MANAGED BY:
SENIN
01 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Jumat, 20 September 2019 11:09
19 Hari, 36 Kasus Karhutla di PPU
MENGANCAM: Karhutla di RT 07, Kelurahan Gunung Seteleng, Kecamatan Penajam, Kamis (19/9). USDALOPS BPBD PPU UNTUK KP

PROKAL.CO, KEBAKARAN hutan dan lahan (karhutla) masih mengancam Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Hampir setiap hari, karhutla terjadi di ibu kota negara (IKN) itu. Banyak kasus ditemukan di Kecamatan Penajam. Sebagian kawasan hutannya terdiri dari material gambut tipis.

Kemarin (19/9) sekira pukul 08.32 Wita, karhutla terjadi di RT 06 dan RT 07, Kelurahan Gunung Seteleng. Kemudian di RT 01, Kelurahan Buluminung. Lalu berlanjut di RT 02, Kelurahan Nenang. Lalu dua titik di RT 07 Kelurahan Gunung Seteleng. Hingga pukul 21.00 Wita, upaya pemadaman masih dilakukan tim gabungan.

“Kami cukup tertekan menangani karhutla ini. Belum asap dan debu di lokasi gambut, panas terik, dan tenaga yang terkuras. Kalau tidak dibawa bercanda, bisa sakit kita,” kelakar Kepala Sub Bidang (Kasubid) Logistik dan Peralatan BPBD Kabupaten PPU Nurlaila.

Berdasar data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten PPU, hingga September 2019, sudah ada 57 kasus karhutla. Kasus terbanyak terjadi pada bulan ini. Sampai Kamis (19/9), tercatat 36 kasus ditangani tim gabungan yang dikomandoi BPBD. Sebelumnya, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mengklaim bahwa risiko karhutla pada calon IKN baru, termasuk sebagian wilayah Kabupaten PPU, paling kecil di antara lokasi-lokasi lain.

Kasus karhutla yang terjadi di Kabupaten PPU kebanyakan memang terjadi di Kecamatan Penajam.

Hingga memasuki pekan ketiga September, sudah ada 51 kasus. Sementara Kecamatan Waru, Kecamatan Babulu, dan calon IKN baru, masing-masing menyumbangkan jumlah karhutla sebanyak dua kasus.

Upaya pemadaman karhutla di RT 11 dan RT 12 Kelurahan Petung dan RT 3 Desa Giripurwa, Kecamatan Penajam, paling menguras tenaga tim pemadam. Kebakaran yang terjadi sejak Minggu (8/9) itu, baru dapat dikendalikan dalam kurun waktu sepekan. Hingga kemarin, proses pendinginan masih dilakukan. Lahan seluas 110 hektare terbakar merupakan material gambut.

Deputi Bidang Pengembangan Regional Bappenas Rudy Supriadi Prawiradinata menegaskan, pihaknya memberikan perhatian khusus terhadap masalah karhutla di wilayah Kalimantan. Khususnya, Kaltim yang akan menjadi IKN. “Masalah kebakaran hutan, tentunya kami akan tangani. Tentu dengan tidak biasa-biasa jadi sebagai ibu kota negara. Sekarang memang belum ya," ucap dia, kemarin.

Ex-Officio Kepala BPBD Kabupaten PPU Tohar mengklaim, Kabupaten PPU aman dari potensi karhutla dalam konteks tidak begitu mengkhawatirkan. Walaupun kasus karhutla menunjukkan tren peningkatan setiap tahun.

Terhitung sejak 2017, ada 12 kasus. Melonjak drastis hingga memasuki pekan ketiga September 2019 menjadi 57 kasus.

“Tetap ada kejadian itu, bukan bersih sama sekali tapi tidak mengkhawatirkan. Sebab, spot-spot-nya langsung kami padamkan,” kata dia. Pria yang juga Sekretaris Kabupaten (Sekkab) PPU itu menyebut, kenaikan jumlah kasus karhutla tahun ini memang dipengaruhi dengan kondisi musim kemarau yang terjadi.

Lantaran lebih dari 80 persen dari 57 kasus karhutla, terjadi pada semester kedua 2019. Dimulai Juli hingga September yang merupakan puncak musim kemarau. “Secara time series, memang dipengaruhi musim kemarau. Namun, rata-rata bisa ditanggulangi dengan segera sehingga tidak berlarut-larut,” ungkapnya.

Mantan asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setkab PPU itu menuturkan, semua kecamatan di Kabupaten PPU memiliki potensi karhutla. Termasuk Kecamatan Sepaku sempat terjadi karhutla di RT 12, Desa Bukit Raya, Kecamatan Sepaku, pada Senin (2/9).

Lahan seluas 6 hektare di lahan konsesi milik PT ITCI Hutani Manunggal (IHM) terbakar. Hingga pekan ini, tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kabupaten PPU, Polres PPU, dan Kodim 0913/PPU, termasuk Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP), Satpol PP, serta perusahaan sekitar yang dibantu warga setempat, terus berjibaku melakukan pemadaman karhutla. (kip/riz/k16)

loading...

BACA JUGA

Senin, 01 Juni 2020 00:53

Samarinda Banjir Terus, Bukti Penanganan Kurang Serius

Banjir menahun di Samarinda sulit diatasi bila tanpa dilakukan dengan…

Senin, 01 Juni 2020 00:48
Perkembangan Covid-19 di Kaltim

Mau New Normal, Bukannya Turun Malah Tambah 6 Orang Positif, 18 Orang Sembuh

 SAMARINDA-Jumlah kasus sembuh kembali lebih banyak dibandingkan kasus positif Covid-19.…

Senin, 01 Juni 2020 00:42

Daerah Jadi Tumpuan Atasi Perubahan Iklim

BALIKPAPAN–Pemerintah daerah (pemda) diharapkan menjadi tumpuan dalam mengatasi perubahan iklim…

Senin, 01 Juni 2020 00:39

Perusahaan Pakaian Produksi Jaket Anti-Corona, Lihat Nih Penampakannya...

VOLLEBAK, perusahaan pakaian yang memproduksi jaket dari graphene dan t-shirt…

Senin, 01 Juni 2020 00:37

Idulfitri di Ruang Isolasi, Menikmati Opor Ayam Kiriman Keluarga

Saat banyak keluarga yang berkumpul merayakan Idulfitri, 13 tenaga kesehatan…

Minggu, 31 Mei 2020 13:35

Ada 102 Daerah yang Masuk Zona Hijau, Kaltim Berapa Daerah?

JAKARTA- Pemerintah mencatat ada sekitar 102 daerah yang masuk zona…

Minggu, 31 Mei 2020 13:21
Buntut Kematian George Floyd

Amerika Rusuh, Mal Dijarah, Jam Malam di 25 Kota

Setidaknya 25 kota di Amerika Serikat memberlakukan jam malam sebagai…

Sabtu, 30 Mei 2020 12:53

NAH KAN..!! Ada Tambang Ilegal di Sekitar Bendungan Benanga

SAMARINDA–Banjir di Samarinda tak lepas dari masifnya pembukaan lahan. Membuat…

Sabtu, 30 Mei 2020 12:49

WAJIB..!! Kantongi Surat Sehat Dulu Baru Beli Tiket

BALIKPAPAN–Setelah ditutup sejak 24 April, Pelabuhan Semayang Balikpapan akan kembali…

Sabtu, 30 Mei 2020 12:47

Angka Sembuh Meningkat, New Normal Tetap Waspada

MESKIPUN jumlah kasus sembuh terus meningkat dibandingkan konfirmasi positif Covid-19,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers