MANAGED BY:
SENIN
01 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Jumat, 20 September 2019 09:57
NAH ..!! Produksi Batu Bara Kaltim Menurun

Harapkan Hilirisasi Seiring IKN

Penurunan ini ditengarai akibat faktor eksternal yakni dampak perseteruan dagang antara Tiongkok dan Amerika Serikat.

PROKAL.CO, SAMARINDA—Jumlah produksi batu bara Kaltim mengalami penurunan dari Juni 2018 yang mencapai 8.680.440.90 metrik ton (MT) menjadi 7.788.553,77 MT per Juni 2019.  Penurunan ini ditengarai akibat faktor eksternal yakni dampak perseteruan dagang antara Tiongkok dan Amerika Serikat.

Untuk mengantisipasinya, Kaltim mencoba membidik negara lain sebagai tujuan ekspor selain Tiongkok. Seperti India dan beberapa negara Asia Tenggara.

Menurut Kepala Bidang Mineral dan Batu Bara Dinas ESDM Kaltim, Baihaqi Hazami, tidak hanya jumlah produksi yang mengalami penurunan. Harga batu bara acuan (HBA) saat ini juga tengah melandai dari 72,67 USD/ton pada Agustus 2019 menjadi 65,79 USD/ton pada September 2019. Untuk HBA bersifat fluktuatif karena dipengaruhi kondisi dan permintaan pasar internasional. 

Dalam kasus perseteruan dagang antara Tiongkok dan Amerika, kata Baihaqi, Negeri Tirai Bambu terpaksa menurunkan produksi barangnya karena pasar mereka terhambat di Amerika. “Dengan penurunan produksi barang ini, maka kebutuhan untuk energi Tiongkok juga turun. Permintaan batu bara dari luar negeri mereka turunkan,” jelasnya.

Di sisi lain, turunnya harga batu bara jelas berimbas pada harga dalam negeri. Perusahaan pertambangan batu bara harus mengatur strategi apakah memproduksi dalam jumlah besar atau menghemat produksinya. Sebab, HBA menggunakan acuan dolar Amerika Serikat atau USD.

 “Maksudnya supaya nanti jika harga kembali bagus, mereka bisa menjual lebih banyak. Namun ini tergantung mekanisme masing-masing perusahaan. Tapi yang terpenting kita mengutamakan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri dulu sebanyak 25 persen kuota domestic market obligation (DMO). Setelah terpenuhi baru ekspor,” sambungnya.

Baihaqi menjelaskan, selama ini batu bara yang dikirim keluar Kaltim masih mentah atau hanya digunakan sebagai sumber energi. Saat ini belum ada industri hilirisasi yang memanfaatkan batu bara untuk menjadi produk turunan seperti bahan bakar gas atau bahan bakar cair. Padahal dengan upaya hilirisasi dapat memberi nilai tambah pada produksi batu bara di Kaltim.

 “Namun untuk membangun hilirisasi batu bara juga memerlukan industri kimia. Para investor juga belum siap karena infrastruktur di sini belum mendukung,” ujarnya.  Dia berharap dengan pemindahan IKN di Kaltim dapat berdampak untuk pembangunan infrastruktur dan industri. “Ke depan jika IKN telah berpindah ke sini, infrastruktur sudah menunjang, tentunya industri-industri akan meningkat dan kebutuhan energi meningkat. Otomatis produksi batu bara juga meningkat. Namun tidak usah untuk diekspor, cukup digunakan untuk industri saja,” pungkasnya.(*/ain/tom/k18)


BACA JUGA

Minggu, 31 Mei 2020 13:35

Ada 102 Daerah yang Masuk Zona Hijau, Kaltim Berapa Daerah?

JAKARTA- Pemerintah mencatat ada sekitar 102 daerah yang masuk zona…

Minggu, 31 Mei 2020 13:21
Buntut Kematian George Floyd

Amerika Rusuh, Mal Dijarah, Jam Malam di 25 Kota

Setidaknya 25 kota di Amerika Serikat memberlakukan jam malam sebagai…

Sabtu, 30 Mei 2020 12:53

NAH KAN..!! Ada Tambang Ilegal di Sekitar Bendungan Benanga

SAMARINDA–Banjir di Samarinda tak lepas dari masifnya pembukaan lahan. Membuat…

Sabtu, 30 Mei 2020 12:49

WAJIB..!! Kantongi Surat Sehat Dulu Baru Beli Tiket

BALIKPAPAN–Setelah ditutup sejak 24 April, Pelabuhan Semayang Balikpapan akan kembali…

Sabtu, 30 Mei 2020 12:47

Angka Sembuh Meningkat, New Normal Tetap Waspada

MESKIPUN jumlah kasus sembuh terus meningkat dibandingkan konfirmasi positif Covid-19,…

Sabtu, 30 Mei 2020 12:45

Konsep Normal Baru Harus Matang, Balikpapan Harus Jadi Contoh

Pembukaan kembali aktivitas sekolah mestinya menyesuaikan kondisi tiap wilayah. Keselamatan…

Sabtu, 30 Mei 2020 12:45
Kisah Tenaga Medis Berlebaran di Rumah Sakit saat Corona Mewabah (2-Habis)

Orangtua Mengerti, Tetap Silaturahmi secara Daring

Dokter Spesialis Paru RS Dr Kanujoso Djatiwibowo (RSKD) ini sudah…

Sabtu, 30 Mei 2020 12:43

Ini 3 Syarat Utama Pelaksanaan New Normal

JAKARTA - Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menyebutkan 3 syarat…

Sabtu, 30 Mei 2020 11:45

Tambang Ilegal Makin Marak, Usulkan Pejabat Pengawas Dicopot

Aktivitas tambang ilegal di Kukar disinyalir kian meluas. Bagaikan bola…

Sabtu, 30 Mei 2020 11:35

Banyak Orang Miskin Baru, Kembali ke Situasi 2011

JAKARTAs – Wakil Presiden Ma’ruf amin menyebutkan salah satu efek…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers