MANAGED BY:
RABU
23 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Rabu, 18 September 2019 14:15
Bandara Buka, Penerbangan Tutup
Penumpang di bandara APT Pranoto menunggu pemberangkatan.

PROKAL.CO, DAMPAK kabut asap membuat seluruh penerbangan di Bandara APT Pranoto Samarinda pada Selasa (17/9) berhenti beroperasi. Bandara ditutup sementara dan aktivitas penerbangan lumpuh. Lion Air Group yang memiliki jadwal penerbangan paling banyak di Bandara APT Pranoto memilih untuk mengalihkan seluruh penerbangannya melalui Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan.

Corporate Communications Strategic of Lion Air Group Danang Mandala Prihantoro menuturkan, pengalihan terpaksa dilakukan melihat kondisi cuaca buruk berupa fog/smoke (kabut asap). Hal ini membuat jarak pandang di Samarinda tak kunjung membaik. Imbas dari maraknya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Dia menjelaskan, kabut asap yang pekat membuat jarak pandang (visibility) tidak memenuhi syarat minimum untuk aktivitas penerbangan. Baik untuk lepas landas maupun mendarat. Ada pun pengalihan ini sudah berlangsung sejak Senin (16/9) dan akan berakhir hingga pemberitahuan lebih lanjut (until further notice/ UFN).

“Perubahan rute bersifat sementara hingga kondisi cuaca di Samarinda membaik,” ujarnya. Pengalihan seluruh jaringan penerbangan domestik dari dan menuju Samarinda. Berlaku untuk seluruh operasional pesawat Lion Air Group di antaranya Lion Air kode penerbangan JT, Wings Air kode penerbangan IW, Batik Air kode penerbangan ID dipindahkan atau reroute ke Bandara SAMS Sepinggan.

“Kami menegaskan bahwa berdasarkan situasi yang terjadi seluruh operasional dijalankan menurut standar operasional prosedur (SOP),” ungkapnya. Dampak dari pemindahan itu juga menjalar ke rute lainnya. Setidaknya terdapat tujuh rute yang turut mengalami penyesuaian.

Mulai dari Bandara Soekarno-Hatta Tangerang (CGK), Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta (HLP), Bandara Adisutjipto Jogjakarta (JOG), Bandara Yogyakarta Kulonprogo (YIA). Selanjutnya Bandara Juanda Sidoarjo (SUB), Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali (DPS), dan Bandara Kalimarau Berau (BEJ).

Mandala menuturkan, pihaknya memfasilitasi kepada penumpang bagi yang akan melakukan proses pengembalian dana atau refund dan perubahan jadwal keberangkatan atau reschedule sesuai ketentuan yang berlaku. Lion Air Group juga memberikan informasi kepada seluruh tamu atau penumpang.

Khususnya yang mempunyai jadwal penerbangan dengan tujuan Samarinda (inbound) dan dari Samarinda (outbound) untuk melaporkan ke petugas layanan di bandara (customer services) atau layanan pelanggan (call center). “Kami akan terus berkoordinasi bersama pihak terkait guna memperoleh perkembangan atau keterangan sesuai situasi terbaru,” sebutnya.

Dia menegaskan, Lion Air Group akan meminimalisasi dampak yang timbul. Sehingga tidak mengganggu penerbangan dan operasional lainnya. “Operasional Lion Air Group akan berjalan normal kembali setelah jarak pandang dinyatakan aman untuk penerbangan,” tutupnya.

Pelaksana Harian (Plh) Unit Pelaksana Bandar Udara (UPBU) APT Pranoto Samarinda Dwi Muji Raharjo mengatakan, bandara sebenarnya beroperasi normal. Namun, kegiatan penerbangan tidak bisa dilakukan. “Kami selalu menunggu update informasi cuaca dan jarak pandang,” ujarnya.

Dia memastikan, kemarin, tak satu pun penerbangan yang lepas landas maupun mendarat di Bandara APT Pranoto Samarinda. Jika terjadi pengalihan, itu keputusan pihak maskapai. “Kami tidak bisa memprediksi. Jarak pandang berubah-ubah. Kadang sudah mulai membaik, selang beberapa jam jarak pandang menurun. Kan syarat penerbangan visual di APT Pranoto 5.000 meter (jarak pandang),” beber Muji.

Pelaksana Pelayanan dan Operasi Bandar Udara APT Pranoto Samarinda Rora Ardian menuturkan, dalam kondisi normal, penerbangan reguler di Bandara APT Pranoto mencapai 46 kali per hari.

“Kami harap kondisi semakin membaik,” ucapnya.

Pihaknya mengimbau agar masyarakat tidak membakar lahan di sekitar bandara. Mengingat, kondisi kabut asap saat ini sangat memprihatinkan setelah menerima kiriman asap dari luar Samarinda. “Saya harap masyarakat mau bersama-sama menjaga hutan, agar tidak memperburuk keadaan,” pungkasnya.

 

Minta Warga Waspada

SEMENTARA itu, laporan indeks kualitas udara atau air quality index (AQI) Balikpapan per Selasa (17/9) menunjukkan 69 mikrogram per meter kubik. Artinya masuk kategori kualitas sedang. Sementara untuk mencapai kategori baik harus berada pada level 0-50 mikrogram per meter kubik. Melihat situasi ini, Pemkot Balikpapan mengingatkan agar warga mulai waspada. Apalagi kesulitannya asap tidak bersumber dari kebakaran secara langsung di Balikpapan.

“Belum status darurat. Tapi untuk kesehatan mulai waspada karena sudah kategori sedang,” kata Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi. Ada pun daerah yang perlu diwaspadai terutama di wilayah barat, utara, dan timur Kota Minyak. Sebab daerah tersebut sangat dekat atau berbatasan dengan area provinsi tetangga. Pihaknya akan melakukan antisipasi dengan membentuk posko.

Kemudian mengumpulkan pihak yang nanti siap bertugas di lapangan. Termasuk menghimpun dukungan bantuan masker sebagai bentuk pencegahan dampak kabut asap bagi kesehatan. “Masker tersedia 40 ribu untuk dibagi terutama kepada mereka yang tidak mampu dan berada di daerah yang terdampak parah,” ujarnya.

Sementara bagi masyarakat yang mampu, dia mengimbau untuk bisa waspada dan membeli sendiri. Selain itu, Pemkot Balikpapan akan melaporkan apa saja kekurangan dalam antisipasi karhutla. Misalnya peralatan pemadam kebakaran khususnya di hutan yang belum maksimal.

“Alat pemadam dengan tandon yang bisa dipikul di punggung. Apalagi sumber air terbatas di hutan,” sebutnya. Saat ini, pihaknya masih melakukan inventarisasi di mana saja ada sumber air. Begitu ada kejadian karhutla bisa cepat mengambil air untuk penanganan.

Rizal menjelaskan, menghadapi status waspada ini warga bisa mendukung dengan berbagai cara. Di antaranya tidak membakar hutan, semak, dan segera memadamkan api kecil yang muncul di lingkungan perumahan. “Kami kumpulkan lurah untuk beri tahu masyarakat, berhenti dulu membakar sampah di lingkungan rumah karena ini musim kemarau berbahaya,” ujarnya.

Dia turut mengimbau agar warga juga menghemat air, menggunakannya dengan bijak. “Sedangkan yang berkaitan dengan kesehatan, kalau pekat asap maka gunakan masker,” imbuhnya. (gel/dq/riz/k15)

 

Jarak Pandang (Visibility) di Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, Selasa 17 September 2019

 

Pukul (Wita) Visibility (meter)

00.00 9.000

01.00 9.000

02.00 9.000

03.00 8.000

04.00 4.500

05.00 4.000

06.00 2.000

07.00 1.700

08.00 3.000

09.00 4.500

10.00 6.000

11.00 7.000

12.00 7.000

13.00 7.000

14.00 8.000

15.00 8.000

16.00 8.000

17.00 8.000

18.00 8.000

Sumber: BMKG Balikpapan

loading...

BACA JUGA

Selasa, 22 Oktober 2019 13:38

Prabowo Jadi Menteri Pertahanan, PDIP Bilang Tak Ganggu Koalisi

JAKARTA - Partai Gerindra akhirnya masuk ke koalisi pemerintah. Sebagai…

Selasa, 22 Oktober 2019 12:29

DRAMA..!! Sudah Pakai Baju Putih, Bupati Minahasa Selatan Mendadak Terpental

JAKARTA – Drama terjadi dalam penyusunan kabinet kerja jilid II.…

Selasa, 22 Oktober 2019 12:22

UU KPK Berlaku, Penyidik Pilih Hati-Hati

JAKARTA – Sesuai prediksi, aktivitas penindakan di Komisi Pemberantasan Korupsi…

Senin, 21 Oktober 2019 13:39

Tahun Depan UMP Naik, Hotel Belum Berani Naikkan Tarif

Meski upah minimum provinsi (UMP) dan upah minimum kabupaten/kota (UMK)…

Senin, 21 Oktober 2019 13:38

Courtesy Call dengan Presiden dengan Negara Sahabat, Tawarkan Kereta Hingga BUMN

JAKARTA - Momen courtesy call yang dilaksanakan Presiden Joko Widodo…

Senin, 21 Oktober 2019 13:18

Ada OTT KPK, Berharap Akses ke APT Pranoto Tak Terdampak

RENCANA kegiatan peningkatan jalan menuju Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT)…

Senin, 21 Oktober 2019 13:18

OTT KPK, Bukti Abai terhadap Kualitas

BALIKPAPAN-Operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap sejumlah…

Senin, 21 Oktober 2019 13:17

Bakal Revisi UU yang Hambat Investasi

Joko Widodo dan Ma’ruf Amin dilantik sebagai presiden dan wakil…

Senin, 21 Oktober 2019 11:10

Ketika Anak Kembar SMP Ikut Desain Ibu Kota Republik

Dua anak kembar asal Kota Solok berhasil membuat desain ibukota…

Senin, 21 Oktober 2019 11:09
Penghuni Rumah Dinas Wakil Presiden Berganti

Mufidah Kalla Bagikan Merpati Peliharaan, Ma'ruf Boyongan Bawa Sarung

Jusuf Kalla (JK) dan Kiai Ma’ruf Amin (KMA) menjalani kehidupan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*