MANAGED BY:
SELASA
22 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

SAMARINDA

Sabtu, 14 September 2019 23:33
Berbincang dengan Programmer Gim, Our Last Stand: The Arena

Terus Berkarya di Tengah Minimnya Minat Milenial

INSPIRATIF: Habib tetap semangat dan percaya diri di Bekraf Game Prime Asia, Jakarta, Agustus lalu. Walau laptop yang digunakan mengalami kendala saat mengoperasikan game-nya.

PROKAL.CO, BERLARI dalam lingkungan mayat hidup. Sembari memecahkan teka-teki untuk bertahan hidup. Konsep game indie yang diciptakan Habib Abdullah Wahyudi banyak terinspirasi dari kisah nyata. Ditambah dengan bumbu horor yang menegangkan.

 

Gamenya Our Last Stand: A Way Home, sudah menembus angka 15 ribu pengunduh. Jaket merah yang melekat itu tidak bisa terpisah dari dirinya. Bahkan, karakter dalam game ciptaannya itu pun menggunakan jaket merah.

Lokasi tempat yang ada dalam game PC tersebut disebut Rendah. "Setting dalam game itu ada tiga, kota Rendah sendiri dari kata Samarendah, lalu ada Tenggarong, dan Balikpapan," ungkap mahasiswa semester 3 Jurusan Sistem Informasi, STMIK WiCiDa itu.

Dia juga mengungkapkan pembuatan Our Last Stand: The Arena adalah game pertama yang dia ciptakan. Butuh waktu setahun dalam menggarap game pertamanya seorang diri. Saat itu, dia belum memahami bahasa pemrograman dengan baik. "Sering buka tutorial dan buku-buku waktu buat The Arena itu," ungkapnya.

Untuk game keduanya masih dengan konsep yang sama seperti The Arena. A Way Home tidak memerlukan waktu lama saat digarap.

"Untuk seri kedua Our Last Stand butuh 8 bulan karena digarap bersama. Tapi sekarang anggotanya banyak yang gak aktif," ujar pemuda yang masih single itu.

Nusantara Free Creative adalah grup yang dimaksudnya. Walau sekarang sedikit sulit mengumpulkan anggotanya. Dia bertekad untuk terus mengembangkan game-nya itu.

"Saya sendiri berharap untuk Samarinda ke depannya lebih banyak yang tertarik dengan pembuatan game," lanjutnya.

Dia merasa masih banyak muda-mudi di Kota Tepian yang lebih tertarik menjadi pemain game. Ketimbang milenial di Pulau Jawa. Saat dia membuka stan di Bali International World Conference Creative Economy pada 2018, maupun Bekraf Game Prime Asia di Jakarta Juli lalu. Dia merasa lebih nyambung saat berbicara dengan mereka terkait pembuatan game PC.

Suparmin, kabid Aplikasi Layanan e-Government Diskominfo Kota Samarinda, merasa tingkat pengembang game belum banyak di Samarinda. “Kalau di sini muda-mudinya banyak menjadi pengembang aplikasi sistem dan web,” ungkapnya, beberapa waktu lalu.

Untuk meningkatkan kualitas SDM dalam bidang pembuatan game maupun teknologi informasi, sudah mulainya lewat berbagai kompetisi. Misalnya, lewat Hackathon. “Kegiatannya dimulai dari 2018, dan memang pesertanya lebih banyak pengembang sistem, hingga Agustus lalu,” jelasnya.

Pastinya untuk mengembangkan SDM akan selalu digelar pelatihan, kompetisi, atau kegiatan. Suparmin juga yakin akan ada Habib lainnya di Kota Tepian ini, untuk ke depannya. (*/yui/dns/k8)

loading...

BACA JUGA

Senin, 21 Oktober 2019 11:56

Nidya Gaungkan Pelestarian Lingkungan

Upaya pelestarian lingkungan dan restorasi daerah aliran sungai (DAS), khususnya…

Senin, 21 Oktober 2019 11:55

PPU Tetap Aman dan Kondusif, Sigit: Masyarakat Jangan Terprovokasi

SAMARINDA-Penajam Paser Utara (PPU) beberapa hari jadi perhatian se-nasional. Wakil…

Senin, 21 Oktober 2019 11:54

Perguruan Tinggi Harus Siap

  KALTIM resmi ditunjuk Presiden RI Joko Widodo sebagai ibu…

Senin, 21 Oktober 2019 11:12

Jadi Kota Penyangga IKN, Samarinda Belum Punya Landmark

PROKAL.CO, SAMARINDA - Kepala Dinas Pariwisata Samarinda, I Gusti Ayu…

Minggu, 20 Oktober 2019 22:29
Ngobrol Bareng Juara-Juara Olimpiade di Level Internasional (2-habis)

Si Anak Penjual Mi Ayam yang Penasaran dengan Angka

Prestasi Albert Marvel Jong berasal dari rasa penasarannya. Rumus dan…

Minggu, 20 Oktober 2019 22:25

Istri Nusyirwan Ikut Mendaftar

SAMARINDA - Istri almarhum Wakil Wali Kota Samarinda Nusyirwan Ismail…

Minggu, 20 Oktober 2019 22:23

Pencuri HP Dihakimi Warga, Barang Bukti Disembunyikan di Keranda Mayat

SAMARINDA – Satu dari dua orang komplotan pencuri ponsel di…

Minggu, 20 Oktober 2019 22:20

Plafon SD 011 Belum Ditangani, Disdikbud Sebut Belum Terima Laporan

SAMARINDA - Runtuhnya plafon SD 011 Samarinda Kota belum ditindaklanjuti…

Minggu, 20 Oktober 2019 22:17

Gas Rumah Kaca Tinggi di Lampu Lalu Lintas

SAMARINDA – Transportasi menjadi penyumbang emisi terbesar di Kota Tepian.…

Minggu, 20 Oktober 2019 20:51

Lindungi Sumber Daya Genetik Asli Samarinda

SAMARINDA - Upaya perlindungan terhadap sumber daya genetik (SDG)  yang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*