MANAGED BY:
SABTU
18 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

BALIKPAPAN

Selasa, 17 September 2019 15:33
Terpaksa Patungan Beli Air Tandon

PROKAL.CO, AIR tak mengalir berhari-hari membuat warga kesusahan. Subaidah, salah satunya. Rumahnya dekat dengan Perumahan Guru, Baru Ulu. Walau dekat dengan instalasi pengolahan air minum (IPAM) Baru Ulu, nyatanya aliran air belakangan ini tak sampai ke rumahnya. Karena aliran air di rumahnya disuplai oleh IPAM Km 8.

Ditemui saat duduk di teras rumahnya, ia menuturkan, bersama sejumlah warga sekitar, ia mesti membeli air tandon yang dijual menggunakan pikap keliling.

Air sudah tak mengalir empat hari. Bak dan drum penampungan air rumahnya telah kosong.

Alhasil ia mesti merogoh kocek cukup dalam. Masalahnya ia sudah tak lagi bekerja, dan hanya mengandalkan suaminya yang bekerja sebagai buruh. Untuk menyiasati, bersama tetangga sekitar mereka membeli patungan. Satu tandon air yang dibeli dibagi untuk empat rumah. Itu pun hanya bertahan dua hari.

“Aduh Nak, kita susah kalau mati air begini. Mau minta tetangga terus ‘kan tidak enak. Mandi mesti diirit, hanya seember kecil,” ujar nenek empat cucu itu.

Hal serupa dialami Hendri Hidayat. Driver ojek online yang tinggal di kawasan perbukitan Baru Tengah itu terpaksa membeli air tandon. Bahkan pernah ia membeli air galon untuk memenuhi kebutuhan mandi dan minum, dikarenakan malam air tak mengalir. Delapan bulan ini Hendri menetap di Balikpapan mengikuti sang istri. Ia aslinya warga Samarinda.

“Kalau di Samarinda biar musim kemarau air tetap ngalir mbak, biar rumah di daerah ketinggian. Nggak tahu ini kenapa kok Balikpapan susah air ya,” ucap pria 35 tahun tersebut.

Memanfaatkan musim kemarau, banyak penjaja air bersih musiman yang menjamur. Berjualan sejak 2016, Ahmad Nahrawi mengatakan, beberapa hari terakhir permintaan air cukup banyak.

Dalam sehari setidaknya ada 10 kali permintaan. Di wilayah Gunung Busgis saja kemarin siang ia sudah melayani tiga rumah. Ia membeli air di Kampung Timur. Warga yang membeli satu tandon atau sebanyak 1.200 liter air mesti mengeluarkan uang Rp 100 ribu.

“Banyak pembeli dari Gunung Bugis, Sidomulyo, Sidodadi, dan Perumnas juga. Kalau musim kemarau bisa 7-10 kali bolak-balik,” bebernya. (lil/ms/k15)


BACA JUGA

Jumat, 17 Januari 2020 14:10

Remaja 19 Tahun Gondol 22 Motor, Hasil Curian untuk Foya-Foya dan Main Cewek

BALIKPAPAN – Usia Arif masih muda. Baru 19 tahun. Tapi…

Jumat, 17 Januari 2020 14:09

Kebakaran Aspol Diduga Kuat Korsleting

PEMERIKSAAN barang bukti bekas kabel terbakar oleh tim Pusat Laboratorium…

Jumat, 17 Januari 2020 14:09

Cinta Ditolak, Badik Bertindak

BALIKPAPAN – Ada perkembangan terbaru dari kasus pembunuhan janda cantik,…

Jumat, 17 Januari 2020 14:07
Mural-Mural Indah di Kantor Disdukcapil

Pengunjung Jadi Nyaman, Karyawan Hilang Stres

Kantor pemerintah yang berhubungan dengan pelayanan masyarakat dituntut berinovasi. Bahkan…

Kamis, 16 Januari 2020 16:00

PDAM Rencana Tambah Jaringan, Berharap Embung Aji Raden Segera Rampung

BALIKPAPAN – Di tengah masih minimnya sumber air baku, PDAM…

Kamis, 16 Januari 2020 15:59

Ada Narkoba di Balik Tutup Obat Nyamuk

BALIKPAPAN – Peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba kembali terkuak. Tiga…

Kamis, 16 Januari 2020 15:58

Manggar Sari Dipantau Intensif

BALIKPAPAN – Setelah dibongkar pada Selasa (7/1), lokalisasi Manggar Sari…

Kamis, 16 Januari 2020 15:56

Cinta Segitiga Berujung Maut, Jahir Tikam Kekasih yang Jadi Ibu Tiri

BALIKPAPAN – Kini Jahir (33) harus mendekam di balik jejuri…

Kamis, 16 Januari 2020 15:46

Pohon Rawan Tumbang, Hubungi DLH

Cuaca buruk yang berujung hujan deras dan angin kencang telah…

Rabu, 15 Januari 2020 12:45

Beli Mobil Harus Punya Parkiran, Raperdanya Masih Dibahas

Beli mobil baru kini punya syarat baru. Harus punya garasi,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers