MANAGED BY:
SABTU
18 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

BALIKPAPAN

Senin, 16 September 2019 10:57
Dampak Kabut Asap, Pasien ISPA Meningkat
ilustrasi

PROKAL.CO, Dampak kabut asap mulai terasa di Kota Minyak. Pihak RSKD Balikpapan menyebut peningkatan pasien ISPA cukup besar.

 

BALIKPAPAN –Sudah hampir sepekan kabut asap menyelimuti Balikpapan. Imbasnya mulai menyerang kesehatan warga Kota Minyak. Terlihat dari peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Rumah Sakit Dr Kanujoso Djatiwibowo (RSKD) Balikpapan.

Tercatat selama Agustus, pasien ISPA rawat inap hanya 11 pasien sedangkan bulan ini (per 13 September) sudah enam pasien rawat inap. Sementara pasien rawat jalan mengalami lonjakan. Agustus lalu hanya 20 pasien rawat jalan sedangkan selama September, pasien rawat jalan sudah 38 pasien.

Artinya terjadi kenaikan hingga 90 persen. Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSKD Maurits Marpaung menuturkan, peningkatan ini cukup besar. Jika terus terjadi, potensi pasien ISPA semakin membesar. Menurut dia, angka pasien itu termasuk cukup besar.

Padahal, setiap yang merasakan gejala ISPA pasti sudah berobat ke fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) terlebih dahulu. Misalnya, puskesmas hingga klinik. “Kalau sampai pasien tiba di rumah sakit berarti kasus sudah berat,” katanya.

Misalnya asma kambuh, penyakit penyerta paru kronik sampai batuk, hingga pneumonia. Belum lagi jika daya tahan tubuh lemah membuat infeksi saluran pernapasan menjadi lebih berat daripada orang yang memiliki daya tahan tubuh baik. Dia menjelaskan, pasien ISPA bisa meningkat pada situasi tertentu.

Terutama saat perubahan cuaca dari musim panas ke musim hujan. Dia menjelaskan, saat pergantian musim, banyak bakteri berkembang pada musim hujan atau situasi dingin. Misalnya, saat ini cuaca panas dalam waktu cukup lama, kemudian tiba-tiba hujan. Itu membuat debu naik bersama virus menyebar.

“Ketika terjadi kebakaran, kebanyakan debu berasal dari kayu. Asap yang mengandung debu kayu, masuk bersama virus bakteri jamur yang terikut pada asap,” ujarnya. Ketika asap menyebar dan terhirup secara bebas, membuat orang rentan terjangkit ISPA.

Terutama pada orang tua, anak-anak, atau mereka yang memiliki riwayat penyakit paru kronik sangat mudah terserang. “Peningkatan ini bisa terjadi pada kondisi tertentu seperti karhutla. Semakin lama situasi begini, banyak orang yang akan terjangkit ISPA,” ucapnya.

Apalagi potensi karhutla termasuk besar di Kaltim. Balikpapan menerima embusan angin imbas kebakaran. Alias kiriman dari daerah sekitar. Menurut dia, hal yang penting adalah pencegahan agar tidak terjangkit ISPA.

Misalnya, saat banyak asap, tidak beraktivitas di luar ruangan dulu. Begitu pula dengan anak-anak di sekolah, sebaiknya hanya belajar di dalam kelas. Jika terpaksa keluar, gunakan masker. Lalu menjaga pola bersih hidup sehat (PBHS) dengan makan bergizi, istirahat cukup, dan mencuci tangan agar penularan virus bisa seminimal mungkin.

“Kalau hanya gejala ringan bisa rawat jalan, terkena virus atau alergi bisa sembuh dalam 3 sampai 5 hari. Namun, kalau butuh antibiotik bisa 5–7 hari,” sebutnya. Berbeda jika terjadi komplikasi yang sedang dan berat, pasien harus rawat inap. Ancamannya hingga terjangkit pneumonia.

Saat pasien terkena ISPA dan tidak tertangani dengan baik, lalu didukung asupan gizi yang tidak bagus, daya tahan tubuh bisa lemah. “Kalau sifatnya virus ini kuat, sedangkan daya tahan tubuh pasien lemah bisa berakibat gagal napas,” bebernya.

Kondisinya seperti sesak napas yang sangat berat hingga butuh mesin ventilator untuk membantu pernapasan. Artinya bisa membuat pasien dalam kondisi kritis hingga meninggal. Apabila kejadian berlangsung di rumah, terlambat penanganan dibawa ke rumah sakit, nyawa bisa tidak tertolong.

Karena itu, penting untuk mengetahui gejala ISPA seperti batuk dan demam. Jika sesak, segera bawa ke tempat pertolongan awal. Kemudian kalau anak batuk, jangan dikumpul karena justru semakin banyak kuman. “Segera keluarkan dahak dengan tata caranya agar tidak menularkan. Lalu jangan lupa cuci tangan,” pesannya. (gel/kri/k16)

 

   

 


BACA JUGA

Jumat, 17 Januari 2020 14:13

Anggarkan Rp 7 M untuk PBI, Warga Diimbau Bijak Pilih Kelas Kepesertaan BPJS

Untuk membantu masyarakat tak mampu dalam urusan iuran BPJS, Pemkot…

Jumat, 17 Januari 2020 14:10

Remaja 19 Tahun Gondol 22 Motor, Hasil Curian untuk Foya-Foya dan Main Cewek

BALIKPAPAN – Usia Arif masih muda. Baru 19 tahun. Tapi…

Jumat, 17 Januari 2020 14:09

Kebakaran Aspol Diduga Kuat Korsleting

PEMERIKSAAN barang bukti bekas kabel terbakar oleh tim Pusat Laboratorium…

Jumat, 17 Januari 2020 14:09

Cinta Ditolak, Badik Bertindak

BALIKPAPAN – Ada perkembangan terbaru dari kasus pembunuhan janda cantik,…

Jumat, 17 Januari 2020 14:07
Mural-Mural Indah di Kantor Disdukcapil

Pengunjung Jadi Nyaman, Karyawan Hilang Stres

Kantor pemerintah yang berhubungan dengan pelayanan masyarakat dituntut berinovasi. Bahkan…

Kamis, 16 Januari 2020 16:00

PDAM Rencana Tambah Jaringan, Berharap Embung Aji Raden Segera Rampung

BALIKPAPAN – Di tengah masih minimnya sumber air baku, PDAM…

Kamis, 16 Januari 2020 15:59

Ada Narkoba di Balik Tutup Obat Nyamuk

BALIKPAPAN – Peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba kembali terkuak. Tiga…

Kamis, 16 Januari 2020 15:58

Manggar Sari Dipantau Intensif

BALIKPAPAN – Setelah dibongkar pada Selasa (7/1), lokalisasi Manggar Sari…

Kamis, 16 Januari 2020 15:56

Cinta Segitiga Berujung Maut, Jahir Tikam Kekasih yang Jadi Ibu Tiri

BALIKPAPAN – Kini Jahir (33) harus mendekam di balik jejuri…

Kamis, 16 Januari 2020 15:46

Pohon Rawan Tumbang, Hubungi DLH

Cuaca buruk yang berujung hujan deras dan angin kencang telah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers