MANAGED BY:
KAMIS
24 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Jumat, 20 September 2019 10:45
Jokowi Diminta Tunjuk Koordinator Pemindahan Ibu Kota
Pertigaan Samboja di Kilometer 38. Presiden Joko Widodo diminta menunjuk pejabat yang menjadi leader atau koordinator untuk mengomandoi proyek besar itu. Dibutuhkan juga pusat informasi agar berita yang terbesar tidak simpang siur.

PROKAL.CO, JAKARTA – Rencana pemindahan ibu kota negara ditargetkan terlaksana pada 2024. Waktu untuk persiapan sangat mepet. Presiden Joko Widodo diminta menunjuk pejabat yang menjadi leader atau koordinator untuk mengomandoi proyek besar itu. Dibutuhkan juga pusat informasi agar berita yang terbesar tidak simpang siur.

Pernyataan itu disampaikan Pengamat Perkotaan Universitas Trisakti Yayat Supriatna dalam diskusi tentang pemindahan ibu kota di Media Center DPR RI kemarin (19/9). “Saya menyarankan pemerintah terbuka tentang pemindahan ibu kota,” terang dia. Pemerintah harus memberikan informasi yang lengkat terkait rencana besar itu.

Menurut dia, perlu dibuat information center. Semua informasi bisa didapatkan dari tempat itu. Pusat informasi bisa diletak di mana saja, bisa di Kementerian PUPR, Bapenas, kementerian atau lembaga lainnya. Jika ada masyarakat yang ingin mengetahui rencana pemindahan ibu kota, mereka bisa datang ke pusat informasi.

Pusat informasi itu diisi dengan galery planning, sehingga rencana bisa diketahui. Ada maket ibu kota baru. Tahapan-tahapan yang dilakukan pemerintah juga bisa disampaikan lewat pusat informasi. “Mungkin setiap bulan ada informasi yang disampaikan kepada masyarakat,” terang Yayat.

Selain pusat informasi, kata dia, perlu ditunjuk leading sector, koordinator, atau pokja pemindahan ibu kota. Jadi, semua kementerian atau lembaga bisa bekerja bersama-sama, bisa bersinergi dalam melaksanakan mega proyek itu. Koordinator bisa ditunjuk presiden. “Kita bukan hanya bentuk lembaganya, tapi kita juga butuh aktor kuat,” ungkanya.

Aktor kuat yang bisa berkomitmen dan konsisten untuk menjaga dan melaksanakan rencana itu. Jokowi bisa menunjuk menterinya sebagaia koordinator. Yang penting pejabat itu sosok yang kuat. Memang Jokowi sebagai tokoh kuat dalam pemindahan ibu kota. Tapi, presiden juga harus mempunyai orang kuat di bawahnya yang bisa menjaga sinergi antar kementerian dan lembaga.

Yayat menegaskan, hal itu sangat penting, karena target yang diinginkan presiden sangat ketat. Waktunya tidak banyak, sehingga sinergi dan leader sangat dibutuhkan dalam menjalankan rencana tersebut.

Ketua Pansus Pemindahan Ibu Kota Zainudin Amali sepakat dengan gagasan yang disampaikan Yayat. Menurut dia, harus ada orang yang mengomandoi rencana itu. Sosok yang bisa mengkoordinir antar lembaga. Mengkoordinasikan antar lembaga itu tidak mudah, karena ada ego sektoral. “Lebih mudah mengkoordinir fraksi di DPR,” ucapnya dalam acara yang sama. Pansus juga sepakat dengan usulan adanya pusat informasi, sehingga informasi tentang pemindahan bisa satu pintu. Tidak ada lagi informasi berbeda yang disampaikan pemerintah.

Zainudin mengatakan, pansus akan melanjutkan kerjanya. Setelah ini, pihaknya akan datang ke lokasi ibu kota baru. Pansus akan menggelar rapat dengan beberapa kepala daerah, baik gubernur maupun bupati. Selanjutnya, pansus akan mengundang kementerian dan lembaga terkait untuk mendengarkan penjelasan pemerintah. Kemudian pada 30 September nanti, pansus akan menyampaikan rekomendasinya dalam rapat paripuna. Rekomendasi itu berkaitan dengan tiga fokus pembahasan pansus, pembiayaan dan infratruktur, lokasi dan lingkungan, serta aparatur dan regulasi. “Kami harus menyelesaikan tugas sebelum periode ini berakhir,” ungkapnya.

Rudy Supriadi Prawiradinata, deputi Bidang Pengembangan Regional Kementerian PPN/Bappenas mengatakan, pihaknya akan mengkaji secara mendalam lokasi yang dipilih sebagai ibu kota baru. “Yang sudah kami sampaikan ke DPR ada kajian berbasis tiga lokasi, nanti kami akan spesifik di Kaltim,” tutur dia. Lembaganya juga masih terus berkoordinasi dengan instansi lain untuk mematangkan rencana besar itu. (lum)


BACA JUGA

Rabu, 23 Oktober 2019 13:32

Idola Publik Tak Masuk List Menteri

JAKARTA – Audisi Menteri yang dilakukan Presiden Joko Widodo dua…

Rabu, 23 Oktober 2019 10:43

Ini Dia 34 Menteri Kabinet Indonesia Maju, Jokowi Tegaskan 6 Pesan buat Menterinya

Akhirnya Presiden Joko Widodo didampingi Wapres Ma'ruf Amin mengumumkan nama-nama menteri…

Rabu, 23 Oktober 2019 10:26

Pipa Pertamina Terbakar Imbas Proyek Kereta Cepat, 1 Pekerja asal China Tewas

CIMAHI – Pipa minyak milik Pertamina terbakar hebat, yang terjadi…

Rabu, 23 Oktober 2019 10:24

Se Indonesia, Segini Nih Luas Lahan yang Terbakar saat Karhutla Lalu

JAKARTA  -- Luas lahan terbakar dalam bencana Karhutla di seluruh…

Rabu, 23 Oktober 2019 10:22

Anggaran Pesantren Harus Sama dengan Pendidikan Umum

JAKARTA– Undang-Undang Pesantren sudah disahkan. Sekarang tinggal menunggu pelaksanaan dari…

Rabu, 23 Oktober 2019 10:10

Imbas OTT KPK, Proyek Tahun Jamak Diminta Diaudit

BALIKPAPAN–Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) diminta mengaudit proyek-proyek…

Selasa, 22 Oktober 2019 13:45

Pengusaha Ngaku Sulit Ikuti Kenaikan UMP

Kenaikan upah minimum provinsi (UMP) telah disahkan sebesar 8,51 persen.…

Selasa, 22 Oktober 2019 13:42

Ternyata Setelah Politik, Inilah Hoax yang Paling Banyak

JAKARTA– Isu kesehatan kerap jadi “gorengan” penyebaran hoax. Entah soal…

Selasa, 22 Oktober 2019 13:39
Skema Pengelolaan Bandara Terkait IKN di Kaltim

Balikpapan Fokus Rute Internasional, Samarinda Domestik

BALIKPAPAN–Konektivitas transportasi udara di Kaltim jadi prioritas pemerintah pusat. Imbas…

Selasa, 22 Oktober 2019 13:38

Prabowo Jadi Menteri Pertahanan, PDIP Bilang Tak Ganggu Koalisi

JAKARTA - Partai Gerindra akhirnya masuk ke koalisi pemerintah. Sebagai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*