MANAGED BY:
SELASA
22 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

MANCANEGARA

Senin, 16 September 2019 11:29
Ingin Congkel Netanyahu, Pemilih Arab Terbelah
Gadis-gadis Arab yang tinggal di Israel.

PROKAL.CO, PEMILU tiga kali dalam setahun bukan pilihan. Siapa pun yang memenangkan pemilu Selasa nanti (17/9) harus bisa membentuk pemerintahan. Entah itu kelompok sayap kanan yang dipimpin Benjamin Netanyahu atau moderat yang digawangi Benny Gantz.

Pernyataan kontroversial Netanyahu yang ingin menduduki Lembah Jordan dan Laut Mati Utara membuka peluang bagi Gantz untuk mendapatkan dukungan dari penduduk Arab Israel. Warga Arab Israel adalah penduduk Palestina yang tetap tinggal di tanahnya setelah pembentukan negara Israel pada 1948. Mereka mengantongi kewarganegaraan Israel.

’’Hanya Gantz yang bisa melakukannya (melengserkan Netanyahu, Red),’’ ujar Jouma Masri, penduduk Shefa Amr, seperti dikutip Agence France-Presse. Shefa Amr adalah wilayah Israel yang mayoritas penduduknya warga Arab.

Di Israel biasanya penduduk memilih kandidat berdasar etnis. Orang-orang Arab akan memilih kandidat Arab dan warga Yahudi memilih kandidat Yahudi. Namun, pada pemilu kali ini berbeda.

Masri dan penduduk Arab Israel lainnya ingin perubahan. Mereka tidak yakin koalisi Joint List yang merupakan gabungan partai-partai Arab bakal meraup banyak suara dan menggulingkan Netanyahu. Berdasar berbagai polling, mereka hanya akan mendapat 12 di antara 120 kursi.

Karena itulah, Masri berpendapat bahwa memberikan suara kepada mereka akan sia-sia. Netanyahu bakal tetap berkuasa dan bertindak sewenang-wenang. Dengan demikian, mereka menumpukan harapan kepada Gantz.

Tentu tak semua setuju dengan Masri. Penduduk Arab Israel masih menyimpan dendam terhadap Gantz yang membantai penduduk Palestina dalam perang Gaza 2014. Kala itu Gantz adalah kepala angkatan bersenjata Israel.

Ada 1,8 juta warga Arab di Israel. Meski berstatus warga negara Israel, mereka kerap didiskriminasi. Mulai pelayanan publik, permukiman, hingga kesempatan kerja. Biasanya, penduduk Arab enggan memberikan suara saat pemilu berlangsung. Hanya 48 persen dari warga Arab Israel yang memberikan suara dalam pemilu sebelumnya.

Partai-partai Arab terbelah di pemilu April lalu. Kini mereka bersatu dengan harapan bisa mengikis sentimen negatif seperti yang dimiliki Masri dan mengulang kesuksesan Pemilu 2015. Kala itu mereka menjadi kelompok terbesar ketiga di Knesset alias parlemen Israel.

Beberapa penduduk Yahudi justru memberikan suara ke koalisi Joint List. Meron Rapoport, penduduk Tel Aviv, adalah salah satunya. Dia menginginkan perwakilan Arab di parlemen bertambah. Ada 5 ribu orang Yahudi yang memberikan suara ke partai-partai Arab April lalu. Jumlah itu dirasa masih kecil.

’’Hal terakhir yang bisa saya lakukan adalah memberikan suara ke minoritas untuk mengakhiri pendudukan dan menciptakan negara Palestina,’’ tegas Rapoport. (sha/c12/dos)


BACA JUGA

Senin, 21 Oktober 2019 13:55

Panggilan Suara WA Kena Pajak, Warga Lebanon Demo

BEIRUT– Unjuk rasa menggoyang pemerintahan Perdana Menteri (PM) Lebanon Saad…

Senin, 21 Oktober 2019 13:51

Tawarkan Tranquility Rp 2,8 Triliun

KUALA LUMPUR– Genting Group melelang Tranquility. Dulu superyacht itu bernama…

Senin, 21 Oktober 2019 13:42

Johnson Optimistis Ratifikasi Tepat Waktu, UE Pantau Sikap Parlemen Inggris

LONDON– Kalah dalam pemungutan suara soal British Exit (Brexit) pada…

Sabtu, 19 Oktober 2019 11:25

Kaum Hawa Juga Bisa

Duo astronot asal Amerika Serikat (AS) Jessica Meir (kiri) dan…

Sabtu, 19 Oktober 2019 11:24

Gencatan tanpa Jeda Senjata

RAS AL AIN – Talk is cheap. Bicara memang mudah.…

Jumat, 18 Oktober 2019 11:32

Agenda Politik Lam Berantakan

HONGKONG – Chief Executive Hongkong Carrie Lam terpaksa kembali membatalkan…

Jumat, 18 Oktober 2019 11:30

Kirim Surat Kasar ke Erdogan, Trump Bikin Geram

ANKARA– Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Mike Pence tiba di…

Kamis, 17 Oktober 2019 10:50

Empat Benua Buru El Chapo Asia

SYDNEY– Tse Chi Lop sedang menjadi pusat perhatian. Tapi, tidak…

Kamis, 17 Oktober 2019 10:26

Turki Ogah Gencatan Senjata

ANKARA– Sanksi Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa (UE) tidak…

Kamis, 17 Oktober 2019 10:06

Cegah Munculnya Sulli-Sulli Lain, Korsel Bahas Perundang-undangan Berantas Perundungan

SEOUL– Meninggalnya Sulli masih jadi isu panas di Korea Selatan.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*