MANAGED BY:
SENIN
01 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

KALTIM

Senin, 16 September 2019 14:52
Tradisi Belimbur Diwarnai Pemukulan, Pelaku Diproses secara Hukum
TRADISI TERNODA: Suasana tradisi belimbur di sekitar Keraton. Foto kanan, seorang korban penganiayaan di Kelurahan Kampung Baru, Tenggarong.Hendra For Kaltim Post

PROKAL.CO, Tradisi belimbur kembali dinodai aksi tidak terpuji oleh segelintir warga. Makna tidak boleh marah mereka salah artikan, sehingga meresahkan masyarakat.

 

TENGGARONG–Tradisi belimbur yang menandai pesta adat Erau berakhir, kembali disalahgunakan oleh segelintir warga dengan melakukan hal tidak terpuji. Minggu (15/9) lalu, sekelompok warga terekam kamera netizen melakukan penyiraman dengan cara-cara tak elok, bahkan membahayakan pengendara.

Sejumlah video aksi penyiraman oleh sekelompok pemuda kepada pengguna jalan pun sempat viral. Salah satunya, di Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Tenggarong. Seorang yang belakangan diketahui bernama Adi Biantoro (29), warga Tenggarong, sempat dianiaya sekelompok pemuda.

Dalam video tersebut, terlihat seorang pemuda menggunakan baju putih dan topi hitam memukul bagian wajah korban. Sejurus kemudian, pemuda lain yang menggunakan baju kaus putih merah menyiram korban menggunakan ember. Peristiwa semacam itu bukan kali pertama, tahun-tahun sebelumnya juga meresahkan.

Pria tadi juga menghantamkan ember ke bagian kepala korban. Aksi brutal tersebut disaksikan langsung oleh anak korban. Meski ada yang coba melerai, namun dia justru menjadi bulan-bulanan pemuda lain. Tampak seorang pemuda tidak menggunakan pakaian ikut memukul bagian belakang korban. “Kesiannya Ya Allah,” ujar seorang perempuan di balik video berdurasi 29 detik tersebut.

Lokasi penganiayaan tersebut diduga berada di depan masjid di Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Tenggarong. Ketua Dewan Perwakilan Cabang Kukar, Detasemen Remaong Koetai Paslit, Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Hendra Yadi membenarkan adanya insiden itu.

Menurut dia, sudah tiga korban yang melapor. Para pelaku diduga kuat menyalahgunakan tradisi belimbur di Kelurahan Kampung Baru. Untuk korban atas nama Adi Biantoro, terang dia, saat itu membawa anak dan sempat dipukul kawanan pemuda. “Korban sempat menanyakan, apakah benar seperti ini belimbur itu. Tapi tiba-tiba malah dipukul seperti itu. Semoga pelaku bisa ditemukan,” ujar Hendra.

Pihaknya pun sudah melakukan pendampingan untuk melaporkan peristiwa tersebut ke pihak kepolisian. Dia berharap segera ditindaklanjuti secara hukum. “Tentu saja tidak begitu caranya belimbur. Itu sudah tidak dibenarkan,” imbuhnya.

Dikonfirmasi hal itu, Kasat Reskrim Polres Kukar AKP Andika Sena menyampaikan akan berkoordinasi terkait informasi tersebut. “Jika memenuhi unsur pidana, akan kita tindak,” ungkapnya.

Untuk diketahui, belimbur tidak hanya menjadi ritual terakhir dari rangkaian ini, tetapi juga menjadi puncak rangkaian. Dalam ritual ini, masyarakat Kutai larut dalam sukacita dan keceriaan sambil berbasah-basahan. Setiap sudut jalan di Kutai tampak basah dengan siraman air dari berbagai lapisan masyarakat.

Belimbur merupakan tradisi saling menyiramkan air kepada sesama anggota masyarakat yang merupakan bagian dari ritual penutup Festival Erau. Tradisi ini menjadi wujud rasa syukur masyarakat atas kelancaran pelaksanaan Erau.

Selain itu, belimbur memiliki maksud filosofis sebagai sarana pembersihan diri dari sifat buruk dan unsur kejahatan. Air yang menjadi sumber kehidupan dipercaya sebagai media untuk melunturkan sifat buruk manusia.

Ritual ini dilakukan setelah upacara rangga titi berakhir. Dimulainya ritual ini ditandai dengan dipercikkannya air tuli (air yang diambil dari Kutai Lama) oleh Sultan kepada para hadirin.

Setelahnya, masyarakat saling menyiramkan air kepada sesamanya. Ritual ini terbuka untuk masyarakat umum, kecuali orangtua yang membawa anak di bawah umur serta para lansia. (qi/kri/k8)


BACA JUGA

Sabtu, 01 Februari 2020 11:38

Jual Sarang Burung Curian ke Teman Korban, Ya Ketahuan Lah...

TENGGARONG - Bukannya meraup untung dari hasil pencurian sarang burung…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:37

Menurut Pengamat, Bupati Edi Punya Hak Penuh Menentukan Cabup Disisa Jabatan

Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah sudah menentukan dua figur…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:33

WAHAI PEMUDA..!! Ayok Daftar Jadi Prajurit TNI

TANA PASER - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat ( TNI…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:31

Sudah 436 ABK Tiongkok Tiba di Pelabuhan Pondong, KKP Pastikan Semuanya Bebas Corona

TANA PASER - Vitalnya penyebaran virus corona yang berasa dari…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:06

Kapal Terbalik Dihantam Ombak, Sohang Hilang

Seorang warga Kelurahan Muara Kembang bernama Sohang, dilaporkan tenggelam di…

Jumat, 31 Januari 2020 14:03

Sabu Dikemas Bersama Ikan Asin

TENGGARONG–Sepandai-pandainya tupai melompat akan jatuh juga. Pepatah tersebut tepat disematkan…

Jumat, 31 Januari 2020 14:03

Kerajinan Tumpar Makin Berkembang

Dekranasda Kubar mendorong para perajin untuk meningkatkan kualitas produk dengan…

Jumat, 31 Januari 2020 14:01

Akhir Bulan, DPA Harus Sudah Terkirim

SANGATTA - Batas waktu penyerahan dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) pada…

Jumat, 31 Januari 2020 14:00

RS SOHC Sangatta Bantah Adanya Pasien Corona

SANGATTA - Rumah Sakit Medika Sangatta atau lebih dikenal SOHC…

Kamis, 30 Januari 2020 15:05

PDAM Danum Taka Jadi Perumda, Tarif Rumah Ibadah Dapat Subsidi Silang

PENAJAM - Transformasi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Danum Taka…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers