MANAGED BY:
JUMAT
18 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

MANCANEGARA

Kamis, 19 September 2019 12:55
Pemilu Israel, Kubu Petahana Kalah Satu Kursi
UNGGUL TIPIS: Benny Gantz bersama partai pendukungnya mengungguli perolehan kursi kubu Benjamin Netanyahu di Parlemen pada pemilu ulang kemarin. Emmanuel Dunand/afp

PROKAL.CO, Partai Likud dan Kahol Lavan bisa dipaksa membentuk pemerintahan bersama. Mirip kondisi pemilu 9 April lalu.

 

Pemilu ulang di Israel 2019 berlangsung ketat. Hasil hitung cepat kemarin, kubu Benjamin Netanyahu kalah tipis; satu kursi. Perhitungan suara melalui quick count yang dilansir The Times of Israel itu sudah mencapai 90 persen.

Penantang Netanyahu; Benny Gantz, didukung Partai Biru-Putih (Kahol Lavan). Partai yang menyokong Gantz menjadi perdana menteri itu, berdasar hitung cepat, meraih 32 kursi di parlemen (Knesset). Sementara perolehan Partai Likud, yang mendukung petahana Netanyahu, mendapat 31 kursi.

"Saya berharap penduduk Israel bisa mendapatkan pemerintahan gabungan, dan iklim politik akan lebih tenang sehingga kita bisa melanjutkan pemerintahan," kata Gantz.

Meski demikian, komposisi perolehan kursi keseluruhan koalisi yang dibangun masing-masing kandidat juga selisih satu kursi. Koalisi yang mendukung Gantz mendapatkan 56 kursi, sedangkan pendukung Netanyahu mendapat 55 kursi.

Sejumlah partai yang turut bersaing dalam pemilu Israel kali ini juga berhasil lolos ke Knesset. Yaitu, Partai Joint List (13 kursi), Partai Shas (9 kursi), Yisrael Beytenu (9 kursi), Partai Persatuan Taurat Yudaisme (8 kursi), Partai Yamina (7 kursi), Partai Buruh dan Partai Gesher (6), dan Partai Kamp Demokratik (5 kursi).

Dengan perolehan itu, Partai Yisrael Beytenu yang dipimpin politikus Avigdor Lieberman menjadi penentu. Sedangkan Partai Joint List belum menentukan sikap.

Namun, Lieberman menyatakan akan memaksa Partai Likud dan Kahol Lavan membentuk pemerintahan bersama. Dengan demikian, kondisi ini mirip dengan yang terjadi usai pemilu pada 9 April lalu.

Saat itu, Netanyahu yang unggul satu kursi gagal membentuk pemerintahan karena tidak bisa mendapatkan dukungan mayoritas di Knesset. Partai Kahol Lavan juga menetapkan syarat Netanyahu harus mundur jika Partai Likud ingin membentuk pemerintahan gabungan.

Lieberman juga menetapkan syarat untuk membentuk pemerintahan gabungan. Yakni, dia menuntut kedua belah pihak menerima sejumlah usulnya supaya menerapkan kebijakan yang lebih sekuler. (int/dwi/k8)

 


BACA JUGA

Kamis, 17 Oktober 2019 10:50

Empat Benua Buru El Chapo Asia

SYDNEY– Tse Chi Lop sedang menjadi pusat perhatian. Tapi, tidak…

Kamis, 17 Oktober 2019 10:26

Turki Ogah Gencatan Senjata

ANKARA– Sanksi Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa (UE) tidak…

Kamis, 17 Oktober 2019 10:06

Cegah Munculnya Sulli-Sulli Lain, Korsel Bahas Perundang-undangan Berantas Perundungan

SEOUL– Meninggalnya Sulli masih jadi isu panas di Korea Selatan.…

Selasa, 15 Oktober 2019 23:32

Kini Kurdi Gabung Assad dan Lawan Militer Turki

Hubungan AS dan Syrian Democratic Forces (SDF) makin renggang. Minggu…

Selasa, 15 Oktober 2019 12:15

Oposisi Tolak Ratifikasi

Sejumlah politikus Partai Buruh Australia yang beroposisi menyatakan menolak perjanjian…

Selasa, 15 Oktober 2019 12:14

Minta Ganti Rugi ke Negara Gara-gara 19 Tahun Dipenjara meski Tak Bersalah

CANBERRA–Seorang pria Australia yang dipenjara secara keliru selama nyaris dua…

Selasa, 15 Oktober 2019 12:13

Imbas Kesulitan Akses di Jayapura, Penderita Tumor Operasi di Australia

SEORANG perempuan asal Jayapura, Natalia Apaseray, yang mengalami tumor wajah…

Selasa, 15 Oktober 2019 12:12

Lady Liberty Berpayung di Hong Kong

“PEREMPUAN” itu memakai helm, goggle, dan masker gas. Itu jelas…

Senin, 14 Oktober 2019 13:00

Bendera Penanda Kotoran Anjing

PERNAH jalan-jalan lalu menginjak kotoran anjing? Pasti bikin bete. Nah,…

Senin, 14 Oktober 2019 12:58

Invasi Turki di Wilayah Kurdi Bisa Lipat Gandakan Jumlah Pengungsi

DAMASKUS– Pelan tapi pasti, militer Turki memperluas area kekuasaannya di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*