MANAGED BY:
KAMIS
17 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

MANCANEGARA

Selasa, 17 September 2019 17:03
Derita Penduduk Jammu dan Kashmir setelah Blokade Sebulan

Kini Kembali ke Telepon Kabel dan Surat

RESAH: Anak-anak Kashmir belajar di pusat pendidikan rumah pribadi selama blokade di pinggiran Srinagar. Tauseef MUSTAFA/AFP

PROKAL.CO, Sejak otonomi dan status khusus Jammu dan Kashmir dicabut 5 Agustus lalu, penduduk harus memutar otak untuk menghubungi keluarga mereka. Negara bagian tersebut diblokade. Internet dimatikan dan pergerakan penduduk dibatasi.

=====================

IRFAN Ahmed tak tahan. Rindu sudah membuncah di dadanya. Pria 26 tahun itu ingin sekali mendengar suara kekasihnya yang tinggal tak jauh dari rumahnya di Srinagar, negara bagian Jammu dan Kashmir, India. Namun, apa daya, dia tak bisa menghubunginya.

’’Setelah blokade, kami tidak bisa berbicara di telepon atau bertemu. Jadi, kami mulai menulis surat,’’ terang pria yang bekerja sebagai resepsionis itu seperti dikutip BBC.

Perdana Menteri India Narendra Modi mencabut otonomi dan status khusus Jammu dan Kashmir sejak 5 Agustus. Jammu dan Kashmir sebelumnya punya pemerintahan, konstitusi, dan bendera sendiri. Khusus untuk urusan hubungan luar negeri, komunikasi dan pertahanan mereka bergabung dengan India.

India mengirimkan ribuan personel untuk mengamankan situasi. Jaringan internet dimatikan dan pergerakan penduduk dibatasi. Orang-orang tidak lagi bebas keluar-masuk wilayah tersebut. Ketegangan mulai terasa di wilayah dengan penduduk muslim terbesar di India itu.

Warga yang mulai resah akhirnya mencari cara baru untuk berkomunikasi. Paling banyak adalah berkirim surat seperti yang dilakukan Ahmed. Setiap kali merasa rindu kepada kekasihnya yang merupakan seorang mahasiswa, dia menulis surat cinta. Ahmed bak pemuda tahun 80–90 yang menuliskan ungkapan hati di atas kertas.

Tak ada lagi emotikon lucu-lucu bentuk hati yang bisa bergerak-gerak atau lagu-lagu syahdu yang bisa dikirim kepada pujaan hatinya. Surat yang sudah jadi akan dilipat dan dilempar ke jendela kekasihnya.

Dia harus menunggu barang satu dua hari sebelum mendapat balasan surat yang juga dilempar ke jendela kamarnya. Surat itu tak hanya untuk mengungkap cinta dan kerinduan, tapi juga menentukan tempat dan waktu untuk janjian ketemuan.

Penduduk lain memilih untuk kembali mengaktifkan sambungan telepon kabel mereka. Sejak ada telepon genggam dan internet, telepon kabel dilupakan. Di India ada lebih dari satu miliar pemilik HP dan 560 juta pengguna internet. Namun, pemilik telepon kabel hanya 23 juta.

Telepon kabel yang sudah disambung lagi juga tak serta-merta bisa langsung dipakai. Kadang bisa, kadang tidak tersambung sama sekali. Sebagian yang lain memilih pergi ke kotak telepon umum sementara yang dibuat pasukan keamanan. Sebagian lagi menumpang telepon di kantor polisi. Mereka bisa menelepon gratis, tapi antre dan berbatas waktu.

Manzoor Ahmed memilih untuk menggunakan fasilitas telepon umum milik pasukan keamanan. Pedagang 55 tahun itu pusing. Pelanggannya yang tinggal di luar Kashmir membayar dengan cek. Namun, bank tak bisa mencairkannya karena tidak ada koneksi internet. Padahal, Ahmed membutuhkan uang tersebut.

’’Jadi, saya berjalan keliling kota dan mencari telepon untuk menghubungi pelanggan saya dan memintanya transfer uang saja,’’ terangnya.

Orang-orang di luar Jammu dan Kashmir juga kelabakan. Mereka tak bisa menghubungi keluarga dan kenalan mereka di wilayah yang diblokade tersebut. Sebagian akhirnya berkirim surat lewat pos. Itu pun tak tahu apakah sampai atau tidak.

Jurnalis lepas asal Kashmir, Vikar Sayed, berusaha membantu. Beberapa waktu lalu, dia berkunjung ke Delhi agar bisa mengakses berita dan internet. Di akun Facebook-nya, dia menulis siap mengirimkan surat yang ditujukan untuk penduduk di Jammu dan Kashmir. Syaratnya hanyalah harus ada alamat lengkap.

Sayed akhirnya menerima 17 kiriman surat. Ada yang dikirim langsung lewat pesan elektronik. Ada pula yang berupa tulisan tangan dan difoto sebelum dikirim kepada Sayed dalam format gambar. Begitu kembali ke Kashmir, Sayed berkeliling ke beberapa rumah untuk mengirimkan pesan yang dititipkan kepadanya.

Banyak di antaranya yang berisi kabar bagus. Misalnya, orang tua yang menerima kabar dari putranya yang kuliah di Chandigarh. Si anak mengabarkan bahwa nilainya di urutan tertinggi kedua dalam ujian. ’’Ibunya memelukku dan mulai menangis. Dia berkata, saya seperti putranya,’’ ungkap Sayed.

Dia tentu saja tak mendapat uang untuk mengantarkan surat tersebut. Bagi dia, melihat kebahagiaan orang yang menerima surat itu sudah cukup membuatnya lega. (*/c5/dos/jpg/dwi/k16)


BACA JUGA

Kamis, 17 Oktober 2019 10:50

Empat Benua Buru El Chapo Asia

SYDNEY– Tse Chi Lop sedang menjadi pusat perhatian. Tapi, tidak…

Kamis, 17 Oktober 2019 10:26

Turki Ogah Gencatan Senjata

ANKARA– Sanksi Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa (UE) tidak…

Kamis, 17 Oktober 2019 10:06

Cegah Munculnya Sulli-Sulli Lain, Korsel Bahas Perundang-undangan Berantas Perundungan

SEOUL– Meninggalnya Sulli masih jadi isu panas di Korea Selatan.…

Selasa, 15 Oktober 2019 23:32

Kini Kurdi Gabung Assad dan Lawan Militer Turki

Hubungan AS dan Syrian Democratic Forces (SDF) makin renggang. Minggu…

Selasa, 15 Oktober 2019 12:15

Oposisi Tolak Ratifikasi

Sejumlah politikus Partai Buruh Australia yang beroposisi menyatakan menolak perjanjian…

Selasa, 15 Oktober 2019 12:14

Minta Ganti Rugi ke Negara Gara-gara 19 Tahun Dipenjara meski Tak Bersalah

CANBERRA–Seorang pria Australia yang dipenjara secara keliru selama nyaris dua…

Selasa, 15 Oktober 2019 12:13

Imbas Kesulitan Akses di Jayapura, Penderita Tumor Operasi di Australia

SEORANG perempuan asal Jayapura, Natalia Apaseray, yang mengalami tumor wajah…

Selasa, 15 Oktober 2019 12:12

Lady Liberty Berpayung di Hong Kong

“PEREMPUAN” itu memakai helm, goggle, dan masker gas. Itu jelas…

Senin, 14 Oktober 2019 13:00

Bendera Penanda Kotoran Anjing

PERNAH jalan-jalan lalu menginjak kotoran anjing? Pasti bikin bete. Nah,…

Senin, 14 Oktober 2019 12:58

Invasi Turki di Wilayah Kurdi Bisa Lipat Gandakan Jumlah Pengungsi

DAMASKUS– Pelan tapi pasti, militer Turki memperluas area kekuasaannya di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*