MANAGED BY:
KAMIS
24 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

OLAHRAGA

Selasa, 17 September 2019 14:36
“Panggil Aku Kapten”
TETAP SOHIB: Kalidou Koulibaly akan bersua kompatriotnya sebagai lawan dalam duel Liverpool kontra Napoli, dini hari nanti. AFP

PROKAL.CO, class="Default">KALIDOU Koulibaly dan Sadio Mane dua “wajah” Senegal terbaik di Liga Champions musim ini. Meski, mulai musim ini sudah ada Moussa Wague dan Idrissa Gueye yang jadi pemain klub papan atas Eropa, Barcelona dan Paris Saint-Germain (PSG). Koulibaly dan Mane pun bersaing untuk jadi siapa wakil Senegal terbaik.

Walaupun faktanya, Mane yang lebih dulu mampu mengangkat Si Kuping Lebar, sebutan trofi Liga Champions. Bukan Koulibaly. Kepada Corriere dello Sport, Koulibaly pun menyebut dirinya tidak mau kalah dari Supermane, julukan Mane. ''Akulah kaptennya Mane. Walaupun, dia tidak pernah mengakuinya,'' canda KK, inisial nama Koulibaly. Padahal, di timnas Senegal, Mane yang jadi kapten tim. Bukan Koulibaly.

Ya, capaian di level klub satu-satunya yang membuat Koulibaly kalah dari Mane. Karena selain di Liga Champions, Mane musim ini pun merebut Piala Super Eropa. Koulibaly? Mentok dia dengan Il Partenopei, julukan Napoli, memenangi Supercoppa Italia edisi 2014 silam. Nama Koulibaly lebih “dihargai” di Senegal.

Dua tahun terakhir, bek yang sering disebut mirip eks bek timnas Prancis Marcel Desaily itu selalu terpilih sebagai Pemain Terbaik Senegal. Koulibaly bahkan mengklaim dirinya adalah salah satu pemain yang diidolakan striker legendaris Napoli Diego Maradona. “Dia (Maradona) memiliki jersey-ku. Itu artinya, aku masih dalam track sebagai pemain yang hebat,” klaimnya.

Nah, tahun ini keduanya bisa kembali saling bersaing untuk jadi yang terbaik di Senegal. “Pencapaian di Eropa jadi modal Mane merebutnya (jadi Pemain Terbaik Senegal 2019),” sebut laman Foot 01. Terlepas rivalitas terselubung dua sosok kunci Les Lions de la Teranga, julukan timnas Senegal, keduanya juga kerap saling dukung.

Mane misalnya. Ketika Koulibaly diserang dengan hujatan-hujatan bernada rasial, Mane tidak pernah ketinggalan memberi dukungan bagi rekan sekompatriotnya itu. Terakhir terjadi saat musim lalu. “Kami bangga dengan ras kami dan kami akan terus mempertahankannya. Ini tidak seharusnya terjadi denganmu (Koulibaly),” ungkap Mane dalam salah satu posting-an Instagram-nya musim lalu. (ren/jpg/ndy/k8)


BACA JUGA

Rabu, 23 Oktober 2019 13:42

Penerjemah Dadakan Conte

PROSES adaptasi striker Inter Milan Romelu Lukaku di Italia bakal…

Rabu, 23 Oktober 2019 13:41

Promes Mengejar Kluivert

AMSTERDAM– Quincy Promes menjadi rekrutan termahal Ajax Amsterdam pada musim…

Rabu, 23 Oktober 2019 13:40

Williamson Absen 6-8 Pekan

ROOKIE paling menjanjikan di NBA 2019-20, Zion Williamson harus menepi…

Rabu, 23 Oktober 2019 10:33

Biang Rusuh, Hukuman Berat Menanti Tolle

JOGJAKARTA- Mendapat kartu merah. Disambung dengan melakukan tendangan kungfu kepada…

Rabu, 23 Oktober 2019 10:31
INTER MILAN vs BORUSSIA DORTMUND

Menantang Sial Melawan Klub Jerman

MILAN- Inter Milan dengan allenatore Antonio Conte boleh berkoar bahwa…

Rabu, 23 Oktober 2019 10:29

Koeman Bisa Datang, Urusan Grizi Beres

PRAHA – Lika-liku transfer Barcelona untuk penyerang Antoine Griezmann menemui…

Selasa, 22 Oktober 2019 14:12

Siap Sumbang Poin di Australia

MOTEGI -Meski masih gagal meraih poin, pembalap Repsol Honda Jorge…

Selasa, 22 Oktober 2019 13:20

Tepis Isu Penjualan Saham

CEO Manchester United Ed Woodward menjadi sasaran sumpah serapah fans.…

Selasa, 22 Oktober 2019 12:55

Sudah Kalah, Tidak Lolos, Rusuh Pula

JOGJA- Ketika peluit tanda sepak mula dibunyikan, laga PSIM Jogja…

Selasa, 22 Oktober 2019 12:51
Galatasaray vs Real Madrid

Ke Istambul dengan Raport Merah

ISTANBUL – Real Madrid sebagai raja Liga Champions terancam tersingkir…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*