MANAGED BY:
SABTU
06 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

MANCANEGARA

Kamis, 19 September 2019 12:55
Pemilu Israel, Kubu Petahana Kalah Satu Kursi
UNGGUL TIPIS: Benny Gantz bersama partai pendukungnya mengungguli perolehan kursi kubu Benjamin Netanyahu di Parlemen pada pemilu ulang kemarin. Emmanuel Dunand/afp

PROKAL.CO, Partai Likud dan Kahol Lavan bisa dipaksa membentuk pemerintahan bersama. Mirip kondisi pemilu 9 April lalu.

 

Pemilu ulang di Israel 2019 berlangsung ketat. Hasil hitung cepat kemarin, kubu Benjamin Netanyahu kalah tipis; satu kursi. Perhitungan suara melalui quick count yang dilansir The Times of Israel itu sudah mencapai 90 persen.

Penantang Netanyahu; Benny Gantz, didukung Partai Biru-Putih (Kahol Lavan). Partai yang menyokong Gantz menjadi perdana menteri itu, berdasar hitung cepat, meraih 32 kursi di parlemen (Knesset). Sementara perolehan Partai Likud, yang mendukung petahana Netanyahu, mendapat 31 kursi.

"Saya berharap penduduk Israel bisa mendapatkan pemerintahan gabungan, dan iklim politik akan lebih tenang sehingga kita bisa melanjutkan pemerintahan," kata Gantz.

Meski demikian, komposisi perolehan kursi keseluruhan koalisi yang dibangun masing-masing kandidat juga selisih satu kursi. Koalisi yang mendukung Gantz mendapatkan 56 kursi, sedangkan pendukung Netanyahu mendapat 55 kursi.

Sejumlah partai yang turut bersaing dalam pemilu Israel kali ini juga berhasil lolos ke Knesset. Yaitu, Partai Joint List (13 kursi), Partai Shas (9 kursi), Yisrael Beytenu (9 kursi), Partai Persatuan Taurat Yudaisme (8 kursi), Partai Yamina (7 kursi), Partai Buruh dan Partai Gesher (6), dan Partai Kamp Demokratik (5 kursi).

Dengan perolehan itu, Partai Yisrael Beytenu yang dipimpin politikus Avigdor Lieberman menjadi penentu. Sedangkan Partai Joint List belum menentukan sikap.

Namun, Lieberman menyatakan akan memaksa Partai Likud dan Kahol Lavan membentuk pemerintahan bersama. Dengan demikian, kondisi ini mirip dengan yang terjadi usai pemilu pada 9 April lalu.

Saat itu, Netanyahu yang unggul satu kursi gagal membentuk pemerintahan karena tidak bisa mendapatkan dukungan mayoritas di Knesset. Partai Kahol Lavan juga menetapkan syarat Netanyahu harus mundur jika Partai Likud ingin membentuk pemerintahan gabungan.

Lieberman juga menetapkan syarat untuk membentuk pemerintahan gabungan. Yakni, dia menuntut kedua belah pihak menerima sejumlah usulnya supaya menerapkan kebijakan yang lebih sekuler. (int/dwi/k8)

 


BACA JUGA

Jumat, 05 Juni 2020 11:39

Penanganan Demo Pasca Kematian George Floyd, Militer Ikut Memprotes Trump

WASHINGTON– Kritik untuk Presiden AS Donald Trump terkait dengan penanganan…

Jumat, 05 Juni 2020 11:21

Gratiskan Pembalut agar Sekolah

WELLINGTON – ’’Akses atas produk sanitasi adalah kebutuhan, bukan kemewahan.’’…

Kamis, 04 Juni 2020 15:38

Pastikan Pria Bertato Indonesia WN AS

JAKARTA–  Ancaman Donald Trump menerjunkan militer menghadapi kerusuhan pasca kematian…

Rabu, 03 Juni 2020 13:59

Demonstrasi di Amerika Masih Mengkhawatirkan, Trump Ancam Kerahkan Militer

WASHINGTON– Datang sudah jawaban dari Donald Trump terkait kerusuhan pasca…

Rabu, 03 Juni 2020 13:38

Korban Covid-19 di India Terus Melesat

NEW DELHI– Pemerintah India dihadapkan situasi pelik. Mereka terus menerima…

Selasa, 02 Juni 2020 12:26

UU Keamanan Nasional Disetujui, Warga Berniat Tinggalkan Hong Kong

HONG KONG–Undang-Undang Keamanan Nasional untuk Hong Kong telah disetujui Kongres…

Selasa, 02 Juni 2020 11:57

Kesal Ketahuan Sembunyi di Bungker, Trump Lakukan Ini

Presiden Amerika Serikat Donald Trump merasa kesal lantaran ketahuan sempat…

Senin, 01 Juni 2020 23:27

Setelah Pesta, Pangeran Belgia Positif Covid-19

CORDOBA– Virus SARS-CoV-2 sampai ke lingkaran Kerajaan Belgia. Pangeran Joachim,…

Senin, 01 Juni 2020 23:24

Trump Pilih Urus Masalah Luar Negeri

PERHATIAN Presiden AS Donald Trump justru tak tertuju pada unjuk…

Senin, 01 Juni 2020 12:35

Mengharukan, Polisi Berlutut di Hadapan Demonstran

Aparat masih berusaha meredam kekacauan dari aksi protes yang terus…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers