MANAGED BY:
KAMIS
20 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

KALTIM

Rabu, 11 September 2019 16:35
Jelang Akreditasi, Lahan Puskesmas Sangatta Utara Masih Bermasalah
MASIH SIMPANG SIUR: Lahan Puskemas Sangatta Utara disegel spanduk oleh ahli waris. Lela Ratu Simi/KP

PROKAL.CO, SANGATTA - Masih bermasalahnya lahan di Puskesmas Sangatta Utara membuat persiapan jelang akreditasi yang akan dilaksanakan pada Oktober 2019 mendatang terhambat. Spanduk yang terpajang selama sembilan minggu itu belum juga dilepas, sehingga membuat kawasan lingkungan terlihat tak rapi. 

Polemik lain yakni, setiap buruh yang akan menata kawasan tersebut diusir oleh para pemilik ahli waris. Hal itu dijelaskan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kutim, Bahrani. Menurutnya persiapan akreditasi untuk bulan depan mulai dilaksanakan sejak saat ini. Hanya masih ada penghambat. 

"Kami mau akreditasi, cuma susah bergerak, karena kalau tukangnya datang untuk menata dan membersihkan area di situ malah disuruh pulang," jelasnya saat melaporkan dalam rapat coffee morning Senin (9/9) lalu. Hal ini menurutnya akan berdampak pada penilaian. Dia berharap agar saat akreditasi seluruh hal dapat menunjang dan mendapat hasil yang terbaik. 

"Kalau begini terus ya kahawatirnya tidak bisa penilaian. Ada kegiatan mereka, jelas kami terganggu," tandasnya. Akreditasi erat hubungannya dengan instrumen penilaian. Sejumlah bab wajib dikerjakan oleh karyawan Puskesmas. Tidak hanya itu, kebersihan juga merupakan aspek penting yang harus diperhatikan. 

Menanggapi hal itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kutim, Irawansyah mengakui tanah itu telah dihibahkan. Sehingga jika masih bermasalah pemerintah mengaku siap digugat. Untuk melakukan penilaian, lebih lanjut dirinya akan berupaya semaksimal mungkin. "Kalau dihadang-hadang kita akan tempuh melalui pengadilan. Nanti ada alternatif kita dibantu dengan Satpol PP," tegasnya. 

Di tempat terpisah, ahli waris lahan Puskesmas Sangatta Utara, Hengky Abdullah membantah telah mengusir tukang bersih-bersih. Berbeda halnya dengan pembangunan yang akan dilakukan di kawasan itu. 

"Memang sempat ada yang datang, tapi mereka mau membuat taman dan pagar. Kalau itu saya larang memang, karena tidak boleh ada proyek besar maupun kecil selama lahan ini belum dilunasi," kata dia. Hal itu menurutnya sudah sesuai dengan berita acara yang ditandatangi pemkab. Dia berharap duduk bareng antar dirinya dan pemerintah dapat dilakukan untuk melakukan penyelesaian. 

"Saya cuma melarang pembangunan saja. Kalau pelayanan tidak pernah saya ganggu," tutupnya. (*/la)

 

 

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 01 Februari 2020 11:38

Jual Sarang Burung Curian ke Teman Korban, Ya Ketahuan Lah...

TENGGARONG - Bukannya meraup untung dari hasil pencurian sarang burung…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:37

Menurut Pengamat, Bupati Edi Punya Hak Penuh Menentukan Cabup Disisa Jabatan

Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah sudah menentukan dua figur…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:33

WAHAI PEMUDA..!! Ayok Daftar Jadi Prajurit TNI

TANA PASER - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat ( TNI…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:31

Sudah 436 ABK Tiongkok Tiba di Pelabuhan Pondong, KKP Pastikan Semuanya Bebas Corona

TANA PASER - Vitalnya penyebaran virus corona yang berasa dari…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:06

Kapal Terbalik Dihantam Ombak, Sohang Hilang

Seorang warga Kelurahan Muara Kembang bernama Sohang, dilaporkan tenggelam di…

Jumat, 31 Januari 2020 14:03

Sabu Dikemas Bersama Ikan Asin

TENGGARONG–Sepandai-pandainya tupai melompat akan jatuh juga. Pepatah tersebut tepat disematkan…

Jumat, 31 Januari 2020 14:03

Kerajinan Tumpar Makin Berkembang

Dekranasda Kubar mendorong para perajin untuk meningkatkan kualitas produk dengan…

Jumat, 31 Januari 2020 14:01

Akhir Bulan, DPA Harus Sudah Terkirim

SANGATTA - Batas waktu penyerahan dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) pada…

Jumat, 31 Januari 2020 14:00

RS SOHC Sangatta Bantah Adanya Pasien Corona

SANGATTA - Rumah Sakit Medika Sangatta atau lebih dikenal SOHC…

Kamis, 30 Januari 2020 15:05

PDAM Danum Taka Jadi Perumda, Tarif Rumah Ibadah Dapat Subsidi Silang

PENAJAM - Transformasi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Danum Taka…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers