MANAGED BY:
KAMIS
17 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

PRO BISNIS

Selasa, 17 September 2019 16:35
Fokus Tingkatkan Neraca Perdagangan
Tutuk SH Cahyono

PROKAL.CO, SAMARINDA-Kaltim merupakan salah satu daerah yang neraca perdagangannya selalu positif. Neraca positif artinya terjadi surplus perdagangan jika nilai ekspor lebih tinggi dari impor, dan sebaliknya untuk neraca negatif. Namun sayangnya, nilai neraca perdangan Kaltim terus merosot, meskipun masih surplus.

Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim mencatat 78 persen ekspor Kaltim masih berasal dari pertambangan batu bara. Saat ini harga emas hitam terus melemah, tercatat harga batu bara acuan (HBA) hanya USD 65,79 per metrik ton. Nilai itu melemah dibandingkan pada Agustus mencapai USD 81,48 per metrik ton. Jika dilihat trennya sejak 2011, harga batu bara tertinggi pada Februari yang mencapai USD 127 per metrik ton, sedangkan terendah mencapai USD 50,92 per metrik ton.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw-BI) Kaltim Tutuk SH Cahyono mengatakan, setiap bulan neraca perdagangan di Kaltim selalu surplus. Sehingga Bumi Etam terlihat dari sisi perdagangan sangat baik. Padahal ekspor Kaltim hanya mengandalkan satu komoditas yaitu batu bara, terlihat dari dominasi secara strukturnya.

“Walaupun selalu surplus, namun neraca perdagangan Kaltim selalu naik-turun. Hal itu disebabkan masih bergantungnya terhadap satu sektor,” ungkapnya usai Pengukuhan Kepala KPw-BI Kaltim, di Jalan Gajah Mada, Samarinda (16/9).

Dia menjelaskan, Kaltim harus memikirkan alternatif komoditas yang bisa menstabilkan neraca perdagangan. Pertumbuhan yang selalu surplus harus diimbangi dengan kestabilan, sehingga tidak boleh fluktuatif. Saat ini masih fluktuatif karena mengikuti harga batu bara yang juga naik-turun. Kalau Bumi Etam relatif mengekspor komoditas mentah dan belum terproses dengan baik, secara alamiah neraca perdagangan akan terus mengecil.

“Sehingga hilirisasi mutlak dibutuhkan Kaltim agar seluruh komoditas mentah yang diekspor memiliki nilai tambah,” ujarnya.
Menurutnya, dengan hilirisasi nilai ekspor bisa lebih stabil. Kuncinya hilirisasi jika ingin neraca perdagangan Kaltim tetap surplus dan stabil.

Namun, hal itu tidak bisa terjadi dengan sendirinya Bumi Etam butuh membuka investasi seluas-luasnya dari luar daerah. Sebab, Kaltim belum memiliki teknologi untuk memproses komoditas yang ada. Proses menjadi daerah yang maju pasti diawali dengan penguatan-penguatan teknologi.

“Kita harus datangkan teknologi hilirisasi itu, permudah investor agar mau ke Kaltim. Investor datang bawa uang, sisanya dipermudah agar hilirisasi berjalan,” tutupnya. (ctr)


BACA JUGA

Kamis, 17 Oktober 2019 10:17

Apindo Berencana Bangun Kawasan Ekonomi, Lirik Lahan 10 Hektare di Kawasan IKN

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kaltim bertekad untuk berkontribusi dalam pembangunan…

Kamis, 17 Oktober 2019 10:14

Ikuti Tren untuk Menangkan Persaingan Pasar

DI mana ada kemauan di situ ada jalan. Pernyataan ini…

Kamis, 17 Oktober 2019 10:13

Realisasi Baru Capai 67,97 Persen , DJP Kaltimra Kejar Target Pajak

BALIKPAPAN – Target Direktorat Jenderal Pajak (DJP) wilayah Kalimantan Timur…

Selasa, 15 Oktober 2019 11:50

2020, Bankaltimtara Siap Bertransformasi ke Digital

SAMARINDA- Tak hanya hadir di seluruh kecamatan di Bumi Etam,…

Senin, 14 Oktober 2019 12:44

Jalan Terjal Pemenuhan Daging Sapi

Upaya Pemprov Kaltim mendorong pemenuhan konsumsi daging sapi melalui penggemukan…

Senin, 14 Oktober 2019 12:43

Jaga Kualitas Uang Layak Edar

SAMARINDA- Bank Indonesia (BI) terus berusaha menjaga kondisi uang yang…

Senin, 14 Oktober 2019 12:23

Bankaltimtara Berkontribusi Nyata Bagi Kaltim

SAMARINDA- PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kaltim dan Kaltara atau…

Senin, 14 Oktober 2019 11:35

HUT Bankaltimtara ke 54, Gubernur Isran Singgung Calon Dirut

PROKAL.CO, SAMARINDA - PT BPD Kaltim Kaltara atau lebih dikenal…

Senin, 14 Oktober 2019 09:54

Perkuat Modal, Bank Kecil Merger

SOLO – Jumlah bank perkreditan rakyat (BPR) di Jatim terus…

Senin, 14 Oktober 2019 09:44

Pertumbuhan Tetap Stabil, Meski Tertekan Perang Dagang

JAKARTA– Pertumbuhan ekonomi tahun ini diyakini masih berada di atas…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*