MANAGED BY:
JUMAT
18 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

KALTIM

Senin, 16 September 2019 12:32
Lokalisasi Ilegal Tumbuh Liar, Akui Sulit Diawasi
SUSAH DIPANTAU: Lokalisasi Kampung Kajang akan ditertibkan kembali oleh jajaran Satpol PP Kutim. LELA RATU SIMI/KP

PROKAL.CO, SANGATTA-Penutupan lokalisasi Kampung Kajang, Sangatta Selatan, dilakukan sejak beberapa tahun silam. Namun, bukan berhenti, justru tumbuh subur. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kutim menargetkan, dalam waktu dekat akan menertibkan tempat yang ramai ketika akhir pekan itu.

Pasalnya, aktivitas yang dilakukan membuat human immunodeficiency virus/acquired immunedeficiency syndrom (HIV/AIDS) semakin menyebar.

Diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Kutim Bahrani, pihaknya sulit mengawasi penyebaran pekerja seks komersial (PSK) di tempat-tempat terselubung. Penutupan rumah prostitusi itu menjadikan para perempuan malah ekspansi ke tempat yang sulit terdeteksi. "Penyebaran penyakit kan melalui hubungan badan. Tempat induknya ditutup tapi banyak tumbuh yang ilegal. Jadi dampaknya luas kalau mereka masih beraktivitas," ujarnya.

Kini aktivitas WTS kerap memanfaatkan media dalam jaringan (online). Termasuk medsos. Itu menunjukkan penutupan lokalisasi tidak cukup untuk menghentikan praktik prostitusi. Kampung Kajang ditutup, tapi di Sangatta menjamur indekos dan hotel sebagai prostitusi.

"Dengan penutupan, menyulitkan pemantauan karena ada penyebaran itu, memang susah," sambungnya. Hal itu dirasa tak menghentikan kegiatan prostitusi di masyarakat luar lokalisasi. Tidak hanya indekos, hotel, dan warung remang-remang yang menjadi sasaran, demi pencegahan, pihaknya menyosialisasikan pentingnya alat kontrasepsi.

"Kalau bisa tingkatkan iman supaya tidak tergoda. Namun, kalau memang tidak cukup kuat, pakai alat pengaman," jelasnya. (*/la/dra2/k16)


BACA JUGA

Kamis, 17 Oktober 2019 12:24

Atlet Berprestasi Terancam Tidak Ikuti World Cup

SANGATTA - Sering mengharumkan nama Kutim bahkan nama besar Indonesia…

Kamis, 17 Oktober 2019 12:24

Komentari Kasus Wiranto, IRT Kutim Diperiksa Polisi

SANGATTA - Menjelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia,…

Kamis, 17 Oktober 2019 12:22

Jalan Umum Bukan untuk Hauling

Angkutan batu bara dan kelapa sawit kembali meramaikan jalan umum.…

Kamis, 17 Oktober 2019 12:21

Kukar Makin Terbuka

  TAK hanya membangun jaringan jalan antarkecamatan, momentum penetapan wilayah…

Kamis, 17 Oktober 2019 12:21

DUH JAUHNYA..!! Untuk Vaksin Saja, Jamaah Harus ke Samarinda

SENDAWAR – Belum ada pelayanan suntik vaksin meningitis bagi calon…

Kamis, 17 Oktober 2019 12:18

Pembangunan Tugu Simpang Lima Kota Habiskan Rp 1,8 M

TANA PASER - Setelah hampir 10 tahun lebih tugu di…

Rabu, 16 Oktober 2019 11:47

KPU Paser Sayembarakan Maskot Pilkada

TANA PASER - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Paser berupaya…

Rabu, 16 Oktober 2019 11:45

Paser Masih Minus Produksi Beras

TANA PASER - Kebutuhan beras di Kabupaten Paser masih belum…

Selasa, 15 Oktober 2019 13:21

Warga Sudah 20 Tahun Menanti Jembatan

Usia Kutim sudah menginjak 20 tahun. Selama itu pula polemik…

Selasa, 15 Oktober 2019 13:18

Karapas Penyu Dijual Bebas, Penjualnya Berdalih Berdalih Tak Tahu Ada Aturan

TANJUNG REDEB-Penyu, satu di antara sekian banyak binatang yang dilindungi.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*