbalik Dihantam Ombak, Sohang Hilang

Seorang warga Kelurahan Muara Kembang bernama Sohang, dilaporkan tenggelam di…

Jumat, 31 Januari 2020 14:03

Sabu Dikemas Bersama Ikan Asin

TENGGARONG–Sepandai-pandainya tupai melompat akan jatuh juga. Pepatah tersebut tepat disematkan…

Jumat, 31 Januari 2020 14:03

Kerajinan Tumpar Makin Berkembang

Dekranasda Kubar mendorong para perajin untuk meningkatkan kualitas produk dengan…

Jumat, 31 Januari 2020 14:01

Akhir Bulan, DPA Harus Sudah Terkirim

SANGATTA - Batas waktu penyerahan dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) pada…

Jumat, 31 Januari 2020 14:00

RS SOHC Sangatta Bantah Adanya Pasien Corona

SANGATTA - Rumah Sakit Medika Sangatta atau lebih dikenal SOHC…

Kamis, 30 Januari 2020 15:05

PDAM Danum Taka Jadi Perumda, Tarif Rumah Ibadah Dapat Subsidi Silang

PENAJAM - Transformasi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Danum Taka…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers