MANAGED BY:
RABU
19 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Rabu, 11 September 2019 15:37
Asap, Kekeringan dan Kebakaran Sampai November
Kebakaran lahan di Penajam Paser Utara,Kaltim. Kekeringan melanda hingga November.

PROKAL.CO, JAKARTA– BMKG memperkirakan musim kering akan terus berlangsung hingga November 2019. Jumlah titik panas (hotspot) meningkat tajam pada periode tanggal 4 hingga 9 September 2019. Tersebar merata baik di Kalimantan, Sumatera, maupun Semenanjung Malaya.

Berdasarkan data perbandingan antara citra Satelit Sentinel dan Himawari, BMKG menyimpulkan ada kenaikan mencolok jumlah titik api di Semenanjung Malaya  yang mulanya berjumlah 1038 pada 6 September, menjadi 1423 titik pada 7 September 2019.

Hal inilah yang membuat Kepala BMKG Dwikorita Karnawati meragukan klaim bahwa ada pergerakan polusi lintas negara (transboundary haze) sebagaimana yang diberitakan di salah satu surat kabar di Malaysia. Menurut Dwikorita, kedua wilayah sama-sama memiliki hotspot. “Misalnya di perbatasan Kalimantan Barat, baik di wilayah Kalbar, maupun di Sarawak itu sama-sama ada hotspotnya,” jelasnya (10/9).

Sehingga menurut Dwikorita, tidak tepat jika asap yang terdeteksi di atas wilayah Sarawak disebut berasal dari Indonesia. Sementara untuk Semenanjung Malaya yang berdampingan dengan Sumatera, Dwikorita juga mengatakan tidak mungkin asap menyeberang karena ada aliran angin yang kuat di Selat Malaka. “Anginnya bergerak dari Tenggara ke Barat Laut, jadi tidak mungkin asap itu menyeberang ke Semenanjung Malaya” jelasnya.

Sementara itu, kualitas udara di 6 Provinsi yang terpapar asap belum juga membaik. Menurut laporan yang dikumpulkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 10 September 2019 pukul 16.00 WIB, kualitas udara di Provinsi Riau menyentuh angka dramatis 232 dengan kategori sangat tidak sehat. Sementara di provinsi lainnya bervariasi mulai dari sedang hingga tidak sehat.  

Deputi Meteorologi BMKG Mulyono Prabowo mengatakan bahwa  meskipun el-Nino lemah sudah berlalu pada Agustus lalu, namun dinamika atmosfir menunjukkan bahwa musim hujan akan datang terlambat pada akhir tahun 2019 ini. Jika sebelumnya BMKG memperkirakan Oktober sudah terjadi hujan, namun berdasarkan perhitungan terakhir, baru November hujan akan turun.

Dengan kondisi tersebut, Pulau Sumatera bagian selatan, Kalimantan bagian selatan, Sulawesi bagian barat serta sebagian Jawa dan Nusa Tenggara memiliki dinamika atmosfir yang memungkinkan tumbuhnya hotspot, mulai dari kategori sedang hingga tinggi.

Sementara itu, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mencatatkan, per 31 Agustus 2019, sudah 328.724 hektar lahan yang terbakar. Dengan komposisi sekitar 89 ribu hektar diantaranya adalah lahan gambut, sementara 239 sisanya adalah lahan mineral.

Aparat kepolisian memastikan pengusutan kasus karhutla tidak berhenti. Kemarin, Mabes Polri mengumumkan bahwa secara keseluruhan sudah ada 175 orang tersangka dalam penegakan hukum tersebut. Sedangkan untuk korporasi ada empat perusahaan yang juga sudah menjadi tersangka. Keterangan tersebut disampaikan langsung oleh Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo.

Dedi menyatakan bahwa ratusan tersangka itu diproses oleh enam polda. Yakni Polda Riau, Polda Sumatera Selatan, Polda Jambi, Polda Kalimantan Tengah, Polda Kalimantan Selatan, dan Polda Kalimantan Barat. Dari ratusan tersangka itu, ada yang berkasnya sudah lengkap ada pula yang masih dalam proses. Selain proses hukum,

Sementara itu, di Kalimantan Tengah ada 338 ribu hektare lahan yang terbakar. Di Sumatera Selatan sedikitnya 7 ribu hektare lahan terbakar, Jambi 23 ribu hektare, Kalimantan Selatan 2 ribu hektare, Kalimantan Barat 69 ribu hektare. Dedi juga menjelaskan, dari enam daerah tersebut tersangka korporasi paling banyak ada di Kalimantan Barat. ”Dua korporasi,” ungkapnya. Dua korporasi lain ada di Riau dan Kalimantan Tengah. (tau/syn)

 


BACA JUGA

Rabu, 19 Februari 2020 10:17

Tiga Kru WNI Positif Terinfeksi Virus Korona

JAKARTA- Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengungkapkan, tiga orang kru…

Selasa, 18 Februari 2020 12:48

Pantau Kondisi 78 WNI yang Dikarantina di Kapal Pesiar, Kemenlu-Kemenkes Kerahkan Tim ke Jepang

JAKARTA– Pariwisata menjadi salah satu sektor yang berpotensi paling terpukul…

Selasa, 18 Februari 2020 12:41

Musda Golkar Berpotensi Aklamasi

TENGGARONG–Bayang-bayang aklamasi dalam pemilihan ketua DPD Golkar Kaltim menguat. Sinyalemen…

Selasa, 18 Februari 2020 12:38

Singgung Presiden di Facebook, Dosen Unnes Dibebastugaskan dan Minta Pembuktian Akademik

SEMARANG– Dosen Universitas Negeri Semarang (Unnes) Dr Sucipto Hadi Purnomo…

Selasa, 18 Februari 2020 12:34

Sulitnya Mencari Masker di Hong Kong saat Wabah Virus Corona Merebak

Pada 23 Januari, awak Kaltim Post mendarat sempurna di Hong…

Selasa, 18 Februari 2020 12:33

Jelang Bebas, Abun Malah Ajukan PK

JAKARTA-Hery Susanto Bun alias Abun menyebut peninjuan kembali (PK) yang…

Selasa, 18 Februari 2020 12:10

Lewat Omnibus Law, Pemerintah Dianggap Ingin Intervensi Pers

JAKARTA - Penolakan draf omnibus law juga datang dari Aliansi…

Selasa, 18 Februari 2020 12:06

ADUH..!! Neraca Dagang RI Kembali Defisit, Belum Lagi Dampak Corona

JAKARTA– Tahun telah berganti. Namun, neraca perdagangan RI masih tetap…

Selasa, 18 Februari 2020 11:51

Kualitas SDM Kaltim Meningkat

SAMARINDA- Kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kaltim terus mengalami…

Selasa, 18 Februari 2020 11:23

Kecelakaan Tambang Karyawan PT Pamapersada, Investigasi Dilakukan, Polisi Kesulitan

Jasad Alamsyah Arsyad, leader yang tenggelam akibat tanah longsor, hingga…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers