MANAGED BY:
JUMAT
18 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

OLAHRAGA

Jumat, 13 September 2019 10:48
Target Selanjutnya: Tactician
LEGENDA HIDUP: Vincent Kompany mendapat anugerah karena menjadi pemain yang berhasil menunjukkan loyalitasnya kepada Manchester City.

PROKAL.CO, USIA Manchester City sudah 125 tahun. Tapi, bagi The Citizens, Vincent Kompany yang baru bergabung pada 2008 adalah legenda hidup yang harus mendapat keistimewaan.

Bagaimana tidak. Bek yang kini berkostum Anderlecht itu merupakan pembelian pertama City sejak era baru mereka dimulai dengan pengakuisisian Sheikh Mansour bin Zayed Al Nahyan pada 4 Agustus 2008. Hebatnya lagi, hanya Kompany yang bisa bertahan lama di City mulai musim 2008–2009 hingga musim lalu atau 11 musim di Etihad Stadium.

Kemarin waktu setempat, pemain 33 tahun mendapat persembahan dari City. Namanya diabadikan jadi nama jalan kompleks latihan City. Yakni, Vincent Kompany Crescent. Jalan tersebut menghubungkan lapangan akademi klub dan pusat latihan tim utama. Terdapat pula mosaik pemilik 12 trofi bersama City itu yang terinspirasi oleh gol kemenangannya melawan Manchester United pada 2012.

Tribute bagi Kompany tidak berhenti di situ. Di luar Etihad Stadium juga akan diletakkan patung Kompany yang memiliki 360 pertandingan di semua ajang bagi City.

"Merupakan kehormatan luar biasa telah diakui secara istimewa dengan cara ini. Perjalanan yang kami lalui bersama selama 11 tahun di Manchester mengubah hidup saya dan saya senang juga terlibat dalam sejarah klub ini selama waktu tersebut," ucap Kompany kepada Sky Sports.

Sukses menjadi legenda hidup tampaknya bukan akhir dari target Kompany bersama City. Bukan tidak mungkin, bek timnas Belgia itu juga jadi pelatih City pada masa depan.

Sebab, dia juga sudah memulai kariernya sebagai pelatih bersama Anderlecht pada awal musim ini. Berstatus pemain-pelatih. Meski, jabatan sebagai pelatih bersama klub asal Belgia itu hanya berusia tiga bulan karena dia mengaku tidak bisa fokus membagi porsi sebagai pemain dan pelatih. Artinya, gambaran kelanjutan kariernya setelah gantung sepatu sudah jelas. Ya, jadi pelatih.

"Dia bukan hanya pemimpin yang inspirasional dan tegas di lapangan melainkan seorang duta besar (bagi City) yang cerdas dan pandai. Kontribusinya (bersama City) akan selalu dikenang untuk generasi yang akan datang,” ucap CEO City Khaldoon Khalifa Al Mubarak. (io/jpg/ndy/k8)


BACA JUGA

Kamis, 17 Oktober 2019 12:13

Lerby Kembali!

Lini depan Borneo FC bakal kembali runcing. Lerby Eliandry yang…

Kamis, 17 Oktober 2019 10:55

Juru Selamat dari La Furia Roja

Spanyol kembali mencatat cerita manis para pelatih pengganti saat kualifikasi…

Kamis, 17 Oktober 2019 10:40

Begini Siasat Olimpiade Tokyo Melawan Panas dan Badai

TOKYO-Presiden Komite Olimpiade Internasoonal (IOC), Thomas Bach, dalam pidatonya pada…

Kamis, 17 Oktober 2019 10:07

Perparah Nestapa Setan Merah

LIMA penyelamatan diukir kiper Spanyol David de Gea dari total…

Rabu, 16 Oktober 2019 11:15

Center Tak Lagi Merisaukan

LOS ANGELES-Saat DeMarcus Cousins divonis mengalami cedera ACL Agustus lalu,…

Rabu, 16 Oktober 2019 11:14

Marquez Bidik Gelar Lainnya

MOTEGI- Tahun lalu, Marc Marquez datang ke Sirkuit Twin Ring…

Rabu, 16 Oktober 2019 11:13

Suporter Meninggal, Serangan Rasial, hingga Kontroversi Turki

MATCHDAY ketujuh kualifikasi Euro 2020 grup A antara Bulgaria dan…

Selasa, 15 Oktober 2019 11:58

Fokus Pulihkan Cedera

Mendapat jatah libur, pemain Mitra Kukar memilih pulang ke kampung…

Selasa, 15 Oktober 2019 11:57

Dukung Hasil Emergency Meeting

Isu penundaan kompetisi Liga 1 2019 akhirnya menuju kepastian. Emergency…

Selasa, 15 Oktober 2019 11:56

Selingi Libur dengan Tarkam

ADA banyak cara mengisi waktu libur yang diberikan manajemen Mitra…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*