MANAGED BY:
SENIN
01 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

PRO BISNIS

Jumat, 20 September 2019 11:04
Uang Muka Rumah dan Kendaraan Kian Rendah

Turunkan Suku Bunga, BI Longgarkan Moneter

BI melonggarkan rasio loan to value/financing to value (LTV/FTV) untuk kredit atau pembiayaan properti dan uang muka kendaraan bermotor. Uang muka untuk pembiayaan perumahan turun 5 persen dan kendaraan bermotor 5–10 persen. Ketentuan itu berlaku efektif sejak 2 Desember nanti.

PROKAL.CO, JAKARTA – Ketegangan hubungan dagang AS dan Tiongkok yang diikuti risiko geopolitik membuat ketidakpastian pasar keuangan global meningkat. Dampaknya, perekonomian dunia melambat yang juga berimbas pada pasar domestik. Kondisi tersebut direspons banyak negara dengan melakukan stimulus fiskal dan melonggarkan kebijakan moneter. Itulah yang dilakukan Bank Indonesia (BI).

Untuk kali ketiga tahun ini, BI menurunkan BI 7-day reverse repo rate (BI-7DRRR) 25 bps menjadi 5,25 persen; suku bunga deposit facility menjadi 4,50 persen; dan lending facility menjadi 6 persen. Gubernur BI Perry Warjiyo menuturkan bahwa ada beberapa pertimbangan BI dalam memutuskan pelonggaran kebijakan moneter. ’’Kebijakan tersebut sebagai langkah preemptive untuk mendorong momentum pertumbuhan ekonomi domestik di tengah kondisi ekonomi global yang melambat,’’ jelas Perry di gedung BI kemarin (19/9).

Untuk mendorong momentum pertumbuhan ekonomi, BI pun meluncurkan sejumlah kebijakan. Di antaranya, meningkatkan kapasitas penyaluran kredit perbankan dan memacu permintaan kredit pelaku usaha. Pengaturan rasio intermediasi makroprudensial (RIM) atau RIM syariah disempurnakan dengan menambahkan komponen pinjaman atau pembiayaan yang diterima bank.

Selain itu, otoritas moneter tersebut kembali melonggarkan rasio loan to value/financing to value (LTV/FTV) untuk kredit atau pembiayaan properti dan uang muka kendaraan bermotor. Uang muka untuk pembiayaan perumahan turun 5 persen dan kendaraan bermotor 5–10 persen. Ketentuan itu berlaku efektif sejak 2 Desember nanti.

Kemudian, BI juga memperkuat strategi operasi moneter untuk mendukung kecukupan likuiditas dan meningkatkan efisiensi pasar uang. Caranya, penyeragaman instrumen operasi moneter terbuka (OPT). ’’Kebijakan sistem pembayaran dan pendalaman pasar keuangan terus diperkuat guna mendukung pertumbuhan ekonomi,’’ ujar Perry.

Ekonom Bank Danamon Wisnu Wardhana menyambut baik penurunan suku bunga acuan yang dilakukan BI. Menurut Wisnu, kebijakan tersebut bisa menjadi stimulus untuk mendukung pertumbuhan. ’’Langkah itu dilakukan karena kinerja ekspor turun dan investasi tetap melemah,’’ katanya di Jakarta kemarin.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan tidak ingin kebijakan pemangkasan suku bunga oleh The Fed terus direspons Indonesia. Meski begitu, dia akan tetap mewaspadai perkembangan global sebagai akibat penurunan suku bunga AS. ’’Mungkin kita tidak perlu harus terus-menerus bereaksi terhadap keputusan tiap stage,’’ ujarnya setelah wisuda PKN STAN di ICE BSD, Tangerang Selatan, kemarin.

Dia menambahkan, langkah bank sentral AS memangkas suku bunga dimaksudkan sebagai antisipasi pelemahan ekonomi di negara tersebut. Apalagi, ada ancaman resesi yang melanda AS pada tahun depan sehingga dibutuhkan respons sejak dini.

Mantan direktur pelaksana Bank Dunia itu mengungkapkan, respons setiap negara terhadap kebijakan The Fed akan berbeda-beda. Berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia, bakal melakukan langkah antisipasif menghadapi pelemahan ekonomi global dengan kebijakan fiskal maupun moneter. ’’Jadi, kami tetap siaga atau stabil dalam melihat trennya itu mau ke mana dan apa yang harus kami lakukan sebagai suatu negara untuk memperkuat ketahanan kita dalam melihat ketidakpastian,’’ jelasnya. (ken/dee/c14/oki)


BACA JUGA

Jumat, 31 Januari 2020 11:47

Tambah Satu Crane, PT Pelindo IV Matangkan Rencana Pengembangan Semayang

PT Pelindo IV Balikpapan optimistis kinerja sepanjang tahun ini lebih…

Kamis, 30 Januari 2020 15:04

Jadi Favorit, Permintaan Kopi Terus Naik

SURABAYA– Permintaan kopi dalam negeri terus meningkat. Itu tidak terlepas…

Kamis, 30 Januari 2020 14:44

RUU Omnibus Law Optimistis Dongkrak Ekonomi Daerah

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) kebijakan omnibus law bisa mendorong kinerja…

Kamis, 30 Januari 2020 14:44

Kunjungan Bisnis Terganggu Corona

SAMARINDA – Penyebaran wabah virus corona berpotensi menghambat pengusaha dalam…

Rabu, 29 Januari 2020 13:09

Krakatau Steel Restrukturisasi Utang

JAKARTA – PT Krakatau Steel Tbk berhasil merestrukturisasi utang senilai…

Rabu, 29 Januari 2020 12:07

Target Integrasikan Pelabuhan di Kaltim

BALIKPAPAN - PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV siap mendukung berjalannya…

Selasa, 28 Januari 2020 13:40

Garap Mobil Listrik Hyundai Inves USD 750 Juta

JAKARTA– Grab Indonesia bekerja sama dengan PT Hyundai Motor Indonesia…

Selasa, 28 Januari 2020 10:48

Bantu UMKM Perluas Pasar

SAMARINDA- Tak hanya mempermudah pelaku usaha mikro kecil dan menengah…

Selasa, 28 Januari 2020 10:42

Pertahankan Resep Warisan Mertua, Terbantu Marketplace

Menjaga konsistensi rasa masakan dan memuaskan pelanggan menjadi kunci sukses…

Senin, 27 Januari 2020 12:09
Menjaga Eksistensi Usaha ala Hadlan Feriyanto Munajat

Jangan Lupa Bahagia, Kombinasikan Hobi dengan Bisnis

Berbisnis tak melulu soal keuntungan. Tapi akan lebih memuaskan jika…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers