MANAGED BY:
JUMAT
18 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

KALTIM

Rabu, 11 September 2019 16:37
Pelajar di Talisayan Jadi Bulan-bulanan Kakak Kelas

Dikeroyok usai Memimpin Latihan Pramuka

BERI PEMBINAAN: Kapolsek Talisayan Iptu Budi Witikno memberikan pengarahan kepada siswa salah satu sekolah di Talisayan, usai mendamaikan aksi perkelahian pelajar sekolah tersebut. Humas Polres Berau Untuk Berau Post

PROKAL.CO, TALISAYAN- Aksi pengeroyokan yang dilakukan pelajar, terjadi di Talisayan. Aksi pengeroyokan yang dilakukan Jg (17), As (17, Ai (16), dan Kn (18), dengan korbannya Bi (17), bermula ketika korban memimpin kegiatan latihan pramuka di sekolahnya, Sabtu (7/9) lalu.

Saat memimpin kegiatan pramuka, Bi yang duduk di bangku kelas XI, menegur keempat pelaku yang duduk di kelas XII karena dianggap kurang rapi dan seolah bermain-main saat latihan. Selain korban dan keempat pelaku, aksi pengeroyokan tersebut juga melibatkan siswa lainnya, Ur (17). Namun hanya sebatas saksi mata karena turut berada di lokasi kejadian.

“Korban dan pelaku, termasuk Ur yang berada di lokasi saat pemukulan, sudah kami periksa,” ujar Kapolres Berau AKBP Pramuja Sigit Wahono melalui Paur Humas Ipda Lisinius Pinem, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (10/9).

Diduga, pengeroyokan dilakukan keempat kakak kelas Bi tersebut, karena tersinggung saat ditegur korban. Sehingga, saat latihan pramuka selesai pada pukul 17.00 Wita, Sabtu (7/9) lalu, keempat pelaku langsung mendatangi korban di indekosnya yang tak jauh dari sekolah. Saat mendatangi korban, para pelaku langsung melayangkan bogem mentah, bahkan salah satunya memukul kepala korban menggunakan helm.

Mendapat informasi tersebut, pihak sekolah pun melaporkannya kepada aparat Polsek Talisayan. Setelah itu, Kapolsek Talisayan Iptu Budi Witikno, langsung mengumpulkan korban dan pelaku.

“Mereka berdamai. Dibuatkan perjanjian agar tidak akan mengulangi perbuatannya lagi,” katanya.

Penyelesaian masalah secara kekeluargaan tersebut bisa dilakukan, karena korban bersedia memaafkan pelaku. Korban juga tidak menderita luka serius akibat pemukulan tersebut. Sementara para pelaku, mengaku emosi saat ditegur korban, sehingga nekat melakukan pemukulan.

“Sudah damai. Tetapi kapolsek memberikan pengarahan kepada para seluruh siswa di sekolah tersebut, agar tidak mudah terpancing emosi,” katanya. (*/hmd/udi)


BACA JUGA

Kamis, 17 Oktober 2019 12:24

Atlet Berprestasi Terancam Tidak Ikuti World Cup

SANGATTA - Sering mengharumkan nama Kutim bahkan nama besar Indonesia…

Kamis, 17 Oktober 2019 12:24

Komentari Kasus Wiranto, IRT Kutim Diperiksa Polisi

SANGATTA - Menjelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia,…

Kamis, 17 Oktober 2019 12:22

Jalan Umum Bukan untuk Hauling

Angkutan batu bara dan kelapa sawit kembali meramaikan jalan umum.…

Kamis, 17 Oktober 2019 12:21

Kukar Makin Terbuka

  TAK hanya membangun jaringan jalan antarkecamatan, momentum penetapan wilayah…

Kamis, 17 Oktober 2019 12:21

DUH JAUHNYA..!! Untuk Vaksin Saja, Jamaah Harus ke Samarinda

SENDAWAR – Belum ada pelayanan suntik vaksin meningitis bagi calon…

Kamis, 17 Oktober 2019 12:18

Pembangunan Tugu Simpang Lima Kota Habiskan Rp 1,8 M

TANA PASER - Setelah hampir 10 tahun lebih tugu di…

Rabu, 16 Oktober 2019 11:47

KPU Paser Sayembarakan Maskot Pilkada

TANA PASER - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Paser berupaya…

Rabu, 16 Oktober 2019 11:45

Paser Masih Minus Produksi Beras

TANA PASER - Kebutuhan beras di Kabupaten Paser masih belum…

Selasa, 15 Oktober 2019 13:21

Warga Sudah 20 Tahun Menanti Jembatan

Usia Kutim sudah menginjak 20 tahun. Selama itu pula polemik…

Selasa, 15 Oktober 2019 13:18

Karapas Penyu Dijual Bebas, Penjualnya Berdalih Berdalih Tak Tahu Ada Aturan

TANJUNG REDEB-Penyu, satu di antara sekian banyak binatang yang dilindungi.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*