MANAGED BY:
SABTU
06 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Rabu, 18 September 2019 14:00
Bunuh Pacar, Kodok Divonis 14 Tahun Penjara
Vonis : Kodok saat hendak menjalani sidang putusan di Pengadilan Negeri Singaraja, Selasa kemarin (17/9). (I Putu Mardika/Bali Express)

PROKAL.CO, SINGARAJA- Kadek Indra Jaya alias Kodok, 21 akhirnya divonis hukuman 14 tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Singaraja pada Selasa (17/9) siang. Pelaku pembunuh mahasiswi cantik Kadek Serly Mahardika yang adalah pacarnya itu memilih tak mengajukan banding atas putusan tersebut.

Dalam sidang yang dipimpin Ketua Mejalis Hakim I Wayan Sukanila tersebut, Kodok nampak terlihat tenang. Pria bertato yang tubuhnya mulai mengurus itu didampingi kuasa hukumnya, Gede Suryadilaga.

Diberitakan Bali Express, Ketua Majelis Hakim menyebutkan terdakwa Kodok secara sah dan meyakinkan membunuh korban Serli Mahardika, dengan cara mencekiknya. Akibatnya korban Serly pun kehabisan oksigen sebagaimana diatur dalam Pasal 338 KUHP.

"Terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana pembunuhan sebagaimana diatur dalam pasal 338 KUHP. Menjatuhkan pidana 14 tahun penjara. Menetapkan kurungan yang telah dijalani, dikurangkan sepenuhnya dari masa hukuman," kata Ketua Majelis Halim Wayan Sukanila.

Seusai membacakan vonis, Ketua Majelis hakim kemudian memberikan kesempatan kepada terdakwa Kodok untuk berkonsultasi kepada kuasa hukumnya, Gede Surya Dilaga. Dalam konsultasi yang berlangsung singkat bahkan hitungan detik, terdakwa Kodok rupanya menerima vonis tersebut. Ia enggan untuk mengajukan banding.."Saya menerima yang Mulia," ucap terdakwa Kodok, singkat.

Sementara dari pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) juga menerima vonis tersebut. Mengingat pada persidangan dengan agenda pembacaan tuntutan, JPU telah meminta kepada majelis hakim untuk menjatuhkan pidana penjara 14 tahun, terhadap terdakwa Kodok.

Itu berarti, putusan Ketua Majelis Hakim pun langsung dinyatakan incraht alias berkekuatan hukum tetap, karena tidak pihak yang banding. Selesai menjalani sidang putusan, Kodok pun langsung digiring petugas dengan memborgol kedua tangannya untuk memasuki ruang tahanan PN Singaraja.

Kuasa hukum, Gede Surya Dilaga yang ditemui seusai persidangan menyebutkan sejatinya ia merasa keberatan dengan putusan hakim tersebut. Namun demikian ia tidak dapat berbuat banyak, mengingat putusan hakim itu telah diterima sepenuhnya oleh klinenya.

"Meskipun dia (Kodok) terbukti bersalah kan tidak harus diputus 14 tahun. Hakim punya kewenaangan untuk memutuskan dua per tiga dari tuntutan. Tapi klien sudah menerima, jadi tidak perlu banding lagi," tutupnya.

Seperti halnya berita sebelumnya Ni Made Ayu Serli Mahardika, ditemukan tewas membusuk, di dalam kamar kosnya, di Jalan Wijaya Kusuma, Kecamatan/Kabupaten Buleleng, Kamis (11/4) siang lalu. Mahasiswi asal Banjar Dinas Senganan Kanginan, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan ini tewas akibat dibunuh oleh pacarnya bernama Kadek Indra Jaya Alias Kodok.

Terungkap dari hasil penyelidikan, pria asal Tabanan ini mengaku tak kuasa menahan cemburu, ketika mengetahui ada seorang pria yang merupakan teman kuliah korban, mengirim chat ke HP sang kekasih. Padahal, chat itu berisi tentang ajakan untuk membuat tugas bersama-sama.

Kodok yang membaca chat itu lantas naik pitam. Tanpa berpikir panjang, ia pun menganiaya korban di kamar kosnya, pada Senin (8/4) sekira pukul 18.00 wita. Tak cukup disana, Kodok kian kalap dengan membekap korban menggunakan bantal. 

Namun karena mendapatkan perlawanan dari korban, Kodok pun langsung mencekiknya. Penganiayaan ini dilakukan oleh Kodok selama satu jam. Tepat pada pukul 19.00 wita, Serli pun tewas dengan kondisi bengkak pada bagian kepala dan berair. Bahkan mata korban juga terlihat melotot keluar, lidah menjulur keluar, dan kulit tubuh mengelupas. (dik/art)

 

 


BACA JUGA

Jumat, 05 Juni 2020 13:47
Yang Penuh Sejarah, Yang Berbiaya Mahal, ”Bersatu” dalam Kesuraman (1)

Seandainya Yang Rp 200 Miliar Itu Cair pun Tak Cukup Lagi

Di saat Stadion Andi Mattalatta menjadi ”kebun sayur”, satu per…

Kamis, 04 Juni 2020 15:48

Dana Haji Tidak Boleh Dialihfungsikan, Uang Pelunasan Tak Ditarik, Bakal Dikelola BPKH

JAKARTA – Pengelolaan dana haji menjadi isu sensitif setelah Kementerian…

Kamis, 04 Juni 2020 15:29

Ibadah Haji Batal, Travel Minta Kepastian

BALIKPAPAN-Dibatalkannya pemberangkatan haji tahun ini membuat efek terhadap agen perjalanan…

Kamis, 04 Juni 2020 15:28

Rumah Ibadah Kesulitan Sediakan Pemindai Suhu Tubuh

BALIKPAPAN–Belum semua masjid di Kota Minyak mengajukan pengurusan izin pembukaan…

Kamis, 04 Juni 2020 15:28

Begini Pengalaman Warga Kaltim Bepergian via Udara di Tengah Pandemi

Edaran Wali Kota Balikpapan untuk calon penumpang pesawat tujuan Balikpapan…

Kamis, 04 Juni 2020 15:27

Uji Bebas Covid-19

Oleh : Erwin D Nugroho   SAYA akhirnya naik pesawat…

Kamis, 04 Juni 2020 15:26

Minim Sosialisasi, Pemkot Melunak..!! Tanpa Hasil Swab Test Masih Dibolehkan Masuk di Bandara Sepinggan

BALIKPAPAN–Kebijakan yang dinilai mendadak membuat Pemkot Balikpapan melonggarkan aturan wajib…

Kamis, 04 Juni 2020 15:25

Delapan Positif Corona di Fase Relaksasi

INI menjadi warning bagi masyarakat maupun pemerintah yang memulai relaksasi…

Kamis, 04 Juni 2020 11:24

Ayo Isi Saldo Kartu Akses Tol, karena Tol Balikpapan-Samarinda Tidak Gratis Lagi

SAMARINDA - Manager Area Jasa Marga Tollroad Operation ( JMTO…

Kamis, 04 Juni 2020 11:17

Tarif Tol Balikpapan-Samarinda Ditetapkan, Mulai Diberlakukan Kapan..??

SAMARINDA - Sesuai keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers