MANAGED BY:
KAMIS
24 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

PRO BISNIS

Jumat, 20 September 2019 11:43
Triwulan III 2019, Kinerja Ekspor Terancam Melambat
ALTERNATIF: Kaltim memiliki produksi nanas yang baik. Ini berpotensi menjadi salah satu andalan untuk mendorong kinerja ekspor, menggantikan batu bara.

PROKAL.CO, Kinerja ekspor Kaltim pada triwulan III 2019 diperkirakan tumbuh lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya. Salah satu penyebabnya kebijakan restriksi impor batu bara Tiongkok yang diperkirakan berdampak pada penurunan permintaan batu bara Kaltim.

SAMARINDA- Selain kebijakan tersebut, tren harga emas hitam ini juga masih mengalami penurunan. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim Anggoro Dwitjahyono mengatakan, ekspor Kaltim saat ini sudah sangat baik hingga triwulan kedua. Kinerja ekspor luar negeri Kaltim tumbuh 8,94 persen year on year (yoy), lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya sebesar 0,61 persen (yoy).

Dengan pangsa sebesar 36,78 persen, ekspor luar negeri berkontribusi sebesar 4,30 persen (yoy) terhadap pertumbuhan ekonomi Kaltim triwulan II 2019.  “Kinerja ekspor luar negeri Kaltim triwulan II 2019 didorong oleh peningkatan ekspor nonmigas, terutama komoditas batu bara,” katanya.

Dia menjelaskan, kinerja ekspor nonmigas luar negeri Kaltim pada triwulan II tumbuh lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya. Di mana tumbuh sebesar 2,43 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar minus 6,81 (yoy).

Peningkatan kinerja ekspor nonmigas Kaltim didorong oleh naiknya ekspor batu bara. Aksi frontloading yang dilakukan oleh importir batu bara Tiongkok menjadi faktor yang mendorong permintaan batu bara Kaltim. Hal ini seiring dengan isu kebijakan restriksi impor batu bara yang akan diberlakukan oleh Pemerintah Tiongkok dalam rangka menjaga level batu bara impor di Tiongkok.

“Kalau kita lihat menurut negara tujuannya, ekspor CPO Kaltim triwulan II 2019 juga mengalami peningkatan didorong oleh permintaan dari Tiongkok,” ungkapnya.

Berdasarkan komoditasnya, ekspor luar negeri Kaltim triwulan II didominasi oleh bahan bakar mineral dan batu bara. Pangsa komoditas bahan bakar mineral dan batu bara mencapai 91,19 persen terhadap total ekspor Kaltim. Kondisi ini sejalan dengan dominasi pangsa lapangan usaha pertambangan pada perekonomian Kaltim.

Komoditas lainnya yang juga tercatat sebagai komoditas utama ekspor Kaltim antara lain crude palm oil (CPO) dengan pangsa sebesar 4,53 persen, disusul pupuk sebesar 1,40 persen, bahan kimia anorganik sebesar 1,29 persen, dan kayu sebesar 0,59 persen.

“Berdasarkan negara tujuannya, 23,01 persen ekspor Kaltim bertujuan ke Tiongkok, diikuti oleh India dengan pangsa sebesar 21,06 persen, Jepang 15,94 persen, Malaysia 7,03 persen dan Taiwan 6,10 persen,” ujarnya.

Pada triwulan ketiga diperkirakan ekspor tetap tumbuh. Namun tumbuh lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya. Kebijakan pembatasan impor batu bara Tiongkok diperkirakan berdampak pada penurunan permintaan batu bara. Selain itu perluasan pasar batu bara asal Rusia dengan level harga yang lebih murah menjadi risiko bagi permintaan batu bara India dari Kaltim.

“Kaltim sudah tau bahwa seluruh komoditas andalannya akan habis dalam jangka panjang, sehingga diperlukan sektor baru yang bisa menggantikan batu bara,” tutupnya.

