MANAGED BY:
MINGGU
31 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Jumat, 20 September 2019 11:11
YESSS..!! Transportasi IKN: Kereta Tanpa Awak dan Rel
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi berkunjung ke Benua Etam. Ditemani Gubernur Kaltim Isran Noor, dia mengunjungi lokasi-lokasi penting sekaligus melihat kesiapan infrastruktur dan potensi transportasi massal.

PROKAL.CO, Semenjak penetapan ibu kota negara (IKN) di Kaltim, kementerian satu demi satu melakukan kajian dan inventarisasi sesuai bidang masing-masing. Kali ini giliran Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi berkunjung ke Benua Etam. Ditemani Gubernur Kaltim Isran Noor, dia mengunjungi lokasi-lokasi penting sekaligus melihat kesiapan infrastruktur dan potensi transportasi massal.

Rombongan yang tiba sekitar pukul 10.00 Wita langsung berkeliling. Mulai Samboja, Teluk Balikpapan, Kariangau, sampai Mentawir. Budi menilai, Kaltim memiliki starting point yang baik karena infrastruktur sudah memadai. Seperti dua bandara, jalan tol, pelabuhan, dan sebagainya.

“Observasi bagaimana konektivitas akan dilakukan di sini. Tentu akan bersandar pada kajian Bappenas dan Kementerian PUPR,” ucapnya.

Dia menjelaskan, kunjungan lapangan ini bertujuan menginventarisasi infrastruktur yang telah tersedia. Kemudian, potensi pengembangan. Secara kasatmata, dia menilai, overview dari beberapa daerah tersebut sangat baik. Misalnya, keindahan Teluk Balikpapan yang tidak menutup kemungkinan membuat Kaltim tidak hanya menjadi IKN, tetapi juga destinasi wisata baru.

“Harapannya tidak hanya jadi IKN, tapi role model. Tampaknya bisa jadi destinasi wisata luar biasa cantik, jadi punya fungsi lain,” sebutnya.

Pihaknya akan menginisiasi kota berkelanjutan dengan menggunakan angkutan massal, bukan kendaraan pribadi. Angkutan massal yang dimaksud harus energi ramah lingkungan, yaitu listrik. Salah satunya, kereta. Karena kereta ramah lingkungan, kapasitas besar, dan akurasi waktu cepat.

“Kombinasi kereta dan bus, tanpa awak bernama autonomous. Berjalan tanpa rel bisa di jalan raya, jembatan, dan lainnya,” ucap dia semangat.

Walau memang memerlukan investasi besar, autonomous tidak menggunakan rel menjadi kelebihan tersendiri. Sebab, menghadirkan rel membutuhkan investasi besar, satu meternya saja bisa mencapai Rp 200–400 miliar. Tanpa menggunakan rel maka mampu menekan harga.

“Tapi ini teknologi baru, sementara bisa menggunakan bus gandeng. Ketika teknologi (autonomous) mumpuni, baru digunakan. Tapi basis penyiapan infrastruktur dasarnya autonomous,” bebernya.

Menurut dia, ini suatu inovasi baru yang bisa menginspirasi. Keberadaan IKN diharapkan membuat kota lain bangkit dengan suatu pemikiran yang jauh ke depan.

Setelah melakukan kunjungan, Budi juga menyempatkan diri hadir dalam focus group discussion (FGD) yang digelar di Ruang Serbaguna Angkasa Pura I, kemarin sore. Pembahasannya seputar potensi konektivitas ibu kota baru.

Dalam kesempatan itu, dia mengaku mendapat masukan dan saran positif. Mulai pembangunan berkelanjutan memerhatikan alam, hingga memerhatikan pengembangan daerah existing agar tidak menimbulkan kesenjangan. Namun, dia berharap, semua stakeholder perlu berimprovisasi.

Berbagai FGD yang digelar baik pusat dan daerah sebagai dasar menentukan rekomendasi titik sentral pemerintahan. “Kunjungan ini mengumpulkan data yang akan diramu semuanya menjadi sebuah term of reference (TOR),” imbuhnya. Khususnya Kementerian Perhubungan memberikan TOR syarat dan konektivitas yang bisa dilakukan.

Sebagai tahap awal pembangunan transportasi, pihaknya akan membuat suatu pusat kota yang harus terhubung baik dengan daerah penyangga. “Keterbukaan itu bisa dengan jalan tol dan jalan kereta api,” ungkapnya.

Sementara itu, Gubernur Kaltim Isran Noor menegaskan, pembangunan IKN tidak boleh merusak kaidah lingkungan di Kaltim. Tersedia 250 ribu hektare lahan untuk IKN. Pembangunan infrastruktur tidak boleh lebih 35 persen dan sisanya 60 persen untuk kawasan terbuka hijau. Tujuannya, revitalisasi hutan. Jadi, tercipta konsep forest city.

“Di sana ada kawasan hutan lindung Sungai Wain dan proyek BOS, memelihara orangutan. Semua direvitalisasi, jangan sampai terganggu,” katanya.

Sedangkan dari sisi pembangunan transportasi massal, Isran menanggapinya dengan sangat positif. Dia setuju perlu menggunakan transportasi massa misalnya bus dan kereta khusus kawasan IKN. “Bisa dengan membatasi kepemilikan kendaraan pribadi, semua bisa diatur agar tidak kumuh,” imbuhnya.

Mendengar usulan autonomous, dia berpikir tidak ada masalah karena ramah lingkungan. “Intinya titik pusat pemerintahan atau core government akan dibuat konektivitas dengan berbagai moda transportasi massal,” sebutnya. Dia mengungkapkan, FGD pembahasan IKN akan terus berlanjut.

Tepatnya hari ini akan digelar FGD bersama Bappenas dengan Komisi XI DPR RI. Selanjutnya akan menjadi pembahasan pansus IKN di DPR RI, Selasa mendatang. “Kita menyampaikan data di lapangan, kesiapan daerah, kondisi masyarakat, keamanan, lingkungan,” sebutnya. Dia berharap, desain komprehensif sudah rampung bersamaan dengan payung hukum UU pada 2020. (gel/dwi/k8)


BACA JUGA

Minggu, 31 Mei 2020 13:35

Ada 102 Daerah yang Masuk Zona Hijau, Kaltim Berapa Daerah?

JAKARTA- Pemerintah mencatat ada sekitar 102 daerah yang masuk zona…

Minggu, 31 Mei 2020 13:21
Buntut Kematian George Floyd

Amerika Rusuh, Mal Dijarah, Jam Malam di 25 Kota

Setidaknya 25 kota di Amerika Serikat memberlakukan jam malam sebagai…

Sabtu, 30 Mei 2020 12:53

NAH KAN..!! Ada Tambang Ilegal di Sekitar Bendungan Benanga

SAMARINDA–Banjir di Samarinda tak lepas dari masifnya pembukaan lahan. Membuat…

Sabtu, 30 Mei 2020 12:49

WAJIB..!! Kantongi Surat Sehat Dulu Baru Beli Tiket

BALIKPAPAN–Setelah ditutup sejak 24 April, Pelabuhan Semayang Balikpapan akan kembali…

Sabtu, 30 Mei 2020 12:47

Angka Sembuh Meningkat, New Normal Tetap Waspada

MESKIPUN jumlah kasus sembuh terus meningkat dibandingkan konfirmasi positif Covid-19,…

Sabtu, 30 Mei 2020 12:45

Konsep Normal Baru Harus Matang, Balikpapan Harus Jadi Contoh

Pembukaan kembali aktivitas sekolah mestinya menyesuaikan kondisi tiap wilayah. Keselamatan…

Sabtu, 30 Mei 2020 12:45
Kisah Tenaga Medis Berlebaran di Rumah Sakit saat Corona Mewabah (2-Habis)

Orangtua Mengerti, Tetap Silaturahmi secara Daring

Dokter Spesialis Paru RS Dr Kanujoso Djatiwibowo (RSKD) ini sudah…

Sabtu, 30 Mei 2020 12:43

Ini 3 Syarat Utama Pelaksanaan New Normal

JAKARTA - Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menyebutkan 3 syarat…

Sabtu, 30 Mei 2020 11:45

Tambang Ilegal Makin Marak, Usulkan Pejabat Pengawas Dicopot

Aktivitas tambang ilegal di Kukar disinyalir kian meluas. Bagaikan bola…

Sabtu, 30 Mei 2020 11:35

Banyak Orang Miskin Baru, Kembali ke Situasi 2011

JAKARTAs – Wakil Presiden Ma’ruf amin menyebutkan salah satu efek…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers