MANAGED BY:
JUMAT
18 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Rabu, 18 September 2019 14:00
Bunuh Pacar, Kodok Divonis 14 Tahun Penjara
Vonis : Kodok saat hendak menjalani sidang putusan di Pengadilan Negeri Singaraja, Selasa kemarin (17/9). (I Putu Mardika/Bali Express)

PROKAL.CO, SINGARAJA- Kadek Indra Jaya alias Kodok, 21 akhirnya divonis hukuman 14 tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Singaraja pada Selasa (17/9) siang. Pelaku pembunuh mahasiswi cantik Kadek Serly Mahardika yang adalah pacarnya itu memilih tak mengajukan banding atas putusan tersebut.

Dalam sidang yang dipimpin Ketua Mejalis Hakim I Wayan Sukanila tersebut, Kodok nampak terlihat tenang. Pria bertato yang tubuhnya mulai mengurus itu didampingi kuasa hukumnya, Gede Suryadilaga.

Diberitakan Bali Express, Ketua Majelis Hakim menyebutkan terdakwa Kodok secara sah dan meyakinkan membunuh korban Serli Mahardika, dengan cara mencekiknya. Akibatnya korban Serly pun kehabisan oksigen sebagaimana diatur dalam Pasal 338 KUHP.

"Terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana pembunuhan sebagaimana diatur dalam pasal 338 KUHP. Menjatuhkan pidana 14 tahun penjara. Menetapkan kurungan yang telah dijalani, dikurangkan sepenuhnya dari masa hukuman," kata Ketua Majelis Halim Wayan Sukanila.

Seusai membacakan vonis, Ketua Majelis hakim kemudian memberikan kesempatan kepada terdakwa Kodok untuk berkonsultasi kepada kuasa hukumnya, Gede Surya Dilaga. Dalam konsultasi yang berlangsung singkat bahkan hitungan detik, terdakwa Kodok rupanya menerima vonis tersebut. Ia enggan untuk mengajukan banding.."Saya menerima yang Mulia," ucap terdakwa Kodok, singkat.

Sementara dari pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) juga menerima vonis tersebut. Mengingat pada persidangan dengan agenda pembacaan tuntutan, JPU telah meminta kepada majelis hakim untuk menjatuhkan pidana penjara 14 tahun, terhadap terdakwa Kodok.

Itu berarti, putusan Ketua Majelis Hakim pun langsung dinyatakan incraht alias berkekuatan hukum tetap, karena tidak pihak yang banding. Selesai menjalani sidang putusan, Kodok pun langsung digiring petugas dengan memborgol kedua tangannya untuk memasuki ruang tahanan PN Singaraja.

Kuasa hukum, Gede Surya Dilaga yang ditemui seusai persidangan menyebutkan sejatinya ia merasa keberatan dengan putusan hakim tersebut. Namun demikian ia tidak dapat berbuat banyak, mengingat putusan hakim itu telah diterima sepenuhnya oleh klinenya.

"Meskipun dia (Kodok) terbukti bersalah kan tidak harus diputus 14 tahun. Hakim punya kewenaangan untuk memutuskan dua per tiga dari tuntutan. Tapi klien sudah menerima, jadi tidak perlu banding lagi," tutupnya.

Seperti halnya berita sebelumnya Ni Made Ayu Serli Mahardika, ditemukan tewas membusuk, di dalam kamar kosnya, di Jalan Wijaya Kusuma, Kecamatan/Kabupaten Buleleng, Kamis (11/4) siang lalu. Mahasiswi asal Banjar Dinas Senganan Kanginan, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan ini tewas akibat dibunuh oleh pacarnya bernama Kadek Indra Jaya Alias Kodok.

Terungkap dari hasil penyelidikan, pria asal Tabanan ini mengaku tak kuasa menahan cemburu, ketika mengetahui ada seorang pria yang merupakan teman kuliah korban, mengirim chat ke HP sang kekasih. Padahal, chat itu berisi tentang ajakan untuk membuat tugas bersama-sama.

Kodok yang membaca chat itu lantas naik pitam. Tanpa berpikir panjang, ia pun menganiaya korban di kamar kosnya, pada Senin (8/4) sekira pukul 18.00 wita. Tak cukup disana, Kodok kian kalap dengan membekap korban menggunakan bantal. 

Namun karena mendapatkan perlawanan dari korban, Kodok pun langsung mencekiknya. Penganiayaan ini dilakukan oleh Kodok selama satu jam. Tepat pada pukul 19.00 wita, Serli pun tewas dengan kondisi bengkak pada bagian kepala dan berair. Bahkan mata korban juga terlihat melotot keluar, lidah menjulur keluar, dan kulit tubuh mengelupas. (dik/art)

 

 


BACA JUGA

Kamis, 17 Oktober 2019 10:19

Dibayangi Ketidakpastian Global, Pertumbuhan Ekonomi Kaltim Terancam

SAMARINDA – Pertumbuhan ekonomi Kaltim terancam tidak maksimal. Salah satu…

Kamis, 17 Oktober 2019 10:03

WADUH..!! Ada Temuan Retakan di Pesawat Boeing 737NG

JAKARTA, Jawa Pos - Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Dirjen Hubud)…

Kamis, 17 Oktober 2019 09:58

Jangan Takut Turun ke Jalan, Perppu KPK Masih Ditunggu

JAKARTA – Larangan demonstrasi menjelang pelantikan presiden dikeluarkan aparat. Meski…

Rabu, 16 Oktober 2019 18:09

Ruangan PPK Kementerian PUPR Disegel KPK

PROKAL.CO, SAMARINDA - Salah satu ruangan yang ditempati Pejabat Pembuat…

Rabu, 16 Oktober 2019 14:54

OTT di Kaltim, KPK Amankan Delapan Orang

Kepala BPJN Ikut Diperiksa--sub     JAKARTA-Untuk kali kedua tahun…

Rabu, 16 Oktober 2019 14:34

Suami Bakar Istri di Depan Anak, Juga Bawa Kabur Motor Penjaga Kos

SURABAYA– Teriakan minta tolong terdengar di kamar kos yang beralamat…

Rabu, 16 Oktober 2019 14:33

TNI AD Sanksi Tujuh Anggota, Pastikan Tidak Matikan Karir Prajurit

JAKARTA– Unggahan bernada sumbang atas insiden penusukan terhadap Menteri Koordinator…

Rabu, 16 Oktober 2019 14:32

KPK Habis, Presiden Tak Kunjung Terbitkan Perppu

JAKARTA– Revisi UU nomor 30 Tahun 2002 Tentang KPK akan…

Rabu, 16 Oktober 2019 10:30

OTT KPK di Kaltim, Castro : Pemerintah Masih Abai Dalam Pengawasan

PROKAL.CO, SAMARINDA - Pusat Studi Anti Korupsi (SAKSI) Fakultas Hukum…

Rabu, 16 Oktober 2019 10:29

OTT KPK di Kaltim Mendapat Apresiasi dari Pegiat Anti Korupsi Unmul

PROKAL.CO, SAMARINDA - Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*