MANAGED BY:
SELASA
22 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

FEATURE

Kamis, 12 September 2019 14:31
Devano Gabriel, Drummer Cilik yang Juara Kontes Drum Internasional di Singapura

Kalahkan Wakil Amerika, Kesempatan Rekaman di Kanada

Devano

PROKAL.CO, Jangan pandang sebelah mata meski usianya masih belia. Kemampuannya dalam menabuh drum, seketika membuat Anda berdecak kagum. Bahkan, Devano berhasil menaklukkan kompetisi internasional. Meraih gelar juara dalam kontes Drum-Off Global 2019 kategori super junior di Singapura.

 

DINA ANGELINA, Balikpapan

 

TANGAN begitu santai memutar stik drum memberi improvisasi dalam penampilan. Mata dan mimik wajahnya terlihat serius, namun asyik mengikuti irama musik. Menyeimbangkan musik dengan setiap tabuhan drum. Devano memperlihatkan skill bermain drum secara langsung. Atraksinya berlangsung sekitar 10 menit di studio milik orangtuanya sekitar Jalan Pangeran Antasari, Balikpapan.

Setelah menyaksikan langsung kemampuannya dalam bermain drum. Rasanya wajar jika bocah 7 tahun itu meraih gelar juara di kontes internasional. Tidak main-main, dia antusias dan menguasai bidang itu. Setiap tabuhan drum pun penuh dengan keyakinan.

Dalam pertemuan sore itu, awak media sempat berbincang dengan Devano ditemani sang ayah, Ashari Toffani. Dia bercerita, putra sulungnya baru saja mengikuti kontes Drum-Off Global Singapore kategori super junior (6–8 tahun). Hal yang membuat bahagia, Devano berhasil meraih juara dalam kompetisi tersebut.

Dia mengalahkan para finalis yang berasal dari Eropa, Amerika, dan Asia. Bahkan hanya ada satu juara di setiap kategori pada kontes yang berlangsung 28–31 Agustus tersebut. Toffan bercerita, awalnya sang putra hanya mengikuti seleksi melalui YouTube. Caranya dengan mengunggah video berdurasi 2 menit yang menampilkan full skill.

Namun jangan salah, jurinya adalah musisi terbaik di bidang tersebut. Di antaranya, Jared Falk dari Kanada, Eloy Casagrande dari Brasil, Super Drummer Jabriel Malik (SDJ Malik), Thomas Pridgen, hingga Lim Yong Hoon dari Korea. “Kompetisi tahapan pertama ini sekitar Mei,” ucapnya.

Tak lama kemudian, pengumuman tahapan penyisihan datang. Nama Devano berhasil lolos masuk ke semifinal. Dia harus tampil langsung di depan dewan juri. Setidaknya terdapat 20-an orang yang menjadi kompetitornya dalam tahapan semifinal kategori super junior.

Sebelum berangkat ke Negeri Singa, Devano berlatih selama beberapa kali dalam seminggu. Namun baru intens latihan setiap hari menjelang kompetisi. “Kami berangkat ke Singapura sekitar empat hari untuk ikut semua tahapan kontes,” sebutnya.

Tak disangka, pada kompetisi internasional pertamanya, putra dari Novita Chrisma ini berhasil masuk hingga babak final. Total ada 12 orang yang masuk tahapan akhir tersebut. Meski begitu, dia masih tampil baik seperti biasa. “Ada rasa deg-degan,” ucapnya sambil tersenyum malu.

Selama babak semifinal dan final, Devano menyuguhkan penampilan selama 5 menit. Tantangannya, peserta harus menabuh drum mengikuti partitur atau video yang diujikan. Dewan juri akan menilai dari sisi kemampuan sampai penampilan keseluruhan. Apiknya permainan drum ini berhasil menaklukkan hati juri.

Siswa kelas 1 SD Bhayangkari tersebut meraih gelar grand champion alias juara dalam kategori super junior. Menurut dia, kesulitan justru dari semua kompetitor yang memang bermain cukup bagus. “Terutama Taiwan dan Tiongkok terlihat menguasai,” katanya.

Setelah meraih gelar juara, Devano beserta pemenang dari setiap kategori mendapat undangan rekaman di Kanada pada 25 Oktober. Dia akan rekaman di studio milik Jared Falk, Drumeo HQ. Sebagai informasi, ada enam kategori lomba dalam Drum-Off Global 2019. Yakni, super junior, junior, intermediate, girls, open, dan rhythm duo.

Selain kesempatan rekaman dan tampil di Kanada, setiap pemenang mendapat piala khusus berbentuk Cymbal Trophy. Kemudian, headset dan aksesori drum seperti pedal, tas, dan lainnya. Jika dinominalkan, hadiah ini sekitar Rp 25 juta. “Tapi yang prestisius bisa tampil dan rekaman di Kanada. Seluruh drummer di dunia mengejar kesempatan itu,” bebernya.

Sesungguhnya nama Devano juga sudah tidak asing lagi untuk kompetisi dalam negeri. Dia sudah malang melintang mengikuti beragam kontes. Devano tahu bagaimana menguasai panggung. Juga, mampu mengukur kemampuan kompetitornya. “Setahun bisa ikut 5–6 kali lomba,” imbuhnya.