Terpisah, Ketua Gabungan Pengusaha Ekspor Indonesia (GPEI) Kaltim, Muhammad Hamzah mengatakan, kinerja ekspor pada semester pertama tahun ini memang cukup baik. Namun pelaku usaha tetap akan merumuskan sejumlah potensi yang bisa mendorong pertumbuhan ekspor di Kaltim. Sebab, hingga saat ini ekspor Kaltim masih didominasi oleh pertambangan.

“Banyak komoditas lain yang potensial, buah-buahan salah satunya bisa memperkuat ekspor kita,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, pihaknya memiliki beberapa langkah untuk mendorong ekspor. Seperti bimbingan teknis untuk memberikan pengetahuan bahwa menjadi pelaku usaha ekspor tidak sulit. Pihaknya juga mengajak eksportir untuk meningkatkan ekspor di luar batu bara dan migas.

Selain batu bara, ekspor Kaltim adalah CPO kinerjanya juga sangat bagus. Tapi masih banyak sektor lain yang memiliki nilai jual lebih baik. “Untuk ekspor, kita harus memilih produk yang mudah, cukup jumlah barang, kualitas yang bagus, dan bersifat jangka panjang,” katanya.

Menurutnya, selain ekspor batu bara dan migas, buah bisa menjadi pilihan. Buah yang sudah sangat bagus produksinya itu nanas, buah naga, dan pisang. Produksi yang banyak berpotensi untuk ekspor, karena pasarnya sudah ada. Inovasi melalui teknologi di Kaltim sudah ada, agar buah bisa diekspor dan tahan lama. Tidak mengubah rasa, aroma, dan warna dari buah itu. Sehingga seluruh buah bisa diekspor.

“Namun memang masih sulit, kebanyakan pelaku usaha ekspor masih berkutat dengan ekspor batu bara dan migas,” tutupnya. (ctr/ndu)


BACA JUGA

Senin, 21 Oktober 2019 13:40

Investasi Terhambat, Konsumsi Tersendat

JAKARTA– Kondisi ekonomi global belum juga menunjukkan sinyal yang membaik.…

Senin, 21 Oktober 2019 10:12

Terdampak Perang Dagang AS-Tiongkok, Kinerja Ekspor Kaltim Melemah

SAMARINDA – Perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok yang…

Senin, 21 Oktober 2019 10:11

Tekan Biaya Investasi dengan Konsorsium

BALIKPAPAN – PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) bersama dengan PT…

Sabtu, 19 Oktober 2019 11:14

Nikmati Diskon Natal dari Sekarang

SAMARINDA – Tak perlu menunggu akhir tahun untuk menikmati diskon…

Sabtu, 19 Oktober 2019 11:03

April 2020, Ponsel BM Tak Lagi Bisa Beredar

JAKARTA– Rencana penegakan peraturan validasi International Mobile Equipment Identity (IMEI)…

Jumat, 18 Oktober 2019 11:26

Ekspor CPO ke India Bisa Membesar

SAMARINDA – Pengusaha kelapa sawit tampaknya bisa memperbesar ekspor crude…

Jumat, 18 Oktober 2019 11:18

Perusahaan Kaltim Minat IPO, Sudah Ada 12 Perusahaan yang Serius

BALIKPAPAN – Bursa Efek Indonesia (BEI) Balikpapan terus mendorong minat…

Kamis, 17 Oktober 2019 10:33

10 BUMN Bantu Merpati Terbang Lagi

JAKARTA– Sepuluh badan usaha milik negara (BUMN) bersinergi untuk membangkitkan…

Kamis, 17 Oktober 2019 10:18

Tanpa IKN, Investasi Hilirisasi Harus Masuk

SAMARINDA – Tumbuhnya sektor lain selain pertambangan batu bara diharapkan…

Kamis, 17 Oktober 2019 10:17

Apindo Berencana Bangun Kawasan Ekonomi, Lirik Lahan 10 Hektare di Kawasan IKN

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kaltim bertekad untuk berkontribusi dalam pembangunan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*