MANAGED BY:
SENIN
21 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

SAMARINDA

Jumat, 20 September 2019 12:07
Tak Ada Toleransi..!! Selama Proses Hukum, Hak-Hak Hakim Kayat Dicabut
Kayat (kiri) saat diamankan beberapa waktu lalu. Kini Kayat yang pernah bertugas di PN Balikpapan itu menjalani sidang perkara kasus suap.

PROKAL.CO, SAMARINDA–Integritas pengadil di Kaltim mendapat sorotan tajam selepas Kayat. Hakim di Pengadilan Balikpapan yang tertangkap tangan KPK mendagangkan perkara pada Mei lalu.

Perkara itu pun telah bergulir di Pengadilan Tipikor Samarinda Rabu, 18 September. Lalu, seperti apa proses pelanggaran tersebut terhadap status kehakiman Kayat?

Menurut Subiharta, juru bicara Pengadilan Tinggi Kaltim, selepas operasi tangkap tangan itu status Kayat langsung dinonaktifkan dan telah diproses di MA untuk diberikan sanksi. “Sembari menunggu proses yang ada inkrah. Hak-haknya sebagai hakim pun dicabut sementara,” ucapnya ditemui media ini di Pengadilan Tinggi Kaltim (19/9).

Kasus yang menyeret Kayat, sebut Subiharta, memang menjadi preseden buruk. Tapi, semua itu merupakan ulah oknum yang memanfaatkan kewenangan hakim sebagai pengadil. Mengawal independensi para penjaga muruah Tuhan sudah digalakkan. Semisal penerapan Zona Integritas Wilayah Bebas Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (ZI WBK/WBBM).

“Setiap hakim sudah mendapat tunjangan yang cukup besar. Jadi kalau masih ada yang melanggar integritas itu jelas tak lagi ditoleransi,” tegasnya.

Memang, terang dia, jauh sebelum operasi tangkap tangan (OTT) lembaga antirasuah itu terdapat aduan masyarakat atas etik Kayat. Saat itu, selepas verifikasi pembinaan Pengadilan Tinggi Kaltim tidak terbukti adanya pelanggaran etik yang membuat peradilan tingkat II itu memberikan sanksi. “Hanya teguran, tapi dari teguran itu jelas diperingatkan agar sesuai koridor dalam bekerja,” sambungnya.

Dari OTT itu, Mahkamah Agung, sebut dia, juga memberi efek jera ke pimpinan ketua PN Balikpapan yang dimutasi ke Surabaya menjadi hakim karier biasa. “Karena sebagai pimpinan gagal mendidik bawahan,” tutupnya. (*/ryu/dns/k8)

 


BACA JUGA

Senin, 21 Oktober 2019 11:56

Nidya Gaungkan Pelestarian Lingkungan

Upaya pelestarian lingkungan dan restorasi daerah aliran sungai (DAS), khususnya…

Senin, 21 Oktober 2019 11:55

PPU Tetap Aman dan Kondusif, Sigit: Masyarakat Jangan Terprovokasi

SAMARINDA-Penajam Paser Utara (PPU) beberapa hari jadi perhatian se-nasional. Wakil…

Senin, 21 Oktober 2019 11:54

Perguruan Tinggi Harus Siap

  KALTIM resmi ditunjuk Presiden RI Joko Widodo sebagai ibu…

Senin, 21 Oktober 2019 11:12

Jadi Kota Penyangga IKN, Samarinda Belum Punya Landmark

PROKAL.CO, SAMARINDA - Kepala Dinas Pariwisata Samarinda, I Gusti Ayu…

Minggu, 20 Oktober 2019 22:29
Ngobrol Bareng Juara-Juara Olimpiade di Level Internasional (2-habis)

Si Anak Penjual Mi Ayam yang Penasaran dengan Angka

Prestasi Albert Marvel Jong berasal dari rasa penasarannya. Rumus dan…

Minggu, 20 Oktober 2019 22:25

Istri Nusyirwan Ikut Mendaftar

SAMARINDA - Istri almarhum Wakil Wali Kota Samarinda Nusyirwan Ismail…

Minggu, 20 Oktober 2019 22:23

Pencuri HP Dihakimi Warga, Barang Bukti Disembunyikan di Keranda Mayat

SAMARINDA – Satu dari dua orang komplotan pencuri ponsel di…

Minggu, 20 Oktober 2019 22:20

Plafon SD 011 Belum Ditangani, Disdikbud Sebut Belum Terima Laporan

SAMARINDA - Runtuhnya plafon SD 011 Samarinda Kota belum ditindaklanjuti…

Minggu, 20 Oktober 2019 22:17

Gas Rumah Kaca Tinggi di Lampu Lalu Lintas

SAMARINDA – Transportasi menjadi penyumbang emisi terbesar di Kota Tepian.…

Minggu, 20 Oktober 2019 20:51

Lindungi Sumber Daya Genetik Asli Samarinda

SAMARINDA - Upaya perlindungan terhadap sumber daya genetik (SDG)  yang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*