MANAGED BY:
KAMIS
24 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

SAMARINDA

Jumat, 20 September 2019 11:14
Dijerat Pasal Suap dan Gratifikasi

Imam Nahrawi Mundur dari Jabatan Menpora

Ilustrasi: Presiden Joko Widodo bersama Menpora Imam Nahrawi. (Dok JawaPos.com)

PROKAL.CO, JAKARTA– Imam Nahrawi harus bersiap dengan jeratan pasal berlapis. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan bahwa kasus yang membelit mantan menteri pemuda dan olahraga (Menpora) tersebut tidak hanya terkait dengan korupsi dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) tahun anggaran 2018.

Dugaan aliran uang yang diterima Imam ditengarai juga berkaitan dengan Satlak Prima (Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas) yang dibubarkan pada 2017. Ada juga gratifikasi terkait dengan jabatannya. ”Karena itu, pasal yang kami gunakan tidak hanya pasal suap, tapi juga ada pasal gratifikasi,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah kemarin (19/9).

Secara aturan, lanjut dia, sebenarnya penyelenggara negara bisa terbebas dari jerat hukum gratifikasi apabila mengembalikan penerimaan tersebut ke negara dalam kurun waktu 30 hari sejak diterima.

Saat ini penyidik sudah menyiapkan rencana pemeriksaan politikus PKB tersebut. Namun, Febri belum menyebutkan tanggal pasti pemanggilan Imam. ”Tersangka akan kami periksa, tapi jadwal persisnya bergantung penyidik. Penyidik punya rencana siapa yang akan diperiksa terlebih dulu. Saksi, misalnya,” papar Febri.

Saat ini KPK telah melakukan pencegahan untuk bepergian ke luar negeri terhadap dua tersangka, yakni Imam dan Miftahul Ulum (aspri Imam).

Mantan aktivis Indonesia Corruption Watch (ICW) itu mengingatkan, yang paling penting adalah tersangka kooperatif. Termasuk dalam memberikan keterangan terkait kasus di luar dana hibah KONI. ”Bahwa nanti kalau, misalnya, (ada) informasi dari masyarakat atau fakta-fakta baru yang terungkap, itu bisa klarifikasi lebih lanjut,” ujar Febri.

Sementara itu, Wakil Ketua KPK Laode M. Syarif berharap Imam Nahrawi akan memenuhi panggilan penyidik. Sebab, sebelum ditetapkan sebagai tersangka atau saat tahap penyelidikan, sekali pun dia tidak hadir meski telah dipanggil tiga kali.

Dia menegaskan, penetapan tersangka Imam Nahrawi murni proses hukum. Tidak ada kaitannya dengan politik. ”Kalau mau motif politik, mungkin kami umumkan sejak masih ribut-ribut kemarin,” kata Laode.

Selain menyidik kasus, lanjut Laode, KPK melakukan sejumlah langkah pencegahan dan penyelamatan aset Kemenpora. Sebab, lembaga antirasuah menemukan dugaan korupsi terkait pengadaan barang atau alat-alat sebagai persiapan pesta olahraga. Alat-alat tersebut justru datang setelah event selesai. Namun, Laode tidak menyebutkan secara gamblang pesta olahraga apa yang dimaksud.

Sementara itu, tim pencegahan akan diturunkan untuk mengurus perbaikan tata kelola Kemenpora. Sebab, ada lebih dari satu dugaan kasus yang menjerat Imam serta dua pejabat Kemenpora yang telah divonis bersalah. ”Memang banyak sekali tata kelola yang harus diperbaiki di Kemenpora,” ujarnya.

 

Pamit

Kurang dari 24 jam setelah ditetapkan sebagai tersangka, Imam Nahrawi menyatakan mundur dari jabatan Menpora. Kemarin dia menyampaikan permohonan pengunduran diri secara langsung kepada Presiden Joko Widodo. ”Tadi sudah disampaikan kepada saya surat pengunduran diri dari Menpora,” kata Jokowi setelah menerima pimpinan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) di Istana Merdeka.

Jokowi menyatakan menghormati proses hukum yang diambil KPK. Terkait kursi menteri yang ditinggalkan Imam, presiden sedang mempertimbangkan dua opsi: mengganti dengan menteri baru atau menunjuk pelaksana tugas. Sebab, masa tugas Kabinet Kerja tinggal sebulan. ”Kami pertimbangkan dalam sehari,” tuturnya.

Sementara itu, setelah menemui presiden, Imam langsung meluncur ke gedung Kemenpora. Tiba sekitar pukul 12.00, dia langsung menuju masjid untuk menunaikan salat Duhur. Setelah itu, dia mengadakan pertemuan dengan para pejabat eselon di auditorium Wisma Kemenpora.

Dalam pertemuan itu, Imam menyampaikan permohonan maaf sekaligus berpamitan. ”Beliau (Jokowi, Red) bertanya tentang status saya. Bapak, alhamdulillah saya ditetapkan sebagai tersangka. Tapi, saya bertanggung jawab karena risiko sebagai menteri harus bisa bertanggung jawab. Cukup saya,” kata Imam dalam pertemuan itu.

Imam kemudian menuju ruangannya untuk berkemas. Sekitar pukul 16.00 dia menemui awak media yang sudah menunggu di luar. ”Saya sudah melapor ke presiden dan menyerahkan surat pengunduran diri agar bisa fokus (menghadapi kasus, Red). Saya belum berpikir apa pun, kecuali mengikuti proses hukum yang ada,” ungkapnya.

”Saya ikuti proses hukum yang ada dengan sebaik-baiknya dengan terus-menerus mendorong prinsip praduga tak bersalah. Sekaligus, kita menunggu nanti alat bukti yang dimiliki KPK dengan tanpa membuat wacana terlebih dulu karena saya tidak seperti yang dituduhkan mereka,” imbuh Imam. (deb/far/gil/c10/fal)


BACA JUGA

Rabu, 23 Oktober 2019 22:39

Saefuddin Zuhri Daftar ke Partai NasDem

SAMARINDA- Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur Saefuddin Zuhri resmi mendaftar…

Selasa, 22 Oktober 2019 18:48

BNNK Gagalkan Peredaran 1 Kg Sabu asal Berau

PROKAL.CO, SAMARINDA - Tim Badan Nasional Narkotika Kota (BNNK) Samarinda…

Selasa, 22 Oktober 2019 14:18

Rencana Induk Lalin Tunggu Revisi RTRW

SAMARINDA – Laju pertumbuhan kendaraan bertolak belakang dengan lebar jalan…

Selasa, 22 Oktober 2019 14:16

Nyaris Gagahi Anak Tiri

  TENGAH malam pada Selasa (15/10) lalu, saat ketiga penghuni…

Selasa, 22 Oktober 2019 14:16

Vonis Bebas Pelatih Tarung Derajat Dianulir MA

SAMARINDA – Asep Gunaepi tak lama menghirup udara bebas. Sembilan…

Selasa, 22 Oktober 2019 14:15

Dishub Bakal Berdayakan Jukir Liar

  SAMARINDA – Minimnya kantong parkir membuat Dinas Perhubungan (Dishub)…

Selasa, 22 Oktober 2019 14:14

Flyover Rusak Lagi, Pemkot Nyatakan Masih Aman Dilintasi

Flyover kembali mengalami penurunan. Pemkot Samarinda melalui DPUPR sudah menurunkan…

Selasa, 22 Oktober 2019 12:34

Ancam Pakai Pisau Dapur, Ayah Tiri Ini Cabuli Gadis 17 Tahun

PROKAL.CO, SAMARINDA - Sungguh tega dilakukan Wb (42), warga Jl…

Selasa, 22 Oktober 2019 11:34

Gimana Ngga Tinggi Emisinya, Kendaraan Tak Layak Dibiarkan Jalan

  SAMARINDA - Gas buang dari kendaraan menjadi faktor utama…

Selasa, 22 Oktober 2019 11:30

PARAH..!! Masih Remaja, Cewek Ini Sudah 25 Kali Mencuri

SAMARINDA – Masih berusia 15 tahun, seorang remaja berinisial FD…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*