MANAGED BY:
SELASA
22 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

KALTIM

Rabu, 18 September 2019 13:29
Asap Semakin Pekat, ISPA Meningkat

Satu Perusahaan Terindikasi Sengaja Membakar Lahan

JALANKAN ARAHAN: Kodim 0909/Sgt melakukan koordinasi dan teleconference bersama kepolisian serta jajaran terkait di lingkungan Pemkab Kutim.

PROKAL.CO, Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) belum hilang. Akibatnya, penderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) meningkat.

 

SANGATTA-Kepala Dinas Kesehatan Kutim Bahrani menyampaikan, sepanjang tahun penyakit ISPA selalu muncul. Hanya, saat maraknya karhutla, penyakit itu meningkat. Tak ada angka pasti berapa jumlah pasien yang terserang ISPA. Namun, dia dapat menghimpun data dari praktik dokter yang dikelolanya.

"Tidak terlalu signifikan jumlahnya. Kami belum bisa menghitung. Tolok ukur di praktik saya, yang sebelumnya enam pasien sekarang meningkat jadi delapan orang per harinya," katanya saat dikonfirmasi kemarin (17/9).

Diskes Kutim berencana membagikan masker sebagai upaya mengantisipasi penyebaran ISPA, yang disebabkan meluasnya kabut asap di Kutim.

"Kami masih memantau, kalau udaranya semakin memburuk, pemberian masker secara gratis secepatnya dilakukan. Hanya, belum tahu waktunya, kalau sudah dapat kepastian cuaca, kami turun," terang dia.

Pihaknya fokus memantau Sangatta terlebih dulu. Jika daerah lain membutuhkan, Diskes turun memastikan di kecamatan lain yang terkena dampak serupa. "Kalau penanganan ISPA bisa berobat sendiri di dokter praktik, kecuali ada komplikasi dirujuk ke rumah sakit. Nanti diberi antibiotik sebagai pengobatan," tuturnya.

Terpisah, Direktur RSUD Kudungga Sangatta Anik Istiyandari menerangkan, di rumah sakit belum ada keluhan ISPA. Menurutnya penanganan penyakit seperti itu bisa ditangani oleh RS tipe D. "Kalau di RSUD sejauh ini tidak ada, kami tidak bisa menangani, dengan jaminan kesehatan bisa merujuk ke RS lain," ungkapnya.

Meluasnya karhutla, Dandim 0909/Sgt Letkol Czi Pabate melalui Kasdim Mayor Inf Jon Saragi menyampaikan, darurat asap membuat pihaknya mendapat arahan langsung dari pimpinan melalui telekomunikasi teleconference kemarin. "Kami diminta menurunkan semua kekuatan yang dimiliki untuk mencegah kebakaran lahan. Sebab, kejadian dapat menghambat aktivitas masyarakat, termasuk penyebaran ISPA," ungkapnya.

Dia menjabarkan, titik api tersebar di sejumlah desa. Seperti Sangkima, Rantau Pulung dan Muara Bengkal, yang merupakan daerah paling rawan. Jon menyebut, satu perusahaan terindikasi sengaja melakukan pembakaran lahan.

"Pembakaran itu mayoritas untuk membuka lahan, ada perorangan dan ada juga perusahaan. Ini disayangkan jika terus meluas. Lahan gambut paling mudah terbakar dan cepat menjalar," bebernya. Menjalin mitra dengan kepolisian, serta struktural kecamatan maupun desa, Kodim 0909/Sgt berupaya menekan angka karhutla. Beragam upaya dilakukan. Mensosialisasikan ke masyarakat tentang pencegahan dan penanganan kebakaran lahan.

 

"Kami belum tahu perusahaan apa, yang jelas sawit. Masih kami telusuri,” ujarnya. Salah satu perusahaan berada di Kecamatan Muara Bengkal. “Kalau benar, kami panggil dan ingatkan, tapi ada kepolisian yang menindaklanjuti," pungkasnya. (*/la/dra2)


BACA JUGA

Senin, 21 Oktober 2019 13:14

Bidukbiduk Mau Dijadikan Kawasan Industri, Pariwisatanya Bagaimana?

TANJUNG REDEB – Tak mau hanya menjadi penyedia bahan baku,…

Senin, 21 Oktober 2019 13:12

Sampah dan Eceng Gondok Jadi Momok

Sampah berhamburan di Sungai Sangatta sangat menyulitkan operator ponton yang…

Senin, 21 Oktober 2019 13:07

Razia Odol Sering Kucing-Kucingan, Truk Pengangkut Batu Bara Masih Marak di Samboja

TENGGARONG- Aktivitas truk milik perusahaan pengangkut batu bara dan sawit…

Senin, 21 Oktober 2019 13:06

Disperindagkop Target Pasar Senaken Dibangun 2020

TANA PASER - Pasca kebakaran besar melanda Pasar Induk Penyembolum…

Senin, 21 Oktober 2019 13:04

Polair Paser Tangkap Pelaku Ilegal Fishing Kepiting Bertelur

TANA PASER - Kendati sejak  7 Januari 2015, Kementerian Kelautan…

Minggu, 20 Oktober 2019 20:45

Kebakaran Lahan, Siapa yang Bertanggung Jawab?

SANGATTA - Fenomena kebakaran lahan di Indonesia seolah-olah telah menjadi…

Sabtu, 19 Oktober 2019 15:27

TNI Polri Bersihkan Sisa Kebakaran

PROKAL.CO, SAMARINDA - Personel TNI dan Polri dibantu masyarakat membersihkan…

Sabtu, 19 Oktober 2019 12:06

Penajam Kondusif, Masyarakat Jangan Terprovokasi

Penajam sudah kondusif. Warga diharap tak mudah percaya informasi yang…

Sabtu, 19 Oktober 2019 12:05

Korslet, Satu Rumah Ludes

PENAJAM – Musibah kebakaran terjadi di Kelurahan Sotek, Penajam Paser…

Sabtu, 19 Oktober 2019 12:05

KSOP Samarinda Beri Garansi

Beredar informasi aktivitas bongkar muat batu bara yang selama ini…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*