Namun untuk kompetisi tingkat internasional, Devano memang baru kali pertama mencoba di Drum-Off Global 2019. Sementara untuk acara dalam negeri, teranyar dia meraih juara dalam Indonesia Drum & Perkusi Festival (IDP Fest) 2019 di Jakarta. Dengan juri seperti Magi drummer/RIF, Jelly Tobing, sampai Ikang Fawzi. “Memang suka drum, tidak ada bosan,” kata bocah pengagum Ikmal Tobing tersebut.

Toffan bercerita, selama ini memang tidak ada paksaan bagi putranya untuk bermain drum. Waktu latihan pun mengikuti mood Devano saja. Namun, setiap hari dia pasti meluangkan waktu untuk berlatih. “Dia sudah paham kalau latihan memang perlu untuk jaga kemampuannya,” ujar dia.

Dengan didampingi ayah dan latihan melihat kemampuan para musisi tersohor dari kanal YouTube. Contohnya, Jonathan Moffet drummer Michael Jackson dan Luke Holland. “Sudah dari kecil karena lihat saya suka main drum. Dia lihat dan ikut main juga,” sebutnya.

Dia mengungkapkan, Devano sudah mulai bermain drum sejak usia 2,5 tahun. Dia bermain drum sungguhan namun bentuk mini. Kemudian saat menginjak usia 4 tahun, Toffan mulai mengarahkannya untuk belajar. Hingga akhirnya aktif ikut kompetisi saat usia 5 tahun.

“Pertama kali tampil sempat enggak mau main, demam panggung. Habis itu terbiasa,” ujarnya. Bahkan, sekarang tidak hanya tampil solo, Devano sudah sering kolaborasi bersama band untuk manggung. Anak pertama dari dua bersaudara ini juga menjalani profesi bintang iklan untuk produk anak.

Atas keberhasilan itu, Devano mendapat beasiswa pendidikan bebas biaya saat masuk sekolah. Toffan berencana untuk mengurus beasiswa lainnya dari pemerintah pusat. Dia pun berharap, pemerintah daerah baik Pemkot Balikpapan dan Pemprov Kaltim memberikan perhatian kepada mereka yang berhasil membawa nama harum daerah.

“Karena itu semua tidak mudah perjalanannya. Mungkin ada perhatian dari pemerintah daerah,” tutupnya. Toffan turut berterima kasih kepada Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi yang juga sudah membantu saat putranya mengurus administrasi di imigrasi untuk berangkat ke Singapura. (rom/k8)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 11 Oktober 2019 11:43

Menghafalkan Alquran Hanya Setahun di Pesantren Asy-Syahadah Surabaya

Menghafalkan Alquran sering terasa berat. Namun, itu tidak berlaku bagi…

Jumat, 04 Oktober 2019 09:33

Fadil Muzakki Syah setelah Foto Bersama Tiga Istri di Gedung DPR Jadi Sorotan

Ketiga istrinya ikut jadi tim sukses yang mengantarkan Achmad Fadil…

Rabu, 02 Oktober 2019 13:44

Sepenggal Kemeriahan Menuju Pesta Perayaan HUT Ke-20 Kutim, Dari Tradisional Ingatkan Milenial

Bisa dihitung jari, bahkan sudah benar-benar tidak diketahui. Permainan tradisional…

Sabtu, 28 September 2019 11:13

Jatuh Cinta dengan Matematika, Bawa Amel Rebut Emas di Hong Kong

Matematika. Kerap punya pamor tak baik di kalangan siswa. Dianggap…

Jumat, 13 September 2019 10:01
Petualangan Warkop DKI Menyelesaikan Misi dari Agen Rahasia

Lucu meski Kurang Nendang

Warkop DKI Reborn menghadirkan cerita dan cast baru. Aliando Syarief…

Kamis, 12 September 2019 14:31

Devano Gabriel, Drummer Cilik yang Juara Kontes Drum Internasional di Singapura

Jangan pandang sebelah mata meski usianya masih belia. Kemampuannya dalam…

Rabu, 11 September 2019 11:20

Setiap Keris Punya Karakter, Salah Pakai Bisa Didenda

Setiap tahapan dalam prosesi Bisoq Keris menyimpan makna. Begitu pula…

Senin, 09 September 2019 09:09

Journalist Boarding School, Bangun Karakter “Siddiq – Amanah – Tabligh Fathanah”

Oleh: Amir Machmud Jurnalisme Kenabian (Prophetic Journalism). Berlebihankah impian ini,…

Sabtu, 07 September 2019 12:54

Cerita Tiga Guru Inisiator Perpustakaan Keliling

Di daerah pelosok, perpustakaan keliling ibarat oase bagi anak-anak. Mereka…

Sabtu, 07 September 2019 12:28

Ketika Warga Buruan Budidaya Ikan Hias di Sungai Depan Rumah

Sebanyak 800-an ikan di aliran Subak Dukuh, Banjar Bangunliman, Desa…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*