MANAGED BY:
MINGGU
19 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

SAMARINDA

Rabu, 11 September 2019 16:46
KAI-KAI BEJAT..!! Dua Tahun Cabuli Cucu
TAK MENGAKU BERBUAT: Hasim (baju oranye) ditahan di Polresta Samarinda dengan sangkaan kasus pencabulan yang dilakukan selama bertahun-tahun. RESTU/KP

PROKAL.CO, Cantik, bukan nama sebenarnya, gadis remaja itu kini berusia 15 tahun. Namun, sejak dua tahun terakhir, ada peristiwa nahas yang menerpanya. Membuat Hasim (63), sang kakek, terseret ke penjara.

 

JANUARI lalu, istri Hasim pergi menghadap Sang Khalik. Kini di sebuah rumah di kawasan Sungai Kapih, Sambutan, tinggalah si Cantik bersama sepupunya yang masih kecil menemani Hasim.

Wajah Cantik kerap dirundung takut ketika melihat kakeknya. Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Samarinda Iptu Rihard Nixon tidak bisa menyembunyikan kekesalan terhadap Hasim. “Saya heran, ada saja tingkah manusia sudah berumur seperti itu (cabul). Sedih lihatnya,” ungkap perwira balok dua tersebut. Bukan hitungan jari, perbuatan keji Hasim terjadi sejak dua tahun terakhir.

“Kejadian itu awalnya dua tahun lalu, korban memang terkadang tidur di rumah pelaku, tidurnya bersama nenek korban (istri pelaku) semasa hidup,” tambahnya. Ketika tidak diketahui istri, Hasim menjalankan perbuatan tak senonoh ke cucunya.

“Semasa istri pelaku masih hidup, berjualan nasi kuning. Nah aksinya selalu dilakukan pagi hari, tepat sebelum berangkat ke sekolah,” jelas Nixon. “Enggak setiap hari, perbuatan asusilanya juga tak melulu menyetubuhi, kadang diraba-raba,” sambungnya.

Saat sang nenek masih ada, perlakuan Hasim sudah disampaikan. Namun kala itu, tak begitu ditanggapi serius. “Nanti dipukul,” ucap Nixon mengulang penjelasan korban saat dimintai keterangan.

Kasus itu mulai terungkap beberapa bulan lalu. Saat itu, Hasim nyaris menggerayangi cucunya itu saat malam. “Waktu itu, korban yang tidur sama tantenya, mendapati pelaku masuk. Tapi beralasan cari foto istrinya,” jelas perwira yang pernah bertugas di Bontang tersebut.

Namun, korban tak berani menceritakan kisahnya kepada orangtua. “Alasannya adalah setiap hari yang antar-jemput korban adalah kakeknya. Dia (korban) juga diancam untuk tidak bicara dengan siapa pun,” tegasnya.

Kasus ini mulai menemui titik terang setelah sang tante menceritakan kejadian tersebut kepada ibu Cantik yang kemudian berlanjut dengan berkoordinasi dengan psikolog dan memeriksakan anaknya ke rumah sakit. Dari penyampaian itu barulah sang ibu memutuskan melaporkan ke polisi pada 12 Agustus.

Sejak dilaporkan 12 Agustus lalu, Hasim baru dibekuk 4 September. Namun, pelaku bersikeras tidak mengakui perbuatannya. Ditemui kemarin (10/9), Hasim menyebut kondisinya sedang sakit. “Batuk dan pilek,” ujarnya.

Awalnya dia membantah tuduhan yang dilaporkan orangtua korban. “Saya kerja setiap hari sopir angkot, mana bisa berbuat seperti itu,” jelasnya. Dia merasa heran dengan hasil visum et repertum (VER). “Enggak ada berbuat seperti itu (cabul),” kilahnya. Hanya dari keterangan yang diperoleh kepolisian, pelaku memberi Rp 7 ribu kepada korban, sebagai uang tutup mulut, setiap selesai beraksi. (*/dad/*/dra/dns/k8)


BACA JUGA

Jumat, 17 Januari 2020 11:48

Komisi V DPR RI Akan Tinjau Waduk

SAMARINDA–Banjir yang terjadi di beberapa kawasan di Samarinda belakangan ini,…

Jumat, 17 Januari 2020 11:47

Kasus Penilap Pajak Masuk Kejaksaan

SAMARINDA–Meja kerja Korps Adhyaksa Samarindakedatangan satu perkara penggelapan pajak limpahan…

Jumat, 17 Januari 2020 11:40

Saat Diperbaiki, Kapal Pesut Etam Tenggelam

SAMARINDA–Kapal Wisata Pesut Etam yang tengah bertambat di tepi Sungai…

Jumat, 17 Januari 2020 10:33

Karena Masyarakat Banyak Tak Minta Karcis Bikin PAD Parkir Tak Pernah Tercapai

SAMARINDA–Parkir liar yang menjamur terus menghantui warga. Padahal, lokasi parkir…

Jumat, 17 Januari 2020 10:31

Kebakaran di Tengah Banjir

SAMARINDA–Saat banjir dan tanah longsor melanda Kota Tepian, mendadak jago…

Jumat, 17 Januari 2020 10:29

Kasus Pasar Baqa Segera Dilimpahkan

SAMARINDA–Berkas tiga tersangka korupsi pembangunan Pasar Baqa yang menggantung di…

Kamis, 16 Januari 2020 20:08

Turun, Kaltim Peringkat ke 23 Pengguna Narkoba Se Indonesia

SAMARINDA - Kalimantan Timur menduduki peringkat ke 23 se Indonesia…

Kamis, 16 Januari 2020 13:55

Sempat Sulit Cari Solar, Begini TNI dan Warga Sediakan Nasi Bungkus untuk Korban Banjir

SAMARINDA - Kesibukan menyajikan nasi bungkus terlihat di Posko Dapur…

Rabu, 15 Januari 2020 20:43

Atasi Banjir Samarinda, Wagub Hadi : Harus dengan Program Jangka Panjang

SAMARINDA - Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi menegaskan persoalan banjir…

Rabu, 15 Januari 2020 15:32

Kawasan Bisnis Samarinda Ikut Terendam, Warga Minta Bantuan Makanan

SAMARINDA - Memasuki hari ketiga, banjir semakin meluas di Samarinda,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers