MANAGED BY:
SABTU
21 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Kamis, 12 September 2019 14:41
Kabut Asap Masih dalam Batas Ringan

Anomali Bikin Kemarau Lebih Parah

SELIMUTI KOTA: Beberapa hari terakhir, pemandangan Samarinda mulai diselimuti asap tipis. Atas kondisi tersebut, BMKG Samarinda berpendapat kondisi masih ringan.

PROKAL.CO, RABU (11/9) pagi, Febriyanti (25) memulai aktivitasnya. Mengantar sang adik ke sekolah, Febri merasa ada yang berbeda beberapa hari belakangan ini. Pandangannya tidak leluasa dan napasnya agak tercekat.

"Kayaknya mulai kabut asap. Soalnya, musim kemarau. Napas juga mulai enggak enak," ucap gadis yang tengah berjuang menyelesaikan skripsi itu.

Keberadaan kabut asap di Samarinda diamini prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Samarinda Sutrisno. Sayangnya, angka akurat tidak bisa didapatkan karena alat pengukur udara tengah rusak karena terendam banjir besar di Samarinda, Juni lalu.

Soal kondisi teknis ini, BMKG Samarinda pun telah bersurat dan menunggu teknisi datang untuk memperbaiki alat-alatnya. "Secara visual memang ada kabut asap. Namun, diperkirakan masih dalam kondisi ringan atau sedang. Skornya tak sampai di atas 150 microgram per kubik," jelasnya.

Dalam pantauan BMKG Samarinda selama dasarian pertama September, diakumulasi dari empat satelit, ada 1.243 titik panas yang muncul di Kaltim. Sedangkan pantauan pada Rabu (11/9), sekitar pukul 15.00 ada 65 titik panas di Kaltim. Disebutkan Sutrisno, kondisi ini lebih parah dari tahun-tahun sebelumnya namun tidak lebih parah dari 2015.

Titik panas di Kaltim kebanyakan berada di kawasan Kutai Barat dan Mahakam Ulu, ini juga jadi faktor Samarinda kabut asap belum pekat. Sebab, pergerakan angin masih banyak di tenggara ke selatan. Berbeda jika angin bergerak dari barat ke timur. Maka asap bisa lebih pekat karena asap dari Mahakam Ulu dan Kutai Barat bisa bergerak ke Samarinda.

Penyebab kebanyakan kabut asap adalah adanya lahan yang dibakar manusia untuk membuka lahan. Maka dari itu, Sutrisno menyebut, pemerintah harus menindak para pembakar lahan. Apalagi, musim hujan di Samarinda datangnya masih lama. "Akhir Oktober atau awal November," sebut Sutrisno.

Diakui Sutrisno terjadi anomali pada musim kemarau tahun ini, sehingga lebih parah dari tahun sebelumnya. Penyebabnya pun masih menjadi tanda tanya dan pekerjaan rumah bagi BMKG Samarinda bahkan pusat untuk mencarinya.

Sebab, tak ada el nino, namun daerah pertemuan angin tak bergerak semestinya. Sutrisno mengatakan, pada 22 September, matahari akan berada tepat di atas ekuator. Seharusnya daerah pertemuan angin itu mulai bergerak ke selatan, namun sejauh ini belum ada pergerakan. (*/zaa/nyc/dns/k8)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 20 September 2019 19:26

Mobil Bawa Sabu 1 Kg Nyungsep Setelah Kejar-Kejaran dengan Polisi

PROKAL.CO, SAMARINDA - Aksi kejar-kejaran sebuah mobil merk Ayla plat…

Jumat, 20 September 2019 12:09

Aktivitas di SPBU Mendadak Sepi

Bukan hanya sekali, setidaknya dalam waktu dekat ini tiga kali…

Jumat, 20 September 2019 12:07

Tak Ada Toleransi..!! Selama Proses Hukum, Hak-Hak Hakim Kayat Dicabut

SAMARINDA–Integritas pengadil di Kaltim mendapat sorotan tajam selepas Kayat. Hakim…

Jumat, 20 September 2019 12:06

BEDALAH WAL...!! Di Perumahan Ini Punya Penampungan Air Terpadu, Air Lancar dan Aman

Air bersih yang tidak mengalir di beberapa daerah, tak membuat…

Jumat, 20 September 2019 12:04

Tiga Kali Mulus Beraksi, Dua Pelaku Curanmor Diciduk Polisi

SAMARINDA–Dua pelaku curanmor, Akbar Abdullah (36) dan Alfian (35), dibekuk…

Jumat, 20 September 2019 11:14

Dijerat Pasal Suap dan Gratifikasi

JAKARTA– Imam Nahrawi harus bersiap dengan jeratan pasal berlapis. Komisi…

Kamis, 19 September 2019 14:20

Pencanangan HBDI ke 111, Para Istri Dokter Gelar Penyuluhan Stunting di Posyandu Ayu Sempaja

PROKAL.CO, SAMARINDA - Memperingati Hari Bakti Dokter Indonesia (HBDI) ke…

Kamis, 19 September 2019 13:17

Polisi Amankan Empat Pengetap

Polisi berkali-kali mengamankan pelaku pengetap BBM. Namun nyatanya, kegiatan tersebut…

Kamis, 19 September 2019 13:16

PDAM Harus Ganti Pipa Sendiri

SAMARINDA–PDAM Tirta Kencana Samarinda terpaksa merugi. Pasalnya, pendalaman drainase di…

Kamis, 19 September 2019 13:14

Kasus Kebakaran Terus Meningkat

SAMARINDA–Kasus kebakaran kerap menjadi momok bagi masyarakat. Penyebabnya dari arus…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*