MANAGED BY:
SELASA
22 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

KALTIM

Sabtu, 21 September 2019 11:46
DUH, MIRIS..!! Tiga Kelurahan Masih Membara
KEBAKARAN hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) masih belum padam. Hingga Jumat (20/9) malam, tim gabungan penanganan karhutla masih sibuk memadamkan titik api di tiga lokasi.

PROKAL.CO, KEBAKARAN hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) masih belum padam. Hingga Jumat (20/9) malam, tim gabungan penanganan karhutla masih sibuk memadamkan titik api di tiga lokasi. Seluruhnya di Kecamatan Penajam. Yakni Kelurahan Nenang, Kelurahan Gunung Seteleng, dan terbaru di Kelurahan Sungai Parit.

Tim gabungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP), Polres PPU, Kodim 0913/PPU dibantu instansi terkait seperti Satpol PPU dan perusahaan sekitar, juga warga setempat, terus bergelut dengan kobaran asap guna memadamkan api. Terutama karhutla di RT 02, Kelurahan Nenang dan RT 07, Kelurahan Gunung Seteleng. Wilayah tersebut terbakar sejak Kamis (19/9) sore, sekira pukul 17.05 Wita.

Sementara karhutla di RT 04, Kelurahan Sungai Parit, baru terjadi pada Jumat (20/9) sekira pukul 16.21 Wita. “Karhutla seakan tidak habisnya. Di lahan yang sudah kami padamkan, kembali muncul api,” keluh Kepala Sub Bidang (Kasubid) Logistik dan Peralatan BPBD PPU Nurlaila kepada Kaltim Post, kemarin. Perempuan berkerudung ini masih belum memastikan luasan lahan yang terbakar di tiga lokasi berbeda tersebut.

Areal yang terbakar merupakan semak belukar dengan material gambut tipis. Setelah menerima laporan, pihaknya dengan sigap merespons pemadaman. Mengenai asal dan penyebab sumber api, Nurlaila menyebut masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. “Api sudah dapat dikendalikan. Sampai (Jumat malam) pukul 22.00 Wita, kami masih melakukan pendinginan pada tiga lokasi tersebut,” ucap dia.

Dia pun meminta masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Lantaran saat cuaca terik saat ini dan kecepatan angin yang cukup kencang, dapat membuat api cepat berkobar yang mengakibatkan karhutla. “Makanya kami mohon kepada masyarakat. Sebab dampak kebakaran lahan ini cukup besar. Apalagi hampir setiap hari, kami menerima laporan mengenai karhutla,” pinta Nurlaila.

Mengenai karhutla yang terjadi di RT 11 dan 12, Kelurahan Petung serta RT 03, Desa Giripurwa di Kecamatan Penajam, pihaknya memutuskan untuk menghentikan kegiatan di sana. Kebakaran tersebut terjadi sejak Minggu (8/9), dan tim gabungan penanganan karhutla baru dapat mengendalikan kobaran api pada Minggu (15/9). Upaya pendinginan dilakukan selama enam hari. Hingga Jumat (20/9).

Selama 12 hari penanganan, luasan lahan yang terbakar terdata sekira 110 hektare. Upaya pemadaman dilakukan oleh personel gabungan. Termasuk aparat Desa Giripurwa dan warga setempat. “Kegiatan (pendinginan) kami hentikan karena titik api sudah dapat dikendalikan,” terang dia.

Terpisah, Ex-Officio Kepala BPBD PPU yang juga Sekretaris Kabupaten (Sekkab) PPU Tohar meminta para camat, lurah, dan kepala desa aktif menyosialisasikan kepada masyarakatnya untuk tidak melakukan pembakaran lahan, dalam keperluan pembukaan atau pembersihan lahan. Baik pada kegiatan berkebun atau berladang.

“Kami juga meminta pejabat kewilayahan agar sigap dalam pengawasan wilayah kerjanya masing-masing. Menggunakan pendekatan yang efektif. Dengan berbagai komponen yang ada sesuai kondisi di wilayah kerja masing-masing,” pesan dia. (kip/riz/k16)


BACA JUGA

Senin, 21 Oktober 2019 13:14

Bidukbiduk Mau Dijadikan Kawasan Industri, Pariwisatanya Bagaimana?

TANJUNG REDEB – Tak mau hanya menjadi penyedia bahan baku,…

Senin, 21 Oktober 2019 13:12

Sampah dan Eceng Gondok Jadi Momok

Sampah berhamburan di Sungai Sangatta sangat menyulitkan operator ponton yang…

Senin, 21 Oktober 2019 13:07

Razia Odol Sering Kucing-Kucingan, Truk Pengangkut Batu Bara Masih Marak di Samboja

TENGGARONG- Aktivitas truk milik perusahaan pengangkut batu bara dan sawit…

Senin, 21 Oktober 2019 13:06

Disperindagkop Target Pasar Senaken Dibangun 2020

TANA PASER - Pasca kebakaran besar melanda Pasar Induk Penyembolum…

Senin, 21 Oktober 2019 13:04

Polair Paser Tangkap Pelaku Ilegal Fishing Kepiting Bertelur

TANA PASER - Kendati sejak  7 Januari 2015, Kementerian Kelautan…

Minggu, 20 Oktober 2019 20:45

Kebakaran Lahan, Siapa yang Bertanggung Jawab?

SANGATTA - Fenomena kebakaran lahan di Indonesia seolah-olah telah menjadi…

Sabtu, 19 Oktober 2019 15:27

TNI Polri Bersihkan Sisa Kebakaran

PROKAL.CO, SAMARINDA - Personel TNI dan Polri dibantu masyarakat membersihkan…

Sabtu, 19 Oktober 2019 12:06

Penajam Kondusif, Masyarakat Jangan Terprovokasi

Penajam sudah kondusif. Warga diharap tak mudah percaya informasi yang…

Sabtu, 19 Oktober 2019 12:05

Korslet, Satu Rumah Ludes

PENAJAM – Musibah kebakaran terjadi di Kelurahan Sotek, Penajam Paser…

Sabtu, 19 Oktober 2019 12:05

KSOP Samarinda Beri Garansi

Beredar informasi aktivitas bongkar muat batu bara yang selama ini…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*