MANAGED BY:
SABTU
26 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

SAMARINDA

Jumat, 13 September 2019 22:19
Kasus Pencabulan Tak Hanya Sekali Terjadi, Orangtua Harus Lebih Perhatian
Pelaku cabul di Samarinda diamankan.

PROKAL.CO,

SAMARINDA–Setidaknya sudah tiga kali kasus pencabulan yang dilakukan oleh lansia selama 2019. Orangtua dituntut harus lebih peka.  Kasus pencabulan Hasyim (63) kepada cucunya yang mencuat ke publik belakangan ini sedang hangat dibicarakan. Pasalnya, banyak yang tidak menyangka, lansia itu tega berbuat tidak senonoh. Kasus pencabulan yang dilakukan Hasyim sebenarnya bukan kasus pertama pada tahun ini. Setidaknya sudah tiga kali kasus serupa terjadi di Kota Tepian.

Salah satunya MJ, kasus pencabulan yang terjadi, Mei 2019 lalu. Dia mencabuli anak kandungnya yang berusia 11 tahun. Parahnya lagi, perbuatan keji tersebut dilakukan secara bergantian dengan anak laki-lakinya. Yang tidak lain merupakan kakak kandung korban.

Melihat penyimpangan yang terjadi, Psikolog Ayunda Ramadhani yang aktif dalam melakukan kampanye perlindungan perempuan dan anak, angkat bicara. "Anak yang menjadi korban itu bisa trauma. Bisa jadi malah traumanya bukan saat ini, tapi pada masa mendatang," ucapnya. Psikolog yang juga merupakan dosen di Universitas Mulawarman menambahkan, orangtua harus lebih peka terhadap anak. Dia menyarankan jika terjadi kejanggalan terhadap anak harus langsung berdiskusi dengan anak. Jika perlu datang ke instansi terkait atau ke psikolog. "Jangan anggap sepele jika ada kelakuan yang janggal sama anak. Orangtua harus rajin berbincang dengan anak. Harus sigap dong dan bertanggung jawab," terangnya.

Selain itu, Ayunda menyarankan, kasus seperti pencabulan ini segera dilaporkan ke Pusat Pelayanan Terpadu Pelayanan Perempuan dan Anak (P2TP2A) agar korban dapat didampingi. Sedangkan untuk orangtua dapat meminta penyuluhan dari Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga). “Ini sebagai bentuk pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang lagi dan orangtua dapat lebih sigap,” singkatnya. (*/dad/dns/k8)


BACA JUGA

Selasa, 04 Februari 2020 12:04

Kritik Kota lewat Lirik Rap, Wajah Samarinda dari Lagu “Samar Indah"

Hanya di Samarinda kita bisa hidup sama rendah Nikmati tepian…

Selasa, 04 Februari 2020 12:03

Berkas Pasar Baqa Dilimpah, Rabu, Sidang Perdana

SAMARINDA-Berkas dugaan korupsi tiga tersangka Pasar Baqa sudah digulirkan Korps…

Selasa, 04 Februari 2020 12:01

Terima Paket Ganja 2,5 Kilo, Mahasiswi Ini Mengaku Cuma Diupah Rp 300 Ribu

SAMARINDA - Tersangka inisial IT yang menerima paket 2,5 kilogram…

Selasa, 04 Februari 2020 12:00

Merasa Dipalak Ketika Berkendara di Samarinda? Dua Pria Ini Mungkin Pelakunya

SAMARINDA - Tim Macan Borneo Satreskrim Polres Samarinda akhirnya meringkus…

Selasa, 04 Februari 2020 11:59

Hanya Sakit Demam, RS AWS Bantah Merawat 1 Pasien Terkena Corona Virus

SAMARINDA - Rumah Sakit AW Sjahranie (RS AWS) Samarinda membantah…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:48

Pengedar Sabu Berbahan Tawas Ditangkap

SAMARINDA-Banyaknya pemakai narkoba jenis sabu rupanya menjadi peluang bagi Kene…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:10

Begini Kondisi Terakhir Sopir Truk yang Sebabkan 4 Nyawa Melayang di Gunung Manggah Itu...

SAMARINDA- Unit Kecelakaan Lalu Lintas (Lakalantas) Polresta Samarinda, pada Kamis…

Sabtu, 01 Februari 2020 09:05

Jalin Kerjasama dengan Rumah Sakit, Poltekkes “Nyebrang” ke Malaysia

SAMARINDA-Terus melebarkan sayap, kini Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes)…

Jumat, 31 Januari 2020 23:46

Samarinda Masih Kekurangan Pengajar

Di Samarinda, ada sekitar 2 ribu guru honorer. Mereka tengah…

Jumat, 31 Januari 2020 23:45

Perlu Waktu Realisasikan DOB Samarinda Seberang

SAMARINDA–Usul menjadikan Samarinda Seberang, Palaran, dan Loa Janan Ilir sebagai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers