MANAGED BY:
KAMIS
28 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

KALTIM

Selasa, 17 September 2019 16:49
BPBD Kutim Pas-pasan, Sulit Kendalikan Titik Api
HARAP BANTUAN: Tim gabungan pengendalian karhutla saling membantu memadamkan api, seperti yang diabadikan harian ini di Kecamatan Muara Bengkal kemarin. LELA RATU SIMI/KP

PROKAL.CO, Titik api bertambah di Kutim, menyebabkan kabut asap semakin banyak dan meluas. Permasalahan karhutla semakin sulit dikendalikan. Pasalnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutim mengalami kendala.

 

SANGATTA–Kondisi di Kutim hingga kemarin (16/9) masih diselimuti kabut asap. Titiknya semakin menyebar.

Kepala BPBD Kutim Syafruddin menyampaikan, kendala utama saat ini adalah minim jumlah personel. Dalam catatannya, total pegawai ada 76 orang. Standarnya, paling sedikit ada 150 pegawai. "Untuk menangani karhutla tidak mudah, kami lebih banyak pegawai perempuan, itu tentu tidak bisa dimaksimalkan," ujarnya dalam laporan saat coffee morning kemarin.

Selain sumber daya manusia, unit pemadam masih jauh dari cukup. Misalnya, tangki air. BPBD sejatinya sudah memesan beberapa unit. "Semoga cepat datang bulan ini, ancaman kebakaran hutan dan lahan ini bisa sampai Desember," sambungnya.

Dia meminta, seluruh elemen sama-sama menangani masalah yang tengah melilit Kutim dan daerah lain hampir di seluruh Kalimantan. Mengacu UU 24/2007 tentang Penanggulangan Bencana, dalam menangani kebencanaan merupakan tanggung jawab pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha.

"Dalam Pasal 5 Pemerintah Bertanggung Jawab atas Bencana, Pasal 26 Masyarakat Berpartisipasi, dan Pasal 28 Dunia Usaha dan Internasional Juga Punya Andil," beber Syafruddin. Dia berharap, Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar), PDAM, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dan unit kebersihan proaktif membantu penanganan karhutla. Pihaknya mengaku siap menjadi leading sektor.

"Pengalaman beberapa waktu lalu, tim sedang memadamkan di Jalan Majai, Sangatta Utara, enggak lama camat Sangatta Selatan telepon daerahnya juga terjadi kebakaran. Itu membuat kami risau, terus terang kami kekurangan tenaga," keluhnya.

Menurut dia, mayoritas kebakaran terjadi sekitar pukul 16.00 Wita. Data dihimpun dari laporan harian yang diterima BPBD Kutim. "Sekecil titik api, sangat perlu diwaspadai,” ujarnya. Masalah lain yang tidak kalah genting adalah sulitnya titik air. Padahal, api kondisinya besar.

Di tempat yang sama, Asisten 1 Pemkab Kutim Suko Buono meminta seluruh masyarakat ikut aktif. Dibakar atau tidak, menurut dia, karhutla memang riskan. Jadi, peranan pemerintah, masyarakat dan stakeholder merupakan hal penting yang harus bersatu.

"Sampaikan juga ke kadisdik, agar diteruskan ke semua orangtua murid supaya dapat menjadikan masalah yang harus diperhatikan,” ungkapnya. Hal lain, keterbatasan sarana-prasarana dapat meminta bantuan ke perusahaan. (*/la/dra2/k8)


BACA JUGA

Sabtu, 01 Februari 2020 11:38

Jual Sarang Burung Curian ke Teman Korban, Ya Ketahuan Lah...

TENGGARONG - Bukannya meraup untung dari hasil pencurian sarang burung…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:37

Menurut Pengamat, Bupati Edi Punya Hak Penuh Menentukan Cabup Disisa Jabatan

Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah sudah menentukan dua figur…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:33

WAHAI PEMUDA..!! Ayok Daftar Jadi Prajurit TNI

TANA PASER - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat ( TNI…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:31

Sudah 436 ABK Tiongkok Tiba di Pelabuhan Pondong, KKP Pastikan Semuanya Bebas Corona

TANA PASER - Vitalnya penyebaran virus corona yang berasa dari…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:06

Kapal Terbalik Dihantam Ombak, Sohang Hilang

Seorang warga Kelurahan Muara Kembang bernama Sohang, dilaporkan tenggelam di…

Jumat, 31 Januari 2020 14:03

Sabu Dikemas Bersama Ikan Asin

TENGGARONG–Sepandai-pandainya tupai melompat akan jatuh juga. Pepatah tersebut tepat disematkan…

Jumat, 31 Januari 2020 14:03

Kerajinan Tumpar Makin Berkembang

Dekranasda Kubar mendorong para perajin untuk meningkatkan kualitas produk dengan…

Jumat, 31 Januari 2020 14:01

Akhir Bulan, DPA Harus Sudah Terkirim

SANGATTA - Batas waktu penyerahan dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) pada…

Jumat, 31 Januari 2020 14:00

RS SOHC Sangatta Bantah Adanya Pasien Corona

SANGATTA - Rumah Sakit Medika Sangatta atau lebih dikenal SOHC…

Kamis, 30 Januari 2020 15:05

PDAM Danum Taka Jadi Perumda, Tarif Rumah Ibadah Dapat Subsidi Silang

PENAJAM - Transformasi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Danum Taka…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers