MANAGED BY:
KAMIS
24 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Rabu, 18 September 2019 13:10
Gubernur: Ekspor Kaltim Bagus, Pembagian Hasil Harus Lebih Besar Lagi
Crude palm oil (CPO) hanya diekspor mentah. Ke depan bagaimana CPO bisa memiliki nilai tambah.

PROKAL.CO, Neraca perdagangan Kaltim selalu surplus.  Hanya saja, minimnya komoditas hilir di dalam struktur ekspor membuat pertumbuhan saat ini kurang baik.

-----

SAMARINDA-Surplusnya neraca perdagangan Kaltim menandakan Benua Etam lebih banyak melakukan ekspor dibandingkan impor. Secara kasat mata neraca perdagangan memang menguntungkan bagi Kaltim. Namun, dalam jangka panjang Bumi Etam akan sulit merasakan neraca perdagangan yang positif jika tidak diperbaiki.

“Saat ini ekspor kita memang lebih banyak dibandingkan impor, namun perdagangan kita sangat bergantung dengan harga internasional akibat komoditas ekspor kita masih mentah dan tidak memiliki nilai tambah,” ujar Kepala Bidang Perdagangan Disperindagkop dan UMKM Kaltim Heni Purwaningsih

Dia menjelaskan, terlalu bergantungnya perdagangan Kaltim terhadap harga internasional sudah dirasakan pada 2015 dan 2016 saat perekonomian tumbuh minus. Hal itu karena ekspor komoditas sangat mendominasi struktur ekonomi Kaltim mencapai 46 persen. Ke depan sesuai perencanaan, Bumi Etam akan mengubah ketergentungan ini. Peningkatan ekspor harus dilakukan pada sektor lain, seperti perkebunan, pertanian, perikanan dan lainnya.

“Kita punya potensi besar untuk ekspor. Saat ini hanya tinggal meningkatkan volume ekspornya. Karena kontribusinya masih sangat kecil terhadap catatan ekspor. Untuk meningkatan ekspor itu juga dibutuhkan hilirisasi, intensivikasi, dan sebagainya,” tuturnya.

Dia menjelaskan, produksi saat ini agar bisa ditingkatkan tentunya membutuhkan hilirisasi. Contoh, saat ini crude palm oil (CPO) hanya diekspor mentah. Ke depan bagaimana CPO bisa memiliki nilai tambah. Produk-produk turunan itu yang didorong. Saat ini Kaltim sudah mulai mengarah pada industri hilirisasi. Sudah ada tiga komoditas yang memiliki fokus hilirisasi kaltim yaitu CPO, karet dan kayu.

“Kita harus bisa mendorong peningkatan investasi hilirisasi. Agar bisa meningkatkan nilai tambah pada ekspor kita. Sehingga neraca perdagangan Kaltim surplus lebih baik dan jumlahnya tidak terus mengecil,” pungkasnya

Terpisah, Gubernur Kaltim Isran Noor mengatakan, neraca perdagangan yang surplus harus menjadi motivasi. Hal itu menandakan bahwa Kaltim menjadi salah satu saerah yang berperan besar bagi bangsa.

“Kita sangat berbangga. Saya berharap Kaltim menjadi perhatian khusus pemerintah pusat,” katanya (17/9). Dia menjelaskan, dengan neraca perdagangan yang baik tentunya dibutuhkan juga balasan yang baik. Dalam artian ada pembagian hasil yang lebih lagi bagi Kaltim. Jika tidak maka, akan sulit mempertahankan perdagangan saat ini.

Sebagai contoh, besarnya participating interest (PI) 10 persen bagi pemerintah daerah yang diatur dalam Permen ESDM Nomor 37 tahun 2016. Seharusnya ada peraturan daerah (perda) yang memiliki sebuah kekuatan hukum dari struktur urutan perundang-undangan negara.

“Kaltim harusnya bisa mendapatkan penghasilan yang lebih besar dari sekadar 10 persen tersebut. Agar neraca perdagangan surplus ini bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” tutupnya. (ctr/tom)


BACA JUGA

Rabu, 23 Oktober 2019 13:32

Idola Publik Tak Masuk List Menteri

JAKARTA – Audisi Menteri yang dilakukan Presiden Joko Widodo dua…

Rabu, 23 Oktober 2019 10:43

Ini Dia 34 Menteri Kabinet Indonesia Maju, Jokowi Tegaskan 6 Pesan buat Menterinya

Akhirnya Presiden Joko Widodo didampingi Wapres Ma'ruf Amin mengumumkan nama-nama menteri…

Rabu, 23 Oktober 2019 10:26

Pipa Pertamina Terbakar Imbas Proyek Kereta Cepat, 1 Pekerja asal China Tewas

CIMAHI – Pipa minyak milik Pertamina terbakar hebat, yang terjadi…

Rabu, 23 Oktober 2019 10:24

Se Indonesia, Segini Nih Luas Lahan yang Terbakar saat Karhutla Lalu

JAKARTA  -- Luas lahan terbakar dalam bencana Karhutla di seluruh…

Rabu, 23 Oktober 2019 10:22

Anggaran Pesantren Harus Sama dengan Pendidikan Umum

JAKARTA– Undang-Undang Pesantren sudah disahkan. Sekarang tinggal menunggu pelaksanaan dari…

Rabu, 23 Oktober 2019 10:10

Imbas OTT KPK, Proyek Tahun Jamak Diminta Diaudit

BALIKPAPAN–Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) diminta mengaudit proyek-proyek…

Selasa, 22 Oktober 2019 13:45

Pengusaha Ngaku Sulit Ikuti Kenaikan UMP

Kenaikan upah minimum provinsi (UMP) telah disahkan sebesar 8,51 persen.…

Selasa, 22 Oktober 2019 13:42

Ternyata Setelah Politik, Inilah Hoax yang Paling Banyak

JAKARTA– Isu kesehatan kerap jadi “gorengan” penyebaran hoax. Entah soal…

Selasa, 22 Oktober 2019 13:39
Skema Pengelolaan Bandara Terkait IKN di Kaltim

Balikpapan Fokus Rute Internasional, Samarinda Domestik

BALIKPAPAN–Konektivitas transportasi udara di Kaltim jadi prioritas pemerintah pusat. Imbas…

Selasa, 22 Oktober 2019 13:38

Prabowo Jadi Menteri Pertahanan, PDIP Bilang Tak Ganggu Koalisi

JAKARTA - Partai Gerindra akhirnya masuk ke koalisi pemerintah. Sebagai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*