MANAGED BY:
KAMIS
24 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Jumat, 20 September 2019 11:09
19 Hari, 36 Kasus Karhutla di PPU
MENGANCAM: Karhutla di RT 07, Kelurahan Gunung Seteleng, Kecamatan Penajam, Kamis (19/9). USDALOPS BPBD PPU UNTUK KP

PROKAL.CO, KEBAKARAN hutan dan lahan (karhutla) masih mengancam Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Hampir setiap hari, karhutla terjadi di ibu kota negara (IKN) itu. Banyak kasus ditemukan di Kecamatan Penajam. Sebagian kawasan hutannya terdiri dari material gambut tipis.

Kemarin (19/9) sekira pukul 08.32 Wita, karhutla terjadi di RT 06 dan RT 07, Kelurahan Gunung Seteleng. Kemudian di RT 01, Kelurahan Buluminung. Lalu berlanjut di RT 02, Kelurahan Nenang. Lalu dua titik di RT 07 Kelurahan Gunung Seteleng. Hingga pukul 21.00 Wita, upaya pemadaman masih dilakukan tim gabungan.

“Kami cukup tertekan menangani karhutla ini. Belum asap dan debu di lokasi gambut, panas terik, dan tenaga yang terkuras. Kalau tidak dibawa bercanda, bisa sakit kita,” kelakar Kepala Sub Bidang (Kasubid) Logistik dan Peralatan BPBD Kabupaten PPU Nurlaila.

Berdasar data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten PPU, hingga September 2019, sudah ada 57 kasus karhutla. Kasus terbanyak terjadi pada bulan ini. Sampai Kamis (19/9), tercatat 36 kasus ditangani tim gabungan yang dikomandoi BPBD. Sebelumnya, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mengklaim bahwa risiko karhutla pada calon IKN baru, termasuk sebagian wilayah Kabupaten PPU, paling kecil di antara lokasi-lokasi lain.

Kasus karhutla yang terjadi di Kabupaten PPU kebanyakan memang terjadi di Kecamatan Penajam.

Hingga memasuki pekan ketiga September, sudah ada 51 kasus. Sementara Kecamatan Waru, Kecamatan Babulu, dan calon IKN baru, masing-masing menyumbangkan jumlah karhutla sebanyak dua kasus.

Upaya pemadaman karhutla di RT 11 dan RT 12 Kelurahan Petung dan RT 3 Desa Giripurwa, Kecamatan Penajam, paling menguras tenaga tim pemadam. Kebakaran yang terjadi sejak Minggu (8/9) itu, baru dapat dikendalikan dalam kurun waktu sepekan. Hingga kemarin, proses pendinginan masih dilakukan. Lahan seluas 110 hektare terbakar merupakan material gambut.

Deputi Bidang Pengembangan Regional Bappenas Rudy Supriadi Prawiradinata menegaskan, pihaknya memberikan perhatian khusus terhadap masalah karhutla di wilayah Kalimantan. Khususnya, Kaltim yang akan menjadi IKN. “Masalah kebakaran hutan, tentunya kami akan tangani. Tentu dengan tidak biasa-biasa jadi sebagai ibu kota negara. Sekarang memang belum ya," ucap dia, kemarin.

Ex-Officio Kepala BPBD Kabupaten PPU Tohar mengklaim, Kabupaten PPU aman dari potensi karhutla dalam konteks tidak begitu mengkhawatirkan. Walaupun kasus karhutla menunjukkan tren peningkatan setiap tahun.

Terhitung sejak 2017, ada 12 kasus. Melonjak drastis hingga memasuki pekan ketiga September 2019 menjadi 57 kasus.

“Tetap ada kejadian itu, bukan bersih sama sekali tapi tidak mengkhawatirkan. Sebab, spot-spot-nya langsung kami padamkan,” kata dia. Pria yang juga Sekretaris Kabupaten (Sekkab) PPU itu menyebut, kenaikan jumlah kasus karhutla tahun ini memang dipengaruhi dengan kondisi musim kemarau yang terjadi.

Lantaran lebih dari 80 persen dari 57 kasus karhutla, terjadi pada semester kedua 2019. Dimulai Juli hingga September yang merupakan puncak musim kemarau. “Secara time series, memang dipengaruhi musim kemarau. Namun, rata-rata bisa ditanggulangi dengan segera sehingga tidak berlarut-larut,” ungkapnya.

Mantan asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setkab PPU itu menuturkan, semua kecamatan di Kabupaten PPU memiliki potensi karhutla. Termasuk Kecamatan Sepaku sempat terjadi karhutla di RT 12, Desa Bukit Raya, Kecamatan Sepaku, pada Senin (2/9).

Lahan seluas 6 hektare di lahan konsesi milik PT ITCI Hutani Manunggal (IHM) terbakar. Hingga pekan ini, tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kabupaten PPU, Polres PPU, dan Kodim 0913/PPU, termasuk Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP), Satpol PP, serta perusahaan sekitar yang dibantu warga setempat, terus berjibaku melakukan pemadaman karhutla. (kip/riz/k16)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 23 Oktober 2019 13:32

Idola Publik Tak Masuk List Menteri

JAKARTA – Audisi Menteri yang dilakukan Presiden Joko Widodo dua…

Rabu, 23 Oktober 2019 10:43

Ini Dia 34 Menteri Kabinet Indonesia Maju, Jokowi Tegaskan 6 Pesan buat Menterinya

Akhirnya Presiden Joko Widodo didampingi Wapres Ma'ruf Amin mengumumkan nama-nama menteri…

Rabu, 23 Oktober 2019 10:26

Pipa Pertamina Terbakar Imbas Proyek Kereta Cepat, 1 Pekerja asal China Tewas

CIMAHI – Pipa minyak milik Pertamina terbakar hebat, yang terjadi…

Rabu, 23 Oktober 2019 10:24

Se Indonesia, Segini Nih Luas Lahan yang Terbakar saat Karhutla Lalu

JAKARTA  -- Luas lahan terbakar dalam bencana Karhutla di seluruh…

Rabu, 23 Oktober 2019 10:22

Anggaran Pesantren Harus Sama dengan Pendidikan Umum

JAKARTA– Undang-Undang Pesantren sudah disahkan. Sekarang tinggal menunggu pelaksanaan dari…

Rabu, 23 Oktober 2019 10:10

Imbas OTT KPK, Proyek Tahun Jamak Diminta Diaudit

BALIKPAPAN–Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) diminta mengaudit proyek-proyek…

Selasa, 22 Oktober 2019 13:45

Pengusaha Ngaku Sulit Ikuti Kenaikan UMP

Kenaikan upah minimum provinsi (UMP) telah disahkan sebesar 8,51 persen.…

Selasa, 22 Oktober 2019 13:42

Ternyata Setelah Politik, Inilah Hoax yang Paling Banyak

JAKARTA– Isu kesehatan kerap jadi “gorengan” penyebaran hoax. Entah soal…

Selasa, 22 Oktober 2019 13:39
Skema Pengelolaan Bandara Terkait IKN di Kaltim

Balikpapan Fokus Rute Internasional, Samarinda Domestik

BALIKPAPAN–Konektivitas transportasi udara di Kaltim jadi prioritas pemerintah pusat. Imbas…

Selasa, 22 Oktober 2019 13:38

Prabowo Jadi Menteri Pertahanan, PDIP Bilang Tak Ganggu Koalisi

JAKARTA - Partai Gerindra akhirnya masuk ke koalisi pemerintah. Sebagai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*