MANAGED BY:
KAMIS
24 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

PRO BISNIS

Jumat, 20 September 2019 10:01
Porang Bisa Dibudidayakan di Kaltim, Punya Nilai Ekspor ke Jepang, Tiongkok, dan Vietnam
Tanaman Porang

PROKAL.CO, BALIKPAPAN – Kalimantan Timur diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap sumber daya alam (SDA) tak terbarukan. Kontribusi sektor ini masih paling tinggi, mencapai 45 persen. Balai Karantina Pertanian Kelas I terus mencari potensi SDA terbarukan untuk mengurai ketergantungan tersebut.

Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Balikpapan Abdul Rahman mengatakan, pihaknya didorong untuk mencari sumber daya alam terbarukan apa yang memiliki nilai ekspor. Setelah buah-buahan seperti pisang kepok, Balai Karantina Pertanian melirik tanaman porang.

 “Potensi ekspor tanaman ini ke Jepang, Tiongkok, dan Vietnam. Di sana konsumsinya cukup tinggi. Dan cara menanam sangat mudah. Di negara tujuan, biasanya dikonsumsi untuk obat atau sayur atau makanan sebelum makan berat,” ucapnya.

Porang termasuk tumbuhan bermarga Amorphophallus. Secara penampilan, porang tumbuh dengan tangkai tunggal atau batang bercorak belang-belang hijau-putih. Tangkai kemudian menjulurkan cabang-cabang sebagai tangkai daun.

Porang hanya bisa tumbuh di bawah pepohonan penyangga seperti pohon jati. Ia akan gagal tumbuh di area persawahan. Tanaman ini, ternyata memiliki manfaat bagi kesehatan. Umbi yang tertanam di dasar tungkai bisa diproduksi dan diolah menjadi produk kesehatan dan kecantikan.

Ia menjelaskan, porang juga bisa ditanam di lahan kelapa sawit. Jika lahan kelapa sawit yang sulit ditanami kembali, maka porang menjadi alternatif. Dan cara menanamnya tidak susah. Bahkan ditinggal saja bisa.

 “Dengan potensi ekspor, nilai porang cukup tinggi apalagi jika diolah. Jual tanaman atau mentahnya sekitar Rp 4 ribu per kilogram. Kemudian, yang sudah dikeringkan atau diolah Rp 48 ribu per kg. Kalau diolah menjadi tepung bisa mencapai Rp 100 ribuan,” ujarnya.

Ia menyebutkan, masa panen tanaman ini enam bulan. Untuk tanam awal satu tahun, kemudian hanya enam bulan masa panen. Dan itu tidak perlu penanganan khusus, ditanam dipantau saja sudah jadi. “Kami melihat lahan sawit yang luas di Kaltim bisa kami tanami di area itu. Bagi tanaman kelapa sawit tidak berpengaruh apapun. Jadi bukan hama,” bebernya.

Ia menjelaskan, saat ini pihaknya sedang melakukan percobaan tanam di area milik Balai Karantina. “Kami lihat progresnya. Paling tidak kalau jadi akan kami laporkan, dan mendorong Pemerintah Provinsi Kaltim melihat peluang itu,” bebernya.

Lebih lanjut, untuk nonmigas dan batu bara, sektor kelapa sawit masih menjadi nilai ekspor utama di Kaltim. Nilai ekspor produk ini  selama kurun waktu tahun 2018 yang melalui pihaknya telah mencapai 3,64 Triliun rupiah. Selain ke Tiongkok, komoditas ini diekspor ke Filipina. (aji/tom/k18)


BACA JUGA

Senin, 21 Oktober 2019 13:40

Investasi Terhambat, Konsumsi Tersendat

JAKARTA– Kondisi ekonomi global belum juga menunjukkan sinyal yang membaik.…

Senin, 21 Oktober 2019 10:12

Terdampak Perang Dagang AS-Tiongkok, Kinerja Ekspor Kaltim Melemah

SAMARINDA – Perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok yang…

Senin, 21 Oktober 2019 10:11

Tekan Biaya Investasi dengan Konsorsium

BALIKPAPAN – PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) bersama dengan PT…

Sabtu, 19 Oktober 2019 11:14

Nikmati Diskon Natal dari Sekarang

SAMARINDA – Tak perlu menunggu akhir tahun untuk menikmati diskon…

Sabtu, 19 Oktober 2019 11:03

April 2020, Ponsel BM Tak Lagi Bisa Beredar

JAKARTA– Rencana penegakan peraturan validasi International Mobile Equipment Identity (IMEI)…

Jumat, 18 Oktober 2019 11:26

Ekspor CPO ke India Bisa Membesar

SAMARINDA – Pengusaha kelapa sawit tampaknya bisa memperbesar ekspor crude…

Jumat, 18 Oktober 2019 11:18

Perusahaan Kaltim Minat IPO, Sudah Ada 12 Perusahaan yang Serius

BALIKPAPAN – Bursa Efek Indonesia (BEI) Balikpapan terus mendorong minat…

Kamis, 17 Oktober 2019 10:33

10 BUMN Bantu Merpati Terbang Lagi

JAKARTA– Sepuluh badan usaha milik negara (BUMN) bersinergi untuk membangkitkan…

Kamis, 17 Oktober 2019 10:18

Tanpa IKN, Investasi Hilirisasi Harus Masuk

SAMARINDA – Tumbuhnya sektor lain selain pertambangan batu bara diharapkan…

Kamis, 17 Oktober 2019 10:17

Apindo Berencana Bangun Kawasan Ekonomi, Lirik Lahan 10 Hektare di Kawasan IKN

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kaltim bertekad untuk berkontribusi dalam pembangunan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*