MANAGED BY:
RABU
27 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA
Selasa, 17 September 2019 15:11
Kado Hari Anak Nasional, Revisi UU Perkawinan Sah
Yohana Yembise

PROKAL.CO, JAKARTA– Wajah Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise semringah. Kedua matanya berkaca-kaca usai keluar dari ruang Rapat Paripurna di Komplek Parlemen Senayan kemarin. Dia bahagia setelah DPR RI mengesahkan revisi Undang Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang perkawinan. Dengan begitu, pria dan perempuan boleh menikah bila sudah mencapai usia 19 tahun.

”Rasa sedih bercampur bahagia. Saya pengin menangis. Ini adalah kado bagi anak-anak Indonesia yang pernah janjikan saat peringatan Hari Anak Nasional, 23 Juli lalu di Makassar,” ucap Yohana sambil sesekali mengusap matanya.

Menurut dia, meningkatkan usia perkawinan memberi banyak keuntungan. Mulai menurunkan angka kematian ibu dan anak, menekan angka putus sekolah, mengurangi angka perceraian, dan mengoptimalkan pemenuhan hak anak. Khususnya perempuan. Mereka memiliki risiko lebih besar.

Kehamilan di usia muda juga sangat rentan bagi sang ibu maupun si jabang bayi. Secara fisiologi, kondisi rahim belum matang. Bentuk pinggul masih kecil yang berpengaruh terhadap proses melahirkan.

”Makanya risiko kematian ibu usia muda lebih besar. Sedangkan, bayi yang dilahirkan rentan mengalami stunting,” kata Yohana. Perempuan yang sudah menikah dan hamil biasanya juga tidak melanjutkan sekolahnya.

Dari sisi ekonomi, akan muncul pekerja anak. Mereka harus bekerja meski dengan ijazah, ketrampilan, dan kemampuan yang rendah demi menafkahi keluarga. Praktis, upah yang didapat juga sedikit. Akibatnya keluarga tidak sejahtera, kemudian cerai. Makanya, Yohan menyebut dengan tegas bahwa perkawinan anak adalah kekerasan sekaligus bentuk pelanggaran hak anak dan hak asasi manusia.

Data Badan Pusat Statistik 2017 menunjukkan 25,2 persen dari jumlah anak perempuan usia di bawah 18 tahun sudah menikah. ”Artinya, satu dari empat anak perempuan menikah pada usia anak,” terangnya. Kondisi tersebut tentu sangat mengkhawatirkan.

Lantas, bagaimana jika terjadi hamil di luar nikah pada anak di bawah 18 tahun? Yohana menuturkan, dalam revisi UU Nomor 1 Tahun 2017 menyebut orang tua dari salah satu atau dua pihak dapat mengajukan permohonan dispensasi ke Pengadilan Agama bagi yang beragama Islam atau Pengadilan Negeri bagi lainnya. Dengan alasan, memang keduanya terpaksa harus dikawinkan.

Pengadilan Agama/Negeri wajib mendengarkan pendapat kedua belah pihak. Juga, didukung dengan bukti-bukti yang cukup. Seperti, surat keterangan yang membuktikan bahwa usia kedua mempelai di bawah ketentuan undang-undang. ”Dan surat keterangan dari tenaga kesehatan yang mendukung pernyataan orang tua bahwa perkawinan tersebut sangat mendesak untuk dilaksanakan,” jelas menteri kelahiran Manokwari, 60 tahun lalu itu.

Sementara itu, Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin merespon ketentuan baru batas usia minimal pernikahan. Dari semula 16 tahun, kini menjadi 19 tahun. "Artinya pasangan muda kita yang akan menikah, bisa lebih matang dari sisi usia," katanya di komplek DPR kemarin.

Lukman menuturkan dengan usia minimal pernikahan yang ditetapkan 19 tahun, diharapkan calon mempelai bisa lebih dewasa. Sehingga persiapan untuk membina keluarga bisa lebih baik lagi. Dia menegaskan membangun keluarga bukan perkara sederhana. Selain butuh kematangan fisik, juga mental.

Lukman menampik jika menambah usia minimal nikah bakal menyuburkan praktik nikah siri atau kumpul kebo. "Dua hal berbeda. Jangan disimpulkan seakan-akan menunda usia pernikahan itu melegalisasi kebebasan atau praktik seperti kumpul kebo," katanya. Dia menegaskan bahwa menambah usia minimal pernikahan semata untuk menyiapkan pasangan muda supaya lebih memiliki persiapan.

Politisi PPP itu juga mengatakan selalu kementerian yang membidangi urusan pencatatan pernikahan, sudah siap jalankan amanah undang-undang. Nantinya seluruh kantor urusan agama (KUA) akan diberi sosialisasi untuk pelaksanaan ketentuan baru batas usia minimal pernikahan itu. Meski begitu sampai sekarang Kemenag belum menyurati KUA di seluruh Indonesia. (han/wan)


BACA JUGA

Senin, 25 Mei 2020 15:10

Pemenang Lelang Motor Jokowi Tegaskan Tidak Pernah Ngaku Pengusaha!

 M Nuh, pemenang lelang motor Gesits yang ditandatangani Presiden Jokowi…

Senin, 25 Mei 2020 15:07

Sempat Ketakutan, Pemenang Lelang Motor Presiden Minta Perlindungan Wali Kota Jambi

Pascaditetapkan sebagai pemenang lelang motor Presiden Jokowi, M Nuh yang…

Senin, 25 Mei 2020 11:45

Hoaks, Kemenlu Bantah Indonesia Di-lockdown Dunia

 Di media sosial (medsos) dan WhatsApp Group ramai beredar pesan…

Minggu, 24 Mei 2020 12:58

Sering Dipukul Istri dan Diludahi, Pria Ini Berdoa: Tolonglah Saya Malaikat Izrail, Cabut Nyawa Saya

Malang nasib Aslan Abdullah. Pria 70 tahun ini meratapi nasibnya.…

Minggu, 24 Mei 2020 11:46

Jutaan Data Penduduk Diduga Bocor Lewat Data Pemilih, Ini Kata KPU

JAKARTA - Kasus dugaan kebocoran data penduduk kembali terjadi. Kali…

Minggu, 24 Mei 2020 11:01

Pengamat : KPU Jangan Jadikan Wabah Sebagai Alasan Menunda Pilkada

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah menilai,…

Minggu, 24 Mei 2020 10:53

Upaya Menembus Penyekatan Memuncak, Tertinggi di Jakarta 4 Ribu Kendaraan

JAKARTA -- Larangan mudik sudah hampir sebulan digaungkan. Namun, ternyata…

Minggu, 24 Mei 2020 10:48

Presiden-Wapres Tidak Gelar Open House

JAKARTA– Pandemi Covid-19 membuat suasana Idul Fitri bakal berbeda dari…

Sabtu, 23 Mei 2020 23:21

Akhirnya SMSI Sah Jadi Konstituen Dewan Pers, Siap Emban Amanah

JAKARTA — Segenap pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Pusat…

Sabtu, 23 Mei 2020 11:32

Dilarang Mudik, PNS Harus Share Location Dua Kali Sehari

Jelang Idulfitri 1441 H, Pemprov Jawa Timur menerbitkan larangan mudik terhadap…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers