MANAGED BY:
SELASA
22 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

PRO BISNIS

Senin, 16 September 2019 11:34
Untuk Tekan Biaya Distribusi Barang, Minta Kualitas Jalan Ditingkatkan
Salah satu jalan rusak di Kaltim.

PROKAL.CO, Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Kaltim mendorong pemerintah untuk meningkatkan kualitas jalan di Bumi Etam. Ini untuk mendukung mobilitas barang dan memangkas biaya jasa.

 

BALIKPAPAN – Permintaan ini cukup beralasan. Sebab Tol Balikpapan-Samarinda yang diharapkan bisa menjadi jalur utama para pengusaha mendistribusikan barang tak kunjung dibuka. Ketua ALFI Kaltim Faisal Tola, mengatakan, peningkatan kualitas jalan atau infrastruktur dapat memperlancar pembangunan daerah.

Sayang, saat ini banyak ruas jalan yang rusak. Kondisi ini dapat menghambat distribusi barang dan jasa di Bumi Etam. “Salah satu kendala dalam distribusi logistik adalah jalan yang buruk. Ini harus jadi perhatian pemerintah bila ingin memastikan pasokan barang di daerah,” katanya, Minggu (15/9).

Dia mengatakan, salah satu komponen yang cukup mahal dan membebani harga kebutuhan pokok adalah distribusi. Makin murah biaya angkutan, maka ongkos yang dibebankan kepada konsumen atau masyarakat bisa makin murah.

Berkaitan dengan pembangunan Tol Balikpapan–Samarinda, ALFI menilai proyek tersebut adalah langkah yang tepat. Hanya, lagi-lagi ALFI berharap tarif yang dikenakan tidak mahal. “Pembangunan infrastruktur jalan tol Balikpapan-Samarinda itu bisa memudahkan jalur logistik. Asal tarif tak mahal, maka harga barang ke masyarakat juga bisa rendah,” sambungnya. Pembangunan jalan yang baik dapat memperkuat Balikpapan sebagai pintu masuk Kaltim sebagai ibu kota negara yang baru.

Terpisah, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XII Balikpapan, Ditjen Bina Marga, Refly Ruddy Tangkere, berharap ada kerja sama yang apik dengan perusahaan. Supaya pemeliharaan jalan dapat berjalan maksimal. “Kami berharap truk-truk tambang membuat jalan khusus,” kata Refly.

Menurutnya, perbaikan dan rehabilitasi jalan yang dilakukan pemerintah tidak berumur panjang karena dilintasi kendaraan yang tidak sesuai spesifikasi dan kapasitas muatan. Pembatasan muatan truk tidak dapat direalisasikan, karena pada umumnya jalan utama masih digunakan untuk mengangkut sawit dari perkebunan rakyat dan batu bara.

“Terkadang truk membawa muatan lebih dari beban. Bisa sampai 15 ton atau lebih. Kalau membawa barang lebih dari 8 ton, seharusnya menggunakan truk yang memiliki roda belakang lebih dari empat atau dua. Mereka yang melintas di jalan ikut bertanggung jawab,” imbuh Refly.

Di sisi lain, lanjut dia, kontur tanah di Kaltim secara alamiah terdapat potensi batu bara. Sehingga berdampak pada terjadinya patahan ketika terpapar air. Hal itu menyebabkan kondisi jalan yang mudah mengalami pasang susut.

Untuk menjaga ruas jalan seperti di daerah Waru, Paser, pihaknya bekerja sama dengan perusahaan tambang swasta yang menambang di kawasan tersebut. Tak hanya itu, target kemantapan jalan di Kaltim akan sulit dicapai dengan anggaran dana perbaikan sebesar Rp 500 miliar. Akibatnya balai Pelaksana Jalan Nasional hanya dapat melakukan rehabilitasi rutin serta penambalan jalan. (aji/ndu/k18)


BACA JUGA

Senin, 21 Oktober 2019 13:40

Investasi Terhambat, Konsumsi Tersendat

JAKARTA– Kondisi ekonomi global belum juga menunjukkan sinyal yang membaik.…

Senin, 21 Oktober 2019 10:12

Terdampak Perang Dagang AS-Tiongkok, Kinerja Ekspor Kaltim Melemah

SAMARINDA – Perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok yang…

Senin, 21 Oktober 2019 10:11

Tekan Biaya Investasi dengan Konsorsium

BALIKPAPAN – PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) bersama dengan PT…

Sabtu, 19 Oktober 2019 11:14

Nikmati Diskon Natal dari Sekarang

SAMARINDA – Tak perlu menunggu akhir tahun untuk menikmati diskon…

Sabtu, 19 Oktober 2019 11:03

April 2020, Ponsel BM Tak Lagi Bisa Beredar

JAKARTA– Rencana penegakan peraturan validasi International Mobile Equipment Identity (IMEI)…

Jumat, 18 Oktober 2019 11:26

Ekspor CPO ke India Bisa Membesar

SAMARINDA – Pengusaha kelapa sawit tampaknya bisa memperbesar ekspor crude…

Jumat, 18 Oktober 2019 11:18

Perusahaan Kaltim Minat IPO, Sudah Ada 12 Perusahaan yang Serius

BALIKPAPAN – Bursa Efek Indonesia (BEI) Balikpapan terus mendorong minat…

Kamis, 17 Oktober 2019 10:33

10 BUMN Bantu Merpati Terbang Lagi

JAKARTA– Sepuluh badan usaha milik negara (BUMN) bersinergi untuk membangkitkan…

Kamis, 17 Oktober 2019 10:18

Tanpa IKN, Investasi Hilirisasi Harus Masuk

SAMARINDA – Tumbuhnya sektor lain selain pertambangan batu bara diharapkan…

Kamis, 17 Oktober 2019 10:17

Apindo Berencana Bangun Kawasan Ekonomi, Lirik Lahan 10 Hektare di Kawasan IKN

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kaltim bertekad untuk berkontribusi dalam pembangunan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*