MANAGED BY:
SENIN
01 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

LIFESTYLE

Senin, 16 September 2019 10:35
Panic Attack, Sering Dikira Serangan Jantung
TEKANAN: Banyaknya tugas yang menumpuk dari berbagai sumber akan menjadi tekanan bagi seseorang. (SAIPUL ANWAR/KP)

PROKAL.CO, Serangan cemas yang tiba-tiba serta ada fase puncaknya. Namun akan hilang dengan sendirinya. Banyak orang yang salah kaprah ketika panic attack menyerang. Mereka mengira bahwa itu adalah serangan jantung atau heart attack.

 

SERANGAN panik dan serangan jantung memiliki gejala serupa. Timbul mendadak diikuti irama jantung cepat. Satu hal mendasar yang membedakan kedua kondisi ini terletak pada denyut jantung.

“Serangan jantung memiliki gejala berupa denyut jantung tidak teratur dan berhenti tiba-tiba. Sedangkan serangan panik, denyut jantung secara perlahan kembali normal,” jelas psikiater Eka Yuni Nugrahayu.

Gangguan kecemasan mencakup enam macam gangguan psikis.  Terdiri dari serangan panik atau panic attack, generalized anxiety disorder (GAD), post-traumatic disorder (PTSD), social anxiety disorder, obsessive-compulsive disorder (OCD), dan fobia.

“Ketika otak memberikan stimulus seolah-olah ada yang mengancam. Maka tubuh akan merespons dengan adanya perasaan panik dan tidak berdaya,” tambah psikolog klinis Ayunda Ramadhani.

Gejala yang ditandai dengan adanya perasaan panik berupa jantung berdebar cepat, napas pendek, keringat dingin, pusing, serta mual. Merupakan salah satu gejala dari gangguan panik, serta takut, tidak berdaya, diikuti dengan perubahan fisiologis.

Dalam kehidupan, wajar sekali merasakan panik. Namun dengan alasan wajar. Serangan panik bisa dialami sesekali dalam hidup, dan akan hilang saat keadaan atau situasi pemicunya berakhir. Namun, jika serangan panik terjadi secara berulang dan untuk jangka waktu lama, maka kondisi itu disebut gangguan panik.

“Panic attack berbeda dengan gangguan panik. Gangguan panik adalah panic attack yang terjadi secara berulang-ulang selama sebulan atau lebih. Serta diikuti gejala-gejala lain. Sedangkan panic attack bisa terjadi karena kelelahan fisik,” jelas psikiater Eka Yuni Nugrahayu.

Salah satu penyebab panic attack karena adanya stres berat. Bisa dari pekerjaan, perubahan tanggung jawab, keluarga, dan kemarahan terhadap sesuatu atau seseorang.

Panic attack biasanya datang saat kondisi sangat lelah, tertekan, berada di keramaian, terpapar senyawa biologis penyebab panik (zat panikogen) yang banyak terdapat pada kafein dan nikotin jika dikonsumsi secara berlebih.

Dalam berbagai sumber menyebutkan bahwa panic attack paling banyak menyerang perempuan. “Di Samarinda, panic attack justru lebih banyak menyerang laki-laki. Dalam sebulan terdapat 2-5 orang yang datang untuk berkonsultasi,” terang Eka.

“Dulu di Samarinda jarang ditemukan pasien panic attack. Sebab kurangnya pemahaman dan mengira bahwa itu adalah serangan jantung,” lanjut dia. Berbeda dengan sekarang, masyarakat sudah mulai mengetahui dan memahami perbedaannya.

Langkah pertama ketika panic attack menyerang, menghindari dan mencari tempat yang aman dan nyaman. Lalu lakukan relaksasi. Dengan mengatur pola nafas tiga hitungan, berhenti sebentar selama empat hitungan, lalu dihembuskan tiga hitungan (3-4-3).

Pada umumnya pederita panic attack takut sendirian. Jadi, sebaiknya ditemani untuk melakukan relaksasi dan menanamkan dalam pikiran bahwa “ini hanya sementara”. Jangan menyimpulkan keadaan diri. Sebaiknya konsultasi ke tenaga ahli terkait. Yang bisa mendiagnosa seseorang menderita panic attack adalah psikolog klinis dan psikiater.

Pengobatannya dengan terapi kognitif perilaku atau CBT (cognitive behavioral theraphy). Dengan menanamkan pada pasien bahwa ancaman itu tidak nyata dan tidak berbahaya. (*/sla*/rdm2)

 


BACA JUGA

Jumat, 22 Mei 2020 14:15

Pedagang dan Pengunjung Pasar Masih ‘Bandel’

TANA TIDUNG - Meski saat ini pemerintah meminta masyarakat untuk…

Minggu, 17 Mei 2020 17:44

Hilang Zat Gizi, Hindari Panaskan Berulang

SAAT Ramadan, makanan untuk santap sahur biasanya sama dengan menu…

Senin, 11 Mei 2020 10:23
Oktifani Puji Fitriani

Mengolah Labu untuk Kota Tepian

Berbisnis itu perlu belajar dan membuka pemikiran yang luas. Sekalipun…

Senin, 11 Mei 2020 10:08

Sakit Perut, Beda Penyakit, Beda Gejala

Sakit perut merupakan keluhan yang umum dialami setiap orang. Ketika…

Senin, 11 Mei 2020 10:04

Keluhan di Perut, Jangan Diagnosa Sendiri

KELUHAN yang muncul pada bagian perut tentu saja membuat penderitanya merasa tak…

Selasa, 05 Mei 2020 16:12

Ada Hasrat dan Mantap di Bisnis Travel

Menjalani bisnis memang penuh tantangan. Terlebih bagi mereka yang sama…

Rabu, 29 April 2020 14:49

Kenali Gangguan Kesehatan Selama Puasa

Menjalankan ibadah puasa tahun ini pasti lebih menantang dibanding tahun-tahun…

Rabu, 29 April 2020 14:47

Perhatikan Kondisi Tertentu ketika Berpuasa

PADA dasarnya, berpuasa dapat dilakukan siapapun selama kondisi tubuhnya kuat…

Jumat, 24 April 2020 11:45

Kehamilan dan Virus Corona, Operasi Caesar Direkomendasikan

Banyak informasi simpang siur mengenai keterkaitan antara ibu hamil dengan…

Jumat, 24 April 2020 11:44

Hindari Menyusui jika Muncul Gejala Corona

PENCEGAHAN virus corona atau Covid-19 tak hanya berlaku saat kehamilan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